25 Pesan Habib Omar bin Hafizh Dalam Multaqo Ulama Internasional ke-13

habib-omar-bin-hafizh-saa-unida-gontor

25 Pesan Habib Omar bin Hafizh Dalam Multaqo Ulama Internasional ke-13

Al-Habib Omar bin Hafizh, Ulama besar Yaman, menghampiri Indonesia dalam rangka Multaqo Ulama Internasional ke 13 di Univesitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang (Rabu, 25/9). Tercatat, ada 3000 Alim Ulama yang terdiri dari 2000an Habaib dan 1000an Masayikh yang menyambut kedatangan dan mendengarkan tausiyah cucunda Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wa sallam ini di Auditorium UNISSULA.

banner-habib-omar-bin-hafizh-saa-unida-gontor

Al-Ustadz Ahmad Ghozali Fadli, Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor 2006 yang tengah berkhidmah sebagai Pelayan Pesantren Alam Bumi Al Qur’an Wonosalam, Jombang, Jawa Timur ini mencatat sejumlah pesan penting yang disampaikan oleh Al-Habib Omar bin Hafizh. Pesan-pesan mulia tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam adalah manusia paling mulia dan agung. Pemberi teladan tertinggi dalam menjalankan amanah yang diberikan Allah subhaanahu wa ta’aalaa .
  2. Tidak ada jalan yang lebih mulia selain jalan yang mengantarkan kita untuk mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam.
  3. Sesungguhnya amanah yang paling besar adalah yang memiliki perjanjian yang agung kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa, seperti yang diterangkan dalam Al-Qur’an.
  4. Ibnu Abbas berkata, tidak ada sumpah yang diambil kepada Ulama oleh Allah subhaanahu wa ta’aalaa. melainkan juga diambil kepada para Nabi untuk menjelaskan kandungan Kitab yang telah diturunkan.
  5. Pertemuan yang dilakukan oleh para Ulama’ merupakan langkah-langkah untuk memenuhi janji kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa.
  6. Manusia adalah objek dalam menjalankan perjanjian. Masing-masing mengakui menjalankan amanah dari Allah subhaanahu wa ta’aalaa. Namun, banyak dari mereka yang melenceng.
  7. Jangan terpecah belah dari jalan Allah subhaanahu wa ta’aalaa . jika tidak ingin jatuh dalam kehinaan.
  8. Kelompok yang mampu untuk menyingkap penyimpangan-penyimpangan amanah dari Allah adalah Ulama’. Di tangan mereka juga beban untuk meluruskannya.
  9. Ulama’ yang benar dan ikhlas mampu menyelesaikan amanah dan memenuhi janji dari Allah subhaanahu wa ta’aalaa.
  10. Ulama’ yang ikhlas adalah yang tidak terpengaruh dengan kemewahan dunia dan berbagai godaan untuk keluar dari amanah.
  11. Ulama’ itu bertanggung jawab kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa, Sang Pemberi Amanah, bukan kepada yang lain.
  12. Penguasa harus mampu membantu dakwah Ulama’ dan membantu dalam menyampaikan amanah untuk memperbaiki kondisi ummat.
  13. Untuk saat ini, dakwah yang paling penting adalah kepada sesama ummat Islam, bukan kepada non muslim.
  14. Guru-guru Madrasah dan Pesantren adalah paling efektif dalam dakwah Islam. Menyampaikan ilmu-ilmu Syariah Islam yang diperintahkan oleh Allah subhaanahu wa ta’aalaa, baik yang bersifat Fardhu Ain, Fardhu Kifayah, Sunnah ataupun Mubah.
  15. Ilmu-ilmu umum yang membawa kepada kemanfaatan di dunia, bersifat Fardhu Kifayah.
  16. Adapun yang membantu kemaslahatan Ummat Islam, maka bersifat Sunnah.
  17. Ilmu yang berhubungan dengan tugas-tugas manusia, dan tidak berbahaya bagi orang lain, maka hukumnya Mubah (boleh).
  18. Seluruh ilmu-ilmu tersebut harus dihubungkan kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa untuk meneguhkan ke-hamba-an manusia. Dari sisi inilah, kita akan paham keagungan ajaran Islam.
  19. Temuan-temuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dalam penerapan syariat Islam.
  20. Terdapat 7 anggota tubuh (2 mata, 2 tangan, 2 kaki, dan 1 lidah) yang dapat membantu dalam ketaatan, namun juga bisa untuk dosa dan maksiat. Maka, maksimalkan dalam ketaatan kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa.
  21. Jangan gunakan teknologi untuk menyampaikan fitnah-fitnah dan adu domba antar sesama ummat. Sehingga saling mencaci, merendahkan, bahkan saling membunuh. Itulah pelencengan amanah.
  22. Integrasikan pendidikan umum dan agama, mulai dari pendidikan dasar hingga tingkat tinggi, sehingga dapat mempermudah dalam memenuhi amanah Allah subhaanahu wa ta’aalaa .
  23. Salah satu pemikiran yang menyimpang adalah meninggalkan dan menolak teknologi untuk konsentrasi menjalankan kepada Syariat Islam.
  24. Hendaknya kita semua bekerja sama dalam menjalankan amanah dan menunaikan seluruh janji-janji kita kepada Allah subhaanahu wa ta’aalaa .
  25. Jangan sampai terlibat dalam perlombaan untuk mencari kekuasaan, sehingga menimbulkan perpecahan antar ummat Islam. (Ed: Rizal Maulana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *