Kuliah Online di Spotify: ‘In Our Time: Religion’

kuliah online spotify
kuliah online
Pendiri – Melvyn Bragg Inisiator saluran In Our Time

Kuliah Online di Spotify: ‘In Our Time: Religion’

Industri 4.0 menuntut hampir seluruh cabang keilmuan terkait dengan perkembangan teknologi. Mengutip Bernard Marr, pengembangan industri 4.0 melibatkan computers are connected and communicate with one another to ultimately make decisions without human involvement.Kombinasi antara sistem cyber-physical, Internet of Things, dan Internet of Systems memungkinkan perkembangan realitas Industri 4.0 termasuk pabrik pintar (smart factories) menjadi kenyataan. Dari dukungan mesin pintar yang terus menjadi lebih pintar karena mendapatkan akses ke lebih banyak data, pabrik-pabrik industri akan menjadi lebih efisien dan produktif; baik dari segi material maupun energinya. Dalam bidang pendidikan, tenaga manusia pun akan sedikit banyak terasistensi oleh penemuan teknologi seperti software atau aplikasi yang ada di dalam alat-alat pinter seperti smartphone dan komputer. Kekuatan sebenarnya dari Industri 4.0, pada akhirnya, adalah jaringan mesin-mesin pintar yang terhubung secara digital satu sama lain, membuat, dan berbagi informasi itu.

Spotify sebagai Saluran Kuliah Online

Spotify  pun demikian. Aplikasi yang bisa didownload baik di sistem Android atau IOS dan juga bisa diakses melalui webpage menyediakan lebih dari 50 juta trek audio secara gratis semenjak tahun 2008. Tercatat, ada lebih kurang 232 juta pengguna aplikasi asal Swedia ini. Termasuk 108 juta pelanggan (premium) dan 79 pasar audio. Jikalau kita memahami betul tantangan yang diberikan oleh era 4.0 dalam konteks perguruan tinggi, Spotify bisa menjadi senjata terbaik kita dalam memahami materi perkuliahan.

Pasalnya, kita tidak hanya menemukan saluran musik favorit kita atau mendengarkan tilawah ayat al-Qur’an dari Qari’ ternama secara online, namun juga menemukan podcast bertemakan kajian ‘serius’ semacam filsafat, teologi, sosial, lingkungan, dan juga teknologi. Podcast sendirinya adalah episode audio digital atau file video yang dapat didownload atau didengarkan secara online. Artinya, lewat aplikasi ini, kita bisa belajar atau kuliah secara online di manapun, kapanpun kita mau.

 In Our Time, adalah salah satu podcast terfavorit dengan konten audio yang bernas dan berkualitas. Podcast ini pertama kali dipopulerkan sebagai salah satu saluran radio BBC oleh Melvyn Bragg, seorang Politisi, Penulis, dan Broadcaster asal Inggris. In Our Time memiliki cabang atau ‘anak’ trek audio yang bernamakan: ‘In Our Time: Religion’ (IOTR). Podcast ini memperdengarkan dialog antara Bragg sebagai moderator dan tamu-tamu ahli dan peneliti dalam Studi Teologi dan Agama dalam waktu antara 45 sampai 50an menit. Otoritas dan keahlian para tamu undangan inilah yang menjadikan diskusi yang diperdengarkan sangat berkualitas. Dalam catatan redaksi, ada lebih lima puluhan podcast yang tersedia di IOTR.   Jika civitas akademika Prodi Studi Agama-Agama ingin melahap seluruh materi kuliah online yang ada di IOTR, kita membutuhkan paling tidak 40 jam! Fantastis!

Lihat Juga: Literasi di Era Disrupsi

Maria Magdalene
Berlutut – Maria Magdalena duduk berlutut tepat di bawah Yesus Kristus yang tengah disalib.

Di antara topik-topik ‘kuliah yang paling menarik, misalnya saja, episode Maria Magdalena. Maria Magdalena (Mary Magdalene) adalah figur yang sebagaimana dicatat oleh perjanjian baru (New Testament) menyaksikan langsung proses penyaliban Yesus. Tidak hanya itu. Maria Magdalena juga diklaim sebagai salah satu orang yang melihat Yesus setelah dibangkitkan dari makamnya (Matius 28:10, Lukas 24:9-10). Diskusi menjadi menarik ketika identitasnya menjadi topik perdebatan sengit dalam tradisi Bibel Komunitas Gereja Barat. Pasalnya, Maria Magdalena diasumsikan sebagai seorang ‘sintesis’ antara seorang perempuan pendosa yang bertaubat dan Maria dari Bethani (Lukas 7:36-50). Berbeda dengan pembacaan Bibel ala Gereja Barat yang berkiblat ke Romawi, tradisi Ortodoks Timur justru menggambarkan Maria Magdalena dan Maria dari Bethani sebagai dua orang wanita yang berbeda. Kedua pembacaan yang beragam dari tradisi Gereja yang berbeda inilah yang di suatu titik, melahirkan pertanyaan-pertanyaan kontroversial terutama terkait dengan relasi yang dimiliki Maria Magdalena dengan Yesus.

Perdebatan itulah kemudian yang diulas di IOTR. Tidak tanggung-tanggung. Dalam podcast itu, Bragg mendatangkan tiga ahli sekaligus. Pertama, adalah Joanne Anderson. Dosen Sejarah Seni di Warburg Institute, School of Advanced Study, University of London. Tamu kedua adalah Emaon Duffy. Yang kedua ini adalah Profesor Emeritus dalam bidang Sejarah Kristen di University of Cambridge. Ahli yang ketiga, adalah Joan Taylor. Beliau adalah Peneliti di Magdalene College dan Profesor di bidang Christian Origins and Second Temple Judaism di King’s College London. Diskusi seperti inilah yang tentu saja menarik untuk diikuti. Lewat Spotify, kesemuanya itu bisa kita dengarkan secara gratis! Pernahkah anda mendengarkan kuliah dari tiga ahli bertaraf internasional di bidang Kristologi secara cuma-cuma?

Lihat Juga: Dialog antar Agama 4.0

KaryaRock of Ages Science and Religion in the Fullness of Life (Stephen Jay Gould)

Contoh menarik lainnya adalah podcast berjudul Science and Religion. Dalam durasi hampir 45 menit, Melvyn Bragg dan para pembicara tamu mendiskusikan area pertemuan dan konflik antara sains dan agama dalam peradaban Barat. Guna memetakan itu, Bragg mengundang Palaeontologis asal Amerika penulis Rocks of Ages: Science and Religion in the Fullness of Life, Stephen Jay Gould.

Dalam bukunya, Gould menulis,  “Science tries to document the factual character of the natural world, and to develop theories that co-ordinate or explain these facts. Religion, on the other hand, operates in the equally important but utterly different realm of human purposes”. Ini artinya, sesungguhnya memang ada ruang dialog antar agama dan sains. Namun sampai sejauh mana batas-batasan ‘pertemuan’ dan ‘konflik’ antar keduanya dalam Worldview Barat, itulah yang ditinjau kembali. Pendapat Gould kemudian dibincangkan lebih lanjut oleh John Haldane, Profesor bidang Filsafat dari University of St Andrews dan Dosen Teologi di Cambridge University. Sosiolog dan Profesor Tamu di bidang Kebijakan Sosial, Bradford University, Hilary Rose pun turut meramaikan.

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba kuliah online lewat Spotify(Rizal Maulana)

Sumber:

https://www.timeshighereducation.com/hub/jisc/p/preparing-education-40

https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2018/09/02/what-is-industry-4-0-heres-a-super-easy-explanation-for-anyone/#4d007d579788

https://open.spotify.com/show/16FphFH7H02gtarFgTlFkK

https://www.bbc.co.uk/programmes/b0717j1r

The Holy Bible: King James Version. (Peabody, MA: Hendrickson Publishers, 2014).

Barry J. Beitzel, Biblica – The Bible Atlas A Social and Historical Journey Through the Lands of the Bible (Willoughby, NSW: Global Book Publishing, 2008).

Stephen Jay Gould. Rocks of ages: science and religion in the fullness of life. (New York: Ballantine Pub. Group, 1999).

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *