MELACAK JEJAK YAHUDI DARI SURABAYA: MENGKAJI BERSAMA MENACHEM ALI

Bersama Menachem Ali

 

 

SURABAYA- Senin Sore, 15 April 2019, Sejumlah rombongan Dosen Program Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor yang terdiri dari al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, MA, al-Ustadz Tonny Ilham Prayogo, M.Ag., al-Ustadz Kharis Majid, M.Ag., al-Ustadzah Farhah, M.Ag, dan al-Ustadzah Ulfa Khusnatul Hidayah, S.Pd.I melaksanakan kunjungan akademik ke kediaman Menachem Ali, seorang Akademisi ahli Filologi Islam Asia Tenggara dan Studi Semitik di Rungkut, Surabaya. Tujuan dari kunjungan ini adalah terutama untuk silaturahim sekaligus memperkaya khazanah intelektual Tenaga Pendidik Prodi SAA. Diskusi berlangsung hangat namun tetap serius mengingat banyaknya data-data penting terkait kesamaan-kesamaan pesan ilahiyah yang ada di antara kitab suci. “Berangkat dari kajian filologi itu kita akan banyak menemukan benang merah dari risalah agama-agama. Bukan hanya tradisi dalam risalah agama-agama Saamiyah, tapi juga tradisi Arya.” Begitu beliau menegaskan di awal diskusi.

Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Prodi SAA di Sinagog, Manado
Bapak Dekan Fakultas Ushuluddin, al-Ustadz Syamsyul Hadi Untung MA., M.Ls, dan al-Ustadz Kharis Majid, M.Ag, beserta Mahasiswi Peserta Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Prodi SAA di Sinagog, Manado bersama Rabbi Jacob.

Pak Menachem Ali menenekankan Kajian teks lintas agama semestinya dilaksanakan guna mengafirmasi titik temu dan titik pisah dari agama-agama tidak hanya berdasarkan satu klaim saja namun juga berdasarkan studi perbandingan berdasarkan sumber teks-teks aslnya.  “Kita sebagai Muslim harus yakin bahwa Islam adalah agama yang terbenar. Harus yakin. Namun membuktikan Islam itu adalah agama yang terbenar kan tidak cukup (hanya dengan) dalil ‘pokoknya’ saja. Pokoknya kata al-Qur’an, dst. Kalau awam boleh lah, Tapi kita akademisi gak cukup begitu.” Beliau juga menyayangkan adanya liberalisasi pemikiran keagamaan, yang pada kenyataannya hanya membahas agama di permukannnya saja namun terbatas dalam referensi kajiannya. Solusinya, lagi-lagi menurut Pak Menachem Ali adalah merujuk sumber suci dalam agama yang ditulis dalam bahasa aslinya: Hebrew, Sanskrit, Tamil, atau Pali.

Buku Karya Menachem Ali
Buku Karya Menachem Ali

Sepanjang diskusi, Dosen Prodi SAA menemukan sejumlah fakta terkait kedekatan ilmu antara Pak Menachem Ali dengan Prodi SAA. Misalnya, Pak Menachem Ali ternyata merupakan keluarga satu generasi dengan Rabbi Yaqob yang menjadi tuan rumah objek Sinagog tujuan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Kampus Putri Mantingan tahun kemarin. Al-Ustadz Abdullah Muslich Rizal Maulana, juga ternyata menggunakan edisi Bhagavad Gita –kitab suci ummat Hindu bagian dari Mahabharata- yang sama dengan yang digunakan oleh Pak Menachem Ali, yaitu edisi yang dikomentari oleh Sri Swami Prabuphada. Dan seterusnya.

Tradisi Pesantren juga menjadi topik diskusi bersama Pak Menachem Ali sebagai salah sebuah proses kebahasaan. Santri yang artinya adalah murid yang membaca kitab suci diambil dari bahasa Tamil, sementara Sastri adalah istilah Sanskrit bagi murid yang membaca kitab suci Veda (Sastra).  Ini artinya, ada perjalanan panjang bagi sebuah kata dalam bertransformasi ke Nusantara. Bahasa Arab pun demikian. “Orang jawa kalau berpuasa bilang poso atau shiyam. Nah bahasa arab ini menarik, karena jikalau sudah bicara bahasa jawa kromo, yang digunakan mesti bahasa jawa yang serapan bahasa Arab.” Begitu Pak Menachem Ali menjelaskan.

Sebelum pulang, Rombongan membeli salah satu monograf karya Pak Menachem Ali yaitu “Aryo-Semitic-Philology: The Semitization of Vedas and Sanskrit Elements in Hebrew and Abrahamic Texts sebanyak lima eksemplar untuk menambah inventaris perpustakaan Prodi Studi Agama-Agama. Ke depannya, di harapkan setelah kunjungan ini Pak Menachem Ali bisa diundang untuk mengisi semacam workshop filologi untuk level dosen atau studium generale untuk para mahasiswa dengan topik Judaisme. Teman-Teman SAA, siap-siap ya!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *