Metaphysics in The Epistimology of Islam and The West

Studi Agama Agama Unida

Oleh : Ridho Ramazani, S.Ag
Rabu, 02 Januari 2019

Pada pembahasan kali ini kami mahasiswa Studi Agama-Agama ingin memaparkan kedua sudut pandang yang signifikan tentang Metafisika yang akan dikemukakan oleh Ustadz. Ridho Ramzani, S.Ag. Beliau adalah lulusan Unida Gontor jurusan Studi Agama-Agama, selanjutnya beliau melanjutkan studi Pascasarjana serta mengikuti Program Kaderisasi Ulama (PKU). Dalam pemaparannya beliau membahas tentang Metafisika. Metafisika dalam bahasa latin yaitu : After or Behind Physcal Realita. Pengertian tersebut memberikan kita pelajaran serta keimanan bahwa ada suatu makhluk yang hidup walaupun tidak dapat dilihat oleh panca indra. Pemateri juga menambahkan perbedaan islam dan Barat dalam memandang Epistimologi sebagai berikut : 1).Bangsa barat hanya menggunakan rasio dan empiris, sedangkan Islam mempunyai konsep Metafisika, 2).Umat Islam bersandarkan kepada Al-Qur’an dan wahyu sedangkan Barat tidak, 3).Barat hanya menggunakan sains dan ilmu pengetahuan sedangkan Islam menggunakan ilmu pengetahuan juga mengunakan hati (iman), sylogism dan demonstration. Dapat disimpulkan bahwa Islam memandang Metafisika tidak sebelah mata dalam mempelajarinya, tetapi menggunakan wahyu dan akal. Dengan menggunakan kedua unsur tersebut, sehingga pemikiran manusia menjadi terarah dan bukan hanya sebatas pemikiran rasio yang bersifat empirisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *