Answering Those Who Altered The Religion of Jesus Christ (REVIEW BUKU)

Answering Those Who Altered The Religion Of Jesus Christ (PBUH)
Answering Those Who Altered The Religion Of Jesus Christ (PBUH)

oleh: Nur Rosyid Huda Setiawan, MIRKH

(Dosen Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor)

Judul Buku          : Answering those who altered the religion of Jesus Christ (English Version)

Pengarang          : Ibn Taymiyah

Penerbit              : Umm al-Qura

Halaman              : 384 halaman

Answering Those Who Altered The Religion of Jesus Christ adalah versi bahasa Inggris dari al-Jawaab al-Sahiih liman baddala Diin al-Masiih.  Buku ini ditulis oleh karya Syaikhul Islam Ibn Taymiyyah. Figur masyhur bagi siapapun yang ingin/tengah/sudah mendalami studi agama-agama. Tidak hanya dikenal sebagai ‘Alim di bidang Kalam atau Aqidah, beliau ternyata juga concern terhadap isu isu lintas agama. Buku ini adalah salah satu contoh magnum opus beliau dalam bidang tersebut.

Answering  ditulis sebagai jawaban atas surat yang berisi ‘tantangan’ dialog teologis seorang bishop kristen bernama Sayda kepada Ummat Islam. Surat tersebut berisikan 6 klaim dalam pandangannya terhadap Islam. Klaim-klaim tersebut barang tentu meresahkan kaum muslimin karena tulisan Bishop Sayda dibangun sangat logis dan argumentatif. Tidak hanya itu, Bishop Sayda juga mencantumkan dalil-dalil nash al-Qur’an sehingga kaum muslim merasa tidak bisa menjawab dari semua tuduhan ini.

Answering Those Who Altered The Religion Of Jesus Christ (PBUH) sebagai Panduan Dialog antar Agama

 

Answering dapat menjadi panduan bagi sarjanawan studi agama-agama dalam melaksanakan dialog lintas agama terutama antara Kristen dengan Muslim. Hal ini dapat terlihat dari argumentasi Ibn Taymiyyah yang dituangkan dalam rangka menjawab tantangan atau tuduhan Bishop Sayda yang berpotensi mereduksi Iman Umat Islam. Secara garis besar, 6 buah klaim bishop Sayda tersebut adalah sebagai berikut: 1. Muhammad itu hanya diutus kepada Bangsa Arab (masa jahiliyah) saja dan tidak untuk mereka ummat Nasrani. 2. Muhammad memuji agama Nasrani dan segala ibadahnya. 3. Kenabian dan seluruh nabi-nabi sebelum Muhammad menyatakan kebenaran terhadap keyakian umat Nasrani. 4. Konsep trinitas bisa dibuktikan secara logika dan secara hukum wahyu. 5. Hanya umat Kristen yang benar dalam monoteisme.  6. Isa diutus setelah Musa dengan membawa agama yang sempurna.

Di antara contoh klaim mereka adalah bahwa Muhammad dikirim hanya untuk bangsa Arab saja sesuai dengan ayat al-Qur’an surat al-Syu’ara’ ayat 198-199. Ayat tersebut berbunyi: “Dan kalau Al-Qur’an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir), niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya”. Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa Muhammad itu diutus hanya untuk bangsa Arab saja dan selain bangsa Arab tidak wajib mengikutinya.

Namun semua tuduhan itu dapat dipatahkan oleh Ibn Taymiyah dengan metode logis analisis dengan pendekatan teologis normatif dan historis.  Di antara langkah Ibn Taymiyyah dalam  menjawab tantangan Bishop Sayda adalah dengan mempertanyakan logika Bishop Sayda sebagai seorang yang tidak percaya kepada Nabi Muhammad namun justru menggunakan ayat Qur’an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad. Terlebih jika memang bishop Sayda harus menggunakan premis ayat qur’an, ia hanya mengutip ayat-ayat yang mendukung pandangannya saja tanpa menggunakan disiplin ilmu ulum qur’an yang ada.

Buku ini sangat pantas untuk dibaca agar menambah maklumat pembaca khususnya mereka yang akan mendalami studi agama-agama, terutama dalam model Mujadalah antar Islam dan Kristen.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *