Kajian Forum Komunikasi Studi Agama-Agama (FOKSAA): Berpikir Kritis ala Ibn Taimiyah

foksaa-ibn-taimiyah-studi-agama-agama-unida-gontor

Siman- FOKSAA (Forum Kajian Studi Agama-Agama) adalah salah satu kegiatan rutin yang merupakan Program Kerja Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Studi Agama-Agama. Pada hari Rabu (5/2), Kajian ini pun terlaksana dengan mengundang al-Ustadz Nur Rosyid Huda Setiawan, MIRKH dengan Tema: Berpikir Kritis ala Ibn Taymiyah dalam Studi Agama-Agama

Acara dimulai tepat pada 20:15 wib dipimpin oleh moderator dari mahasiswa semester 4 yaitu M. Atta Nuriansyah. Ustadz Rosyid mengawali pembicaraanya dengan memperkenalkan apakah itu berpikir kritis. Beliau mengatakan bahwa berpikir kritis merupakan suatu teknik berpikir yang melatih kemampuan dalam mengevaluasi atau melakukan penilaian secara cermat tentang tepat atau tidaknya suatu gagasan yang mencakup penilaian dan analisa secara rasional tentang semua informasi, masukan, pendapat dan ide yang ada dan merumuskan kesimpulan dan mengambil suatu keputusan.

Selanjutnya Ustadz Rosyid mengenalkan tentang siapakah itu Ibn Taimiyah. Peraih gelar Master dari IIU Malaysia ini mengemukakan minatnya kepada Ibn Taimiyah dikarenakan ia adalah seorang ulama’ Fiqh yang juga memiliki ilmu tentang perbandingan agama.

Baca Juga: Dialog antar Agama bersama Ibn Taimiyah

Setidaknya ada empat cara atau metode yang beliau ungkapkan, pertama adalah metode analisa logis, kedua metode teologis normatif, ketiga metode perbandingan, dan keempat pendekatan historis. Dengan keempat metode inilah yang mendasari pemikiran seorang Ibn Taimiyah hingga muncullah beberapa buku beliau tentang ilmu perbandingan agama yang salah satunya adalah Al-Jawāb liman baddala dīna al-masīh. Setelah itu acara dilanjutkan dengan sesi diskusi atau Tanya jawab. Adapun pesan yang beliau sampaikan bagi seluruh peserta forum kajian ini adalah bahwa cara berfikir kritis ini haruslah dimiliki di setiap kepala daripada mahasiswa. Karena cara berfikir kritis ini adalah salah satu ciri yang dimiliki oleh mahasiswa khususnya adalah mahasiswa Ushuluddin. (Moh Husnul Affan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *