FKUB NTB dan Relasi antar Umat Beragama

FKUB-NTB-saa-studi-agama-agama-unida-gontor

FKUB NTB dan Relasi antar Umat Beragama

Mataram- Bidikan destinasi Peserta Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Mahasiswi Prodi SAA (Studi Agama-Agama) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor selanjutnya yakni Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang berlokasi di Jl.Purbasari no.5 Mayura-Cakranegara, Mataram, NTB (Jum’at, 6/9). FKUB Lahir dari hasil pemikiran para ulama di penjuru Indonesia dengan keanekaragaman agama serta orang masyarakat, sehingga munculah ide untuk mendirikan forum ini dengan tujuan dapat merelasikan hubungan antar umat beragama di seluruh Indonesia.

Sivitas Akademika Prodi SAA Disambut hangat oleh Bapak Drs.H. Syahdan Ilyas, MM selaku Ketua FKUB masa bhakti 2017-2022. Beliau menceritakan berbagai macam dari sejarah berdirinya FKUB pada tahun 2006, kemudian menjelaskan bagaimana kiprah FKUB terhadap segala permalahan umat beragama, baik segi aspek agama ataupun non agama.

 Bapak Syahdan menyampaikan, “Adapun visi FKUB yakni, agar terwujudnya suasana kehidupan masyarakat beragama yang kondusif, rukun, aman, damai dan harmonis di daerah NTB khususnya guna memperkokoh NKRI.” Misi FKUB, sementara itu, tidak lepas dari ikatan menyelenggarakan pembinaan, bimbingan, pelayanan umat beragama di wilayah NTB.  Dalam pelaksanaannya, demi terciptanya kerukunan antara umat beragama di NTB, FKUB juga berupaya menghindari segala bentuk perdebatan umat beragama di wilayah tersebut.

Peran, Kedudukan dan Fungsi FKUB NTB

Prof. H. Saiful Muslim, MM, Wakil Ketua FKUB NTB kemudian menambahkan terkait Peran, Kedudukan, dan Fungsi FKUB NTB. Organisasi ini, sebagaimana penjelasan beliau, berperan sebagai mediator antara masyarakat umat beragama dengan pemerintah dan begitupun sebaliknya. FKUB juga menjadi pelopor dalam upaya menjaga serta memelihara kerukunan umat beragama tentunya, khususnya di wilayah dimana berdirinya FKUB tersebut.”  Tambah beliau.

Secara organisasi, FKUB berkedudukan di Ibu Kota Provinsi dan Kabupaten atau Kota. FKUB bertugas guna menyalurkan aspirasi umat beragama, ormas keagamaan dan organisasi sosial kemasyarakatan di level-level komunitas tersebut dengan segala kewenangannya.

fkub-ntb-saa-studi-agama-agama-unida-gontor
Cinderamata – Pembimbing Studi Pengayaan Lapangan (SPL), al-Ustadz Nur Rosyid Huda Setiawan, MIRKH. menerima kenang-kenangan dari Ketua FKUB NTB, Bapak Drs.H. Syahdan Ilyas, MM.

FKUB sebagai Solusi atas Permasalahan Antar Umat Beragama

Dalam menerangkan perkara konflik antar umat beragama, Bapak Syahdan Ilyas menyampaikan bahwa sesungguhnya konflik yang muncul antar umat beragama itu seringkali disebabkan oleh masalah sepele. Problem yang remeh tersebut tentunya merambat pada kurangnya rasa toleransi antar sesama umat beragama di wilayah tersebut. “Adapun permasalahan yang dihadapi oleh FKUB yakni hal-hal yang besangkutan dengan kemaslahatan umat beragama seperti pendirian tempat ibadah, perdamaian agama, penyiaran agama, pemberdayaan agama, hingga permasalahan yang menyangkut pada LGBT, HIV/Aids dan berbagai kejadian realita yang sedang bermunculan di Indonesia.” Demikian beliau menjelaskan.

Lihat Juga: Peran FKUB Malang dalam Menjaga Kerukunan

Beliau juga mengamnbil permasalahan yang menyangkut Ustadz Abdul Somad yang dalam perkembangannya diduga terkait dengan kasus penistaan agama. Menurut Bapak Ketua FKUB NTB,  ceramah yang dilakukan Ustadz Abdul Somad ini sudah terlaksana pada tempatnya, yakni didepan/ditujukan pada komunitas muslim. Apabila beliau berdakwah diantara halayak non muslim dengan maksud untuk menjatuhkan agama tersebut, maka itulah yang disebut dengan penistaan agama. “Mari kita kembalikan segala sesuatunya pada pemerintahan yang menghakimi perihal ini. Mari kita juga doakan  orang-orang muslim yang terlibat dalam perkara tersebut namun seolah berpura-pura tidak tahu mengenai kebenaran yang sesungguhnya.”  Demikian pesan beliau.   (Nadya Amaliyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *