EVALUASI PILMAPRES UNIDA GONTOR 2019: MENUJU KADERISASI MAHASISWA BERPRESTASI

Rapat Evaluasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Darussalam Gontor 2019

UNIDA GONTOR-Pada hari Ahad, 14 April 2019 lalu, tepat seusai rapat pembagian tugas Ujian Akhir Semester Genap, sejumlah Dosen perwakilan Program Studi kembali memenuhi undangan rapat evaluasi dari Panitia PILMAPRES (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) UNIDA Gontor 2019. Rapat evaluasi ini diadakan terutama untuk meninjau perjalanan Mawapres UNIDA Gontor 2019, ananda Binti Sholihatin Prodi Farmasi Semester IV selama menjalani Final tahap Provinsi di Mojokerto, serta menentukan arah strategi UNIDA Gontor dalam menghadapi PILMAPRES 2020. Adapun Binti Sholihatin telah dinyatakan lulus seleksi provinsi dan saat ini tengah mempersiapkan seleksi dokumen tingkat nasional bersama 7 delegasi Jawa Timur lainnya. Acara yang dilaksanakan di ruang rapat rektorat ini dibersamai oleh Bapak Wakil Rektor I UNIDA Gontor, al-Ustadz Hamid Fahmy Zarkasyi, Ph.D., dan Bapak Kepala BAAK al-Ustadz Royyan Ramdhani Djayusman, MA.

al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, MA memimpin Rapat Evaluasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Darussalam Gontor 2019
al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, MA memimpin Rapat Evaluasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Darussalam Gontor 2019

Ketua Umum Panitia PILMAPRES UNIDA Gontor, al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, M.A. menginisiasi jalannya rapat dengan membuka acara dan mempersilahkan  al-Ustadzah Nadia Mira Kusumaningtyas, S.Si, M.Sc  selaku Dosen Pembimbing Prodi Farmasi untuk melaporkan kegiatan Final di Mojokerto. Di antara poin yang beliau sampaikan adalah bahwa memang di antara 8 Besar, beberapa di antara mereka sudah pernah mengikuti acara bertaraf internasional seperti konferensi atau seminar. Selain itu, di antara 8 seluruh Finalis Provinsi tersebut, hanya Binti Sholihatin yang baru menginjak semester 4, sementara yang lainnya sudah merupakan mahasiswa semester 6. “Menurut Panitia juga, memang biasanya yang maju sebagai Pilmapres itu ya semester 6 karena sudah sekian tahun mengumpulkan prestasi. Adapun Semester 4 itu biasanya belum.” Jelas Ustadzah Nadia Mira Kusumaningtyas, S.Si, M.Sc. Prestasi, menurut beliau, memang tantangan yang paling sukar dihadapi oleh Binti Sholihatin. Pasalnya, tidak seperti kemampuan tulis-menulis atau diskusi yang bisa ditingkatkan secara intensif, prestasi mahasiswa adalah suatu pencapaian yang murni harus melalui prosesi waktu yang tidak sebentar.

BANGGA: Binti Sholihatin (berjilbab dengan map) berpose dengan 7 perwakilan delegasi Provinsi Jawa Timur

Menanggapi itu, Al-Ustadz Hamid Fahmy Zarkasyi, Ph.D menyampaikan instruksi akan adanya himbauan terkoordinir berupa surat tugas dari BAAK yang ditujukan kepada setiap Program Studi untuk mempersiapkan mahasiswa/i berkualitas sejak ini guna menghadapi PILMAPRES dengan sebaik-baiknya, “Jadi sejak awal kita persiapkan dari masing-masing Prodi mahasiswa yang bagus bahasa inggrisnya, bahasa arabnya, tulis-menulisnya, dan diskusinya. Kita kader!” Tegas Ust. Hamid Fahmy Zarkasyi, Ph.D.

Acara kemudian berlanjut dengan menganalisa 4 unsur pencapaian PILMAPRES yaitu: Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), Karya Tulis, Prestasi/Penghargaan/Pencapaian, dan Kemampuan Bahasa Asing berdasarkan Pedoman yang diterbitkan oleh KEMENRISTEKDIKTI dipimpin oleh al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, MA. Beliau mendiskusikan satu-persatu elemen yang menjadi syarat pencapaian PILMAPRES pada seluruh peserta dosen hadirin. Al-Ustadz Hamid Fahmy Zarkasyi, Ph.D pun turut memberikan wejangan, nasehat, dan masukan positif terkait motivasi, dorongan, serta rekayasa mahasiswa UNIDA Gontor agar bisa lebih berkiprah secara prestasi baik di bidang IPK, Karya Tulis, Bahasa Arab dan Inggris, dan tentu saja pencapaian-pencapaian pendukung lainnya selama rapat berlangsung. Rapat Evaluasi ini akhirnya kemudian ditutup dengan Doa oleh al-Ustadz Hamid Fahmy Zarkasyi, Ph.D

Program Studi Agama-Agama UNIDA Gontor, di lain sisi, tentu boleh cukup berbangga dengan pencapaian 5 besar selama dua tahun ini. Pada tahun 2018, Rahayu Ekaputri Endriyani Mahasiswi SAA menjadi peringkat kedua dari seluruh calon mawapres UNIDA Gontor, sementara pada tahun ini Ihda Riezma menjadi peringkat kelima dari seluruh calon mawapres UNIDA Gontor. Pencapaian inilah yang harus terus dipacu dan ditingkatkan. Di dalam forum yang berbeda, al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana menyampaikan bahwa kesulitan tertinggi yang dimiliki SAA adalah terutama merealisasikan tema tulisan yang abstrak.

“Mungkin ini juga menjadi tantangan prodi sosial-humaniora di UNIDA pada umumnya. Namun dalam konteks SAA terutama, tema-tema diskusi kita tidak hanya ‘sulit’ secara konten namun juga sulit untuk ‘diturunkan’ menjadi sebuah penemuan. Tentu saja kita tidak mengartikan ini mustahil, karena nyatanya, dua tahun terakhir ini kita stay di lima besar. Bagi saya ini sudah pencapaian yang luar biasa. Tinggal bagaimana nanti Formula Prodi dalam mengembangkan strateginya. Isu-Isu keagamaan, pada kenyataannya sangat dibutuhkan untuk dicerna oleh masyarakat.” Begitu al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, MA menjelaskan.

Dosen Pengajar Kristologi dan Judaisme ini juga menyampaikan komitmen Dosen-Dosen SAA untuk membentuk dan membina milieu Mahasiswa Berprestasi secara evaluatif dan berkelanjutan. Apa yang sudah baik ada akan dijaga dan dikembangkan, sementara yang masih kurang akan diperbaiki dan diberikan solusi yang tepat bergantian. “Tahun depan akan kita intensifkan lagi kondisi lingkungan mahasiswa/mahasiswi SAA. Kami lihat banyak yang potentially outstanding, namun belum bisa menyalurkan aspirasi atau ide-idenya dengan baik. Doakan saja semoga lancar. Insya allah, mahasiswa SAA bisa!” Demikian al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana menutup wawancara.

Nah, kawan-kawan SAA, siapkah kamu menjadi Mawapres kita tahun depan? Kita tunggu ya!

THE BIG FIVE: Lima Besar Finalis Mawapres Universitas Darussalam Gontor

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *