Gereja Katolik Panen Abadi St. Antonius Padua

St-Antonius-Padua-SAA-Studi-agama-agama-unida-gontor

Gereja Katolik Panen Abadi St. Antonius Padua.

Mataram – Kali ini, rombongan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Mahasiswi Prodi Studi Agama-Agama (SAA) berkunjung ke Gereja Katolik Panen Abadi St. Antonius Padua (5/9). Kunjungan ini disambut baik oleh Para Pengurus Gereja dan Romo Gereja. Kegiatan dimulai dengan sesi pemaparan dan diskusi di kompleks Gereja Katolik Panen Abadi St. Antonius Padua.

Gereja Katolik Panen Abadi St. Antonius Padua ini terletak di kecamatan Ampenan, yang sudah merupakan kecamatan di Pusat Kota Mataram semenjak dahulu kala. Adapun umur Gereja ini sudah berdiri sekitar 75 tahun.  Dengan berdirinya Gereja yang berdampingan dengan Masjid dan berada di tengah-tengah kota, hal ini  menunjukkan sikap toleransi yang sangat besar yang ada pada diri masyarakat Lombok. Selain berfungsi sebagai tempat peribadatan, Gereja Paroki ini juga membawahi sekolah-sekolah serta rumah sakit di bawah Yayasan Insan Mandiri yang berpusat di Bali

Struktur dalam Gereja Katolik Panen Abadi St, Antonius Padua

Di dalam Gereja Katolik Panen Abadi St, Antonius Padua, terdapat sejumlah struktur sebagai berikut: struktur paling tinggi dipegang oleh Pastor Paroki dan rekan. Adapun Pastor Paroki di Gereja ini adalah Romo Payong S.VD. Keduanya lalu membawahi ketua bidang seperti : bidang kegiatan pembinaan Iman, bidang kemasyarakatan, bidang pendidikan umat dan bidang pengurus rumah tangga. Di setiap bidangnya kemudian membawahi seksi-seksi yang diperlukan.

Sedangkan Struktur Gereja Semesta, yaitu struktur paroki dunia memiliki kedudukan tertinggi yang dipegang oleh Paus Fransiskus yang berada di Vatikan. Struktur Gereja Semester ini kemudian dilanjutkan oleh Uskup yang berada di daerah-daerah. Di Lombok sendiri, keuskupannya berpusat berada di pulau Bali. Dibawah uskup, ditugaskanlah Pastor yang berada di gereja-gereja. Di Indonesia sendiri, terdapat 38 Uskup yang tersebar dari Sumatera sampai Merauke dengan 42 Paroki di seluruh Indonesia. Di NTB sendiri terdapat 7 Paroki. Menurut pemaparan, Jumlah umat Katolik yang berada di Ampenan berkisar antar 1400 dan rata-rata merupakan pendatang dari Indonesia bagian timur seperti Flores, NTT dan lain sebagainya. Penduduk asli Lombok yang beragama Kristen, sebagian besar adalah komunitas yang berpindah agama dikarenakan adanya pernikahan.

Lihat Juga: Gereja Katolik Katedral Hati Tersuci Maria

Kuliah Kristologi di Gereja Katolik Panen Abadi St, Antonius Padua

Setelah menyampaikan tentang komunitas Katolik di NTB, Romo Payong kemudian menggelar ‘kuliah kristologi’ pada mahasiswi Peserta SPL. Dalam kesempatan ini, mahasiswi mendapat kesempatan untuk mendapatkan penjelasan langsung terkait dengan Katolisitas dari Romo Gereja sebagai sumber otoritatif. Romo menjelaskan pertama kali terkait perbedaan antara Gereja Protestan dan Katolik. “Di dalam Gereja Protestan tidak ada pimpinan tertinggi, sedangkan Katolik segala kegiatan harus bersumber kepada Paus yang berada di Vatikan.” Demikian Romo menjelaskan.  Tata peribadatan Jemaat Katolik pun selalu seragam dimanapun mereka berada karena ibadah mereka juga berasal dari Paus. Sedangkan Gereja Protestan bisa saja berbeda-beda.

Romo Gereja Katolik Panen Abadi St, Antonius Padua juga kemudian menjelaskan terkait Masa-Masa dalam Katolik. Masa itu sendiri adalah Masa itu terdiri dari hari biasa dan hari khusus. Masa Biasa adalah Masa yang berlangsung  pada minggu-minggu biasa di luar masa tertentu yang berdurasi sekitar 33 atau 34 Hari Minggu. Sementara yang termasuk masa khusus di antaranya adalah, masa Adventus yang berarti penantian para umat atas kedatangan Yesus, berlangsung sekitar 4 minggu sebelum perayaan Natal; Masa Natal pada tanggal 25 Desember hingga 5 Januari; Masa Prapaskah, yaitu upacara pertobatan dan puasa selama 40 hari; Hingga masa Paskah  yang berlangsung selama 7 minggu.

diskusi-St-Antonius-Padua-SAA-Studi-agama-agama-unida-gontor
Diskusi- Suasana Diskusi Peserta SPL Prodi SAA Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor bersama masyarakat Gereja Katolik Panen Abadi St, Antonius Padua.

Dalam pelaksanaan Masa, umat Katolik memiliki kalendernya kegiatan ritual sebagaimana umat Islam yang memiliki kalender Hijriyah. Kalender mereka disebut dengan penanggalan Liturgi. Penanggalan ini digunakan sebagai acuan umat Katolik di seluruh dunia dalam menjalankan ritual peribadatannya. Di setiap kelender, masa mereka memiliki warna yang berbeda dalam penggunaan altar dan baju Pastor. Misalnya pada masa biasa, warna yang digunakan adalah hijau.  Sementara pada masa Adventus, wara yang digunakan adalah warna ungu. Pada masa Natal, digunakan warna putih, kuning emas, dan cream, pada masa pra paskah digunakan warna ungu dan di massa perayaan orang kudus digunakan warna merah.

Di Gereja Katolik Panen Abadi St, Antonius Padua ini, mahasiswi UNIDA juga dijelaskan tentang susunan perayaan Misa sebagai berikut: Bagian pertama, yaitu ritus pembuka yang terdiri dari lagu pembuka, kata pengantar, pernyataaan tobat, kemuliaan dan Doa pembuka. Bagian kedua, Liturgi Sabda, yang terdiri dari bacaan satu, Mazmur, bacaan kedua, bait pengantar Injil, bacaan Injil, kotbah atau homily, kredo atau pengakuan kepercayaan dan Do’a umat. Bagian ketiga, Liturgi Ekaristi yang terdiri dari persiapan persembahan, kolekte atau kotak amal, persembahan, dan prefasi kudus. Tahap ini diiringi dengan Doa syukur agung, Doa Bapa kami, Doa komuni kudus, dan Doa sesudah komuni. Bagian keempat, ritus penutup yang tersiri dari pengumuman, berkat dan perkudusan, lagu penutup.

Acara diskusi kemudian ditutup dengan perphotoan bersama dan penyerahan kenang-kenangan. (Prizilia Anugrahani Setyawan Putri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *