Islamic Center NTB Meninggikan Peradaban Islam Internasional

islamic-center-ntb-saa-studi-agama-agama-unida-gontor

Islamic Center NTB Meninggikan Peradaban Islam Internasional

Mataram- Sivitas Akademia Peserta Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Prodi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kali ini bersilaturahim dengan Islamic Center Nusa Tenggara Barat (Kamis, 5/9). Pusat kegiatan dan informasi keislaman di NTB ini dimulai pembangunannya dari Gubernur Drs. H. Lalu Serinata tahun 2004,y ang kemudian ditindaklanjuti juga secara serius melalui berbagai rapat-rapat koordinasi dan studi banding keluar daerah guna menjadi tolak ukur perbandingan. Adapun biaya konstruksinya dibebankan kepada APBD Provinsi NTB tahun 2004.

Sebagai Pusat Paguyuban/Organisasi Keislaman di NTB, dalam proses pembangunannya pun, Islamic Center NTB didukung oleh sejumlah besar paguyuban dan organisasi seperti: BAZNAS, LPTQ, MUI, Dewan Masjid Indonesia, Sekolah Perjumpaan, Gerakan One day One Juz, dan lain sebagainya. Masjid di kompleks Islamic Center NTB ini, akhirnya diresmikan dengan nama Masjid Hubbul Wathan Islamic Center yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan bedug usai Hari Raya Idul Adha 1437, bertepatan pada hari Senin, 12 September 2016.

Visi dan Misi Islamic Center NTB

Bapak Rizki Hermawan, Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Islamic Center menyampaikan, “Visi dan Misi kami, secara singkatnya, yakni tak lain untuk menjadikan masjid agung yang ada di wilayah Lombok ini menjadi pusat peradaban islam bagi masyarakat Indonesia ataupun Internasional.” Visi Misi ini, pun didukung dengan arsitektur pembangunannya yang mempuyai makna tersendiri, yaitu menjadi mercusuar inspirasi terhadap masjid-masjid serta masyarakat yang ada di wilayah Lombok.

Bapak Ketua UPT pun menjelaskan, dikarenakan Islamic Center adalah ‘Pusat’ baik dari kegiatan maupun informasi Umat Islam, tentunya juga harus bertujuan sebagai pusat atau sentral peradaban. Peran Islamic Center NTB terhadap masyarakat pun jadinya tidak lebih ataupun kurang sebagai media dakwah bagi masyarakat Indonesia maupun Internasional.

“Misalnya, setiap bulan Ramadhan, kami mendatangkan Imam Besar yang berasal dari Negara Timur Tengah. Tak hanya itu, yang menjadikan masjid ini berbeda juga setiap Shalat Subuh dan Maghrib terdapat kajian-kajian yang mencangkup tentang Tafsir secara tematik, kemudian belajar tentang Kitab yang sesuai dengan kapasitas jama’ah yang hadir.” Demikian Ibu Elma, selaku salah satu Tim Kreatif Islamic Center menyampaikan. Kajian di Islamic Center, diharapkan mampu mendidik pola pikir, meninjau perekonomiannya, serta mempererat ukhuwah sesama Umat Muslim di Lombok.

menara-islamic-center-ntb-saa-studi-agama-agama-unida-gontor
Qur’ani – Peserta dan Dosen Pembimbing SPL Prodi SAA, al-Ustadz Nur Rosyid Huda Setiawan, MIRKH berphoto di puncak menara Masjid Hubbul Wathan yang setinggi 114 Meter. Simbol akan jumlah surat yang ada di dalam al-Qur’an.

Masjid Islamic Center NTB, ternyata juga memiliki sebuah tradisi yang sulit dicari dan mahal harganya,yaitu, prasyarat seorang Imam Shalat Berjamaah di masjid tersebut harus membacakan surat dalam shalatnya secara urut,dari Surah Al-Baqarah hingga Surah An-Naas. Oleh karenanya, semenjak berdirinya, Masjid Islamic Center NTB dapat menyelesaikan tilawah 30 juz al-Qur’an (khatam) setiap Subuh dan Maghrib sebanyak lima kali.

Menara Asma’ul Husna

Menara yang sebagaimana telah dijelaskan di atas dimaksudkan sebagai mercusuar cerahnya peradaban Islam di NTB, juga memiliki sejumlah fakta unik. Di antaranya adalah tinggi salah satu menaranya yang mencapai 114 meter. Harapannya adalah, masyarakat yang berkunjung ke sana senantiasa mengingat al-Qur’an sebagai pedoman dan pandangan hidup Mereka. di Tinggi 99 meter pun,  masyarakat mampu berefleksi dan berdzikir akan  Nama-Nama Allah  (Asma’ul Husna) yang berjumlah 99. Nyatanya memang, setinggi apapun derajat manusia, masih ada Allah yang lebih tinggi dari kita. Islamic Center NTB, sebagaimana tingginya menara masjid ini, semoga kau selalu dikuatkan dalam meninggikan Kalimat dan Peradaban Islam. Tidak hanya di NTB, namun juga di dunia internasional. Aamiin. Allahummastajib. (Nadya Amaliyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *