Masjid Kerisik dan Pusat Urusan Agama di Thailand

Masjid Kerisik di Pattani

MASJID KERISIK

Pattani- (8/12/2019), perjalanan antar negara yang dilaksanakan oleh peserta Studi Pengayaan Lapangan (SPL) semester 6 fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor kampus Rabithah dilakukan semaksimal mungkin. Selain tujuh objek utama yang direncanakan oleh panitia, peserta SPL juga mengunjungi beberapa situs historis di Thailand. Salah satunya adalah Masjid Kresik. Masjid ini dikenal juga “Krue Se Mosque” atau “Pitu Krue Ban Mosque” dalam bahasa Thailand. Terletak di wilayah Pattani Thailand.

Baca Juga : Pengajian Akbar Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat

Kata Kerisik merujuk pada makna pasir di kawasan pantai putih yang terlihat seperti mutiara disana. Kisahnya adalah ketika pada zaman dahulu, seorang Arab berlayar ke pantai tersebut, mereka menamakan kawasan ini “Lu’lu’ ”. Kemudian diangkat menjadi nama sebuah kampung yang kini dikenal sebagai Tanjung Lu’lu’.

Nama resmi masjid Kerisik ialah “Masjid Sultan Muzaffar Shah”. Masjid ini adalah masjid yang pertama kali dibangun di Asia Tenggara dengan menggunakan bata merah Kampung Tarab Bolayang didapat di Gamia, Muang, Pattani. Model bangunan masjid ini mengikuti gaya masjid di Timur Tengah yang cara penyusunan batanya dilakukan dengan campuran kulit kerang dengan beras pulut hitam yang ditumbuk, kemudian bahan tersebut dicampurkan adonan telur putih dengan manisan cair. Cara ini merupakan cara yang biasa dilakukan oleh masyarakat Melayu kala itu.

            Masjid ini dibagun pada zaman Sultan Muzaffar Shah pada tahun 2057 B,E / 1514 A.D (Anan Watanikorn 2531 : 64) dibantu oleh Syekh Shafiyuddin Al Abbas, seorang Ulama fiqih yang digelar Datok ‘Faqih Diraja. Setelah selesai pembangunannya , Masjid Kresik ini dianggap sebagai masjid resmi Kerajaan Melayu Pattani Darussalam. Selain berperan sebagai tempat ibadah, ia dijadikan pusat urusan Agama Islam dan juga sumber pengkajian berbagai bidang ilmu- ilmu keislaman.

Baca juga : PERISTIWA LUKA, MASJID SULTAN MUZAFFAR SHAH

Pada tanggal 28 April 2004, masjid ini menjadi saksi sejarah atas kekejaman pihak pemerintah yang secara tiba- tiba menyerang jamaah masjid yang sedang melaksanakan sholat. Masjid dikepung oleh sekelompok oknum dari tentara Thailand yang diketahui sangat anti muslim. Peristiwa ini merenggut sebanyak 108 nyawa orang yang tak berdosa dan menjadi satu tragedi besar bagi umat muslim di Thailand. (Rohimul Amin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *