Melihat Komunitas Baha’i di Jakarta

photo-bahai-studi-pengayaan-lapangan-ushuluddin-unida-gontor

Melihat Komunitas Baha’i di Jakarta

Jakarta – Demi memperluas wawasan sekaligus menunaikan tugas akademik perkuliahan, mahasiswa semester 6 Studi Prodi Studi Agama – Agama Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Kampus 4 Kediri mengadakan Studi Pengayaan Lapangan (SPL). Tahun ini, para mahasiswa yang berjumlah 14 orang itu memilih Jakarta sebagai destinasi. Kegiatan ini diawali dengan pengarahan pada hari Kamis, 8 Rabi`ul Tsani 1441 / 5 Desember 2019 oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Al Ustadz H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.Ls. Kegiatan ini direncanakan akan berlangsung selama satu pekan atau sampai dengan Kamis, 15 Rabi`ul Tsani 1441 / 12 Desember 2019.

Rombongan mahasiswa yang berjumlah total 14 orang beserta seorang dosen pembimbing tiba di Jakarta pada Jum`at, (6/12). Tepat pukul 18.30 di hari yang sama, diadakan briefing awal bersama mahasiswa Akidah Filsafat Islam dari kampus yang sama (dengan jumlah mahasiswa sebanyak 12 orang) mengenai objek – objek yang kelak dikunjungi selama SPL ini.

Di hari pertama, Sabtu (7/12), para mahasiswa beserta dosen – dosen pembimbing mengunjungi Kantor Hubungan Masyarakat & Pemerintahan Majelis Rohani Nasional Baha`i Indonesia yang terletak di Jl Taman Tanah Abang III No. 30. Di sana, mereka bersama – sama mempelajari agama ini sebagai sebuah kepercayaan yang diprakarsai oleh Baha`ullah, seorang putra mahkota kerajaan Persia yang lahir pada awal abad 19. Agama yang memiliki ajaran utama berupa kesatuan dan persatuan ini ternyata merupakan agama yang cukup pesat perkembangannya. Hal ini didukung oleh fakta bahwa persebaran agama ini ternyata telah mencakup 191 negara di dunia.

Suasana Diskusi bersama Jemaat Baha’i

Kunjungan pagi itu diawali dengan obrolan santai mengenai prinsip – prinsip dasar Baha`i. yang dibawakan oleh Dr. Astin beserta asistennya, Riaz. Di antara beberapa poin dari pemaparan mereka adalah bahwa 1) Baha`i merupakan agama yang mengajarkan kesatuan dan persatuan umat manusia; 2) Baha`i membenarkan Tuhan dan ajaran seluruh agama; 3) Baha`i meyakini bahwa Baha`ullah adalah nabi yang diutus dan sesuai dengan umat zaman sekarang; 4) Baha`i mengajarkan kepada penganutnya untuk tetap mencari kebenaran masing – masing, kendati telah memeluk agama Baha`i sejak lahir.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan menonton bersama film dokumenter mengenai Baha`i dan diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama para penganut Baha`i. Antusiasme para peserta SPL cukup baik, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan pada sesi pertanyaan yang dibarengi dengan respon aktif terhadap berbagai macam pemaparan yang disampaikan oleh  narasumber.

Di akhir kunjungan, pihak peserta dan narasumber saling bertukar cinderamata. Tak lupa, menyusul setelahnya, para peserta disertai dosen – dosen pembimbing mengadakan perfotoan bersama dengan para narasumber sebagai bentuk dokumentasi. (El Azizy Andi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *