Literasi di Era Disrupsi: Mengkaji bersama Prof. Dr. Muhammad Chirzin

Literasi di Era Disrupsi: Kuliah bersama Prof. Dr. Muhammad Chirzin

Literasi di Era Disrupsi: Mengkaji bersama Prof. Dr. Muhammad Chirzin

Yogyakarta – Sabtu, 10 Agustus 2019 lalu, Sejumlah Dosen Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor bersilaturahim dengan Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.A. di kediaman beliau di Yogyakarta. Rombongan ini diketuai oleh al-Ustadz Kharis Majid, M.Ag. selaku Redaktur  Journal of Religious Comparative Studies (JRCS), al-Ustadz Indra Ari Fajari, M.Ag., al-Ustadz Tonny Ilham Prayogo, M.Ag., dan al-Ustadz  Rizal Maulana, M.A. Kunjungan yang semula bertujuan untuk menyampaikan surat kesediaan reviewer untuk  JRCS  ini kemudian diikuti dengan diskusi intens soal dunia literasi. Guru Besar bidang ilmu al-Qur’an dan Tafsir UIN Jogja itu mengajak kawula muda muslim terutama civitas akademika Prodi SAA UNIDA Gontor dalam menggeluti dunia literasi.

BERKAH- Prof. Dr. Muhammad Chirzin menandatangani buku Literasi di Era Disrupsi sebagai hadiah ke Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor.
BERKAH- Prof. Dr. Muhammad Chirzin menandatangani buku Literasi di Era Disrupsi sebagai hadiah ke Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor.

Profesor Muhammad Chirzin, bersama komunitas Sahabat Pena Kita (SPK) ,ternyata baru saja menerbitkan sebuah antologi berjudul Literasi di Era Disrupsi. Buku ini berisikan sejumlah pandangan kekinian terkait isu-isu literasi, terutama yang berkaitan dengan era industri digital 4.0 . Menariknya, komunitas SPK ini, berangkat awalnya dari WAG (Whatsapp Group) saja. Literasi di Era Disrupsi,  adalah antologi keenam yang lahir dari komunitas ini.

“Kita ada menulis wajib bulanan dengan tema yang berbeda. Untuk bulan ini, misalnya, temanya kemerdekaan. Semuanya kemudian menulis dan memang targetnya untuk diterbitkan.”  Demikian alumni Pondok Modern Gontor tahun 1978 ini menyampaikan.

Tidak hanya menulis wajib, namun, anggota grup tersebut juga ditekankan untuk menulis secara ‘sunnah’ dengan topik bebas sesuai dengan tanggal dan jadwal yang disepakati. Tulisan ‘sunnah’ ini, juga bertujuan tidak lain guna publikasi. Hal ini tentu saja menarik karena Whatsapp Group pada umumnya tidak mampu dimaksimalkan hingga mencapai hasil kerja yang real.

Komunitas SPK juga melaksanakan seminar dan ‘kopdar’ setiap 6 bulan sekali. Terakhir kali ini, mereka melaksanakannya di IAIN Tulungagung, di mana Dr. Ngainun Naim, Ketua LP2M IAIN Tulungagung juga termasuk pengurus inti dari SPK.  “Sebelumnya lagi di UINSA, Januari yang akan datang (akan diadakan) insya allah di UNISMA Malang. Inti acaranya adalah seminar kepenulisan.”  Begitu penjelasan ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Yogyakarta dan Anggota tim penyusun Tafsir Tematik Litbang Kemenag RI ini. Belakangan kemudian, kami mengetahui bahwa al-Ustadz Dr. Arfan Mu’ammar, M.Pd.I, alumni UNIDA Gontor tahun 2007 dan salah seorang koordinator CIOS pertama adalah Ketua dari komunitas ini. Dr. Arfan Mu’ammar dikenal di dunia kepenulisan indonesia lewat karya beliau, Studi Islam : Perspektif Insider / Outsider. 

Di akhir pertemuan, Profesor Muhammad Chirzin menghibahkan dua eksemplar dari Literasi di Era Disrupsi kepada Prodi SAA. Buku itu, langsung diberi tanda tangan oleh beliau sendiri. Semoga hibah buku ini bisa mendatangkan berkah bagi prodi SAA, terutama dalam menghidupkan semangat literasi. Terima kasih banyak, Prof! (Rizal Maulana)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *