Klinik Proposal Skripsi, Langkah Awal Menuju Penelitian Berkualitas Mahasiswa Fakultas Ushuluddin

Bapak Dekan Fakultas Ushuluddin, Al-Ustadz Syamsyul Hadi Untung, M.A., M.Ls, memberikan sambutan di awal acara

UNIDA GONTOR-Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor baru saja mengadakan agenda  penting yang dihadiri seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin semester 6 yaitu Klinik Proposal Skripsi sebagai langkah awal penulisan tugas akhir/skripsi. Acara yang diadakan pada hari Kamis- Jum’at (21-22/03/2019) di Hall CIOS (Center for Islamic and Occidental Studies) Universitas Darussalam Gontor dan  dibuka oleh Bapak Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M. A., M.Ls pada Kamis malam pukul 20.00 WIB. Dalam sambutannya, beliau berharap bahwa setelah dilangsungkan acara ini mahasiswa Ushuluddin lebih serius lagi dalam mengerjakan skripsi dan selesai tepat waktu. “Kalau bisa wisuda 3,5 tahun, mengapa harus menunggu 4 tahun.” Begitu Ustadz Syamsyul menyemangati.

Bapak Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin al-Ustadz  Dr. Jarman Arroisi, M. A. memulai Klinik Proposal dengan melemparkan pertanyaan terkait dengan kepemilikian judul dan proposal skripsi pada mahasiswa hadirin. Faktanya, masih banyak mahasiswa yang belum memiliki judul apalagi proposal skripsi. “Inilah mengapa klinik proposal skripsi harus diadakan.” Tegas Ust. Jarman.

Sambutan kedua dari Bapak Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin, Al-Ustadz Dr. Jarman Arroisi memberikan sambutan kedua

 

 

Beliau kemudian melanjutkan, bahwa langkah pertama untuk mendapatkan judul harus diawali dengan menemukan masalah, dan masalah akan didapat ketika mahasiswa telah membaca banyak buku. Beliau juga menganjurkan para mahasiswa untuk memiliki target seminar proposal skripsi dilaksanakan sebelum KKN tahun ini. Hal inilah yang menjadi penyemangat seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin khususnya program studi Studi Agama- Agama.

 

            Tips-Tips Penelitian dari al-Ustadz Dr. Sujiat Zubaidi Saleh

Pemnbekalan Sesi I dari Al-Ustadz Dr. Sujiat Zubaidi Saleh

Materi selanjutnya disampaikan oleh al-Ustadz Dr. Sujiat Zubaidi Saleh, Dosen Fakultas Ushuluddin sekaligus Kaprodi Program Doktoral (S3) Akidah Filsafat Islam Universitas Darussalam Gontor. Dalam kesempatan ini, beliau memberikan ‘tips-tips’ substansial dalam proposal skripsi. Meskipun sudah larut malam, penyampaian materi oleh Al- Ustadz Dr. Sujiat Zubaidi Sholeh, M. A ini berlangsung dengan hikmat. Dalam penjelesan beliau, Ust. Sujiat menyarankan mahasiswa SAA untuk meneliti objek yang jarang diteliti oleh orang lain mengenai agama- agama. “Oleh karena itulah, dalam hal ini, menentukan jenis pendekatan menjadi penting adanya jika penelitian telah banyak dilaksanakan oleh peneliti lain.” Artinya memang mahasiswa SAA terutama diharapkan mampu melihat mana saja objek penelitian yang sudah pernah dibahas dengan yang tidak. Beliau juga memotivasi mahasiswa Ushuluddin dengan menunjukkan bahwa penelitian itu bisa menghasilkan manfaat dari segi pengetahuan, pengalaman bahkan materi. Beliau memotivasi mahasiswa dengan menceritakan pengalaman yang didapat dari penelitian yang beliau lakukan hingga kemudian mengantarkan beliau beberapa kali diundang untuk mempresentasikan risetnya di berbagai negara diantaranya adalah Turki dan Mesir.

al-Ustadz Dr. Fajar Pramono dan Format Penulisan Skripsi.

Sesi II Pembekalan bersama al-Ustadz Dr. Fajar Pramono

            Acara masih dilanjutkan besok harinya dimulai pukul 07.30 WIB dengan beberapa arahan dari bapak Dekan Fakultas Ushuluddin mengenai kesimpulan materi Kamis malam. Bapak Dekan juga menjelaskan tentang rujukan- rujukan yang harus dimiliki mahasiswa ketika menulis Skripsi, terutama kesesuaian dan seberapa pentingnya rujukan dalam bentuk buku cetak maupun PDF dalam penulisan skripsi. Sesi selanjutnya kemudian adalah sosialisasi buku panduan skripsi bersama Dr. Fajar Pramono

Pada kesempatan ini, Dr. Fajar Pramono menjelaskan mengenai jenis penelitian yaitu penelitian murni dan penelitian terapan yang kemudian diikuti dengan penjelesan mengenai berapa metode pengambilan data diantaranya adalah Survey, Experiment, Grounded Research, dan Literature. Dalam kaitannya proposal sebagai sebagai persiapan utama untuk memulai sebuah penelitian, beliau menekankan mahasiswa wajib memperhatikan visibilitas dan pertimbangan waktu sebelum memulai skripsi karena dari sejumlah kasus, beberapa proposal yang sudah jadi tidak bisa dipakai dan mengulang kembali dengan sebab kurang mempertimbangkan waktu. Untuk mahasiswa SAA, beliau menyarankan agar tidak buta akan penelitian lapangan meskipun metode pengolahan data bersifat kualitatif. “Luangkanlah waktu kalian untuk memikirkan skripsi ini setiap hari, minimal 15 menit sehari. Itu bukti bahwa kalian serius kepada tugas akhir.” Begitu Dr. Fajar Pramono menutup sesi materinya. Sebelum Jum’atan, materi dilanjutkan dengan penjabaran singkat dari as-sayid Shofwan mahasiswa Prodi IQT semester 8 tentang program layout skripsi.

Coaching Cluster Program Studi

Bapak Kaprodi Studi Agama-Agama, Al-Ustadz Asep Awaludin, bersama Koordinator LPPM Prodi al-Ustadz Muttaqin, M.Ud Mengawal jalannya diskusi di Cluster Program Studi

Setelah sholat Jum’at dan makan siang, mahasiswa kembali berkumpul. Namun kali ini, suasana sedikit berbeda karena perkumpulan dibagi menjadi cluster tiap- tiap prodi. Sesi ini adalah sesi coaching intensif oleh Kaprodi dan dosen pembimbing masing- masing. Adapun pemateri di cluster SAA adalah al- Ustadz Asep Awaludin, M. Ag dan al- Ustadz Muttaqin, M. Ud. Beliau berdua memberi kesempatan kepada beberapa mahasiswa Studi Agama- Agama untuk mengemukakan ide mereka yang nantinya akan ditulis dalam proposal pengajuan skripsi. Sesi ini juga menjadi ajang untuk memesan (booking) judul masing- masing mahasiswa. Ustadz Asep mengatakan “Siapa yang memaparkan ide penelitiannya siang ini, maka ide dan judul penelitian sudah menjadi hak miliknya dan tidak boleh diapakai oleh mahasiswa lain.” Setelah penyampaian ide pokok yang akan menjadi bahasan oleh mahasiswa, pembimbing kemudian memberi masukan dan komentar. Hal ini dirasakan sangat penting, karena  seluruh mahasiswa SAA yang hadir bisa mendengar langsung evaluasi, komentar, dan masukan dari dosen pembimbing dan diharapkan mampu memudahkan mahasiswa untuk mengurangi kesalahan- kesalahan dalam penulisan proposal skripsi.

Diskusi Intensif di Coaching Cluster Program Studi

Setelah coaching tiap- tiap prodi, acara selanjutnya adalah penutup dan perfotoan bersama. Ketika penutupan, Bapak dekan berpesan “berkomunikasi dengan dosen tentang skripsi bisa kapanpun, dimanapun, dan siapapun, namun prioritaskan dosen dari prodi masing- masing” Dari acara klinik proposal ini, mahasiswa diharapkan untuk memberikan perhatian lebih pada tugas akhir masing- masing dengan sering  berkomunikasi kepada dosen pembimbing dari prodi. Tentunya hal ini sangat mudah dilakukan karena sistem UNIDA yang berasrama selama 24 jam. (Azzamul Azhar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *