Mohamed Salah Menginspirasiku Berislam

Mohamed-Salah-menginspirasiku-berislam-saa-studi-agama-agama-unida-gontor

Mohamed Salah Menginspirasiku Menjadi Seorang Muslim

Leeds- (4/9) Ben Bird, pemegang tiket musiman di Nottingham Forest mengaku baru saja bersyahadat. Yang mengejutkan, Bird mengaku bahwa motivasi terbesarnya untuk memeluk agama Islam adalah Mohamed Salah, Bintang Liverpool asal Mesir. Di halaman pertama artikel Guardian, Bird menulis, “I have gone from hating Islam to becoming a Muslim.” Bird mengaku, bahwa dia sangat berterima kasih pada Salah dan sangat ingin bertemu dengannya. Berkat Salah, Bird merasa dia bisa menjadi seorang Muslim tanpa harus kehilangan jati dirinya sebagai pemegang tiket musiman di Nottingham Forest. “I’d love to meet him, just to shake his hand and say “Cheers” or “Shukran”. Tulisnya lagi.

Mohamed-Salah-menginspirasiku-berislam-saa-studi-agama-agama-unida-gontor-Bird
Muallaf- Ben Bird, mantan pembenci Islam yang mendapat hidayah melalui sosok Mohamed Salah

Dalam catatan gulfnews, Bird juga mengaku, bahwa masa lalunya pun cukup traumatik terhadap Islam. Ia menceritakan bagaimana ia sangat menyesal karena semasa kecilnya dulu, Bird gemar mengunjungi media online sayap kanan yang gemar mencitrakan negatif Islam dan pengikutnya. Bird menangkap kesan yang sangat menyeramkan dari umat Islam, meskipun dia tidak pernah bertemu dengan seorang Muslim pun.

Membahas Disertasi tentang Mohamed Salah

” Even though I had these horrible ideas of Islam, I would never say them to a Muslim. At this point I didn’t know any Muslims. My degree in Middle Eastern Studies at the University of Leeds changed everything.

Bird adalah seorang mahasiswa pascasarjana bidang Studi Timur Tengah (Middle-Eastern Studies) di University of Leeds. Suatu ketika, dalam proses penelitian disertasinya yang berjudul, “Mohamed Salah a Gift from Allah.” Topik disertasi ini terinspirasi dari lagu-lagu fans Liverpool yang selalu dinyanyikan di setiap pertandingan. Ide itu datang ketika Bird berdiskusi dengan Dosen dalam materi Dyslexia-nya guna mencari judul disertasi, yang kemudian memberikan pertanyaan, ” What about Mohamed Salah’s song?

Pertanyaan itu, menginspirasi Bird untuk berefleksi lebih lanjut tentang dakwah keislaman yang terpancar dari diri Salah. Dalam pandangan Bird, permainan cantik yang diberikan Salah di lapangan adalah bagian dari pertarungan atas Islamophobia di media maupun kancah politik.

Lirik lagu itu adalah sebagai berikut:

“If he’s good enough for you, he’s good enough for me.

“If he scores another few, then I’ll be Muslim too.”

“If he’s good enough for you, he’s good enough for me.

“Sitting in the mosque, that’s where I wanna be!

“Mo Salah-la-la-la, la-la-la-la-la-la-la.”

Baris lirik kedua, “If he scores another few, then I’ll be Muslim too” sangat menohok hati Bird. Dalam perjalanan penelitiannya, Bird menemukan sejumlah fakta unik terkait keislaman. Fakta-fakta itu terutama terelaborasi berdasarkan interview yang dia lakukan dari sejumlah narasumber. Salah, di mata banyak narasumber adalah figur yang mencontohkan bahwa seorang Muslim, harus mengikuti Islam sebagaimana seharusnya. Faktanya memang, banyak kasus Islamophobia yang dikarenakan tabiat dan tingkah laku Muslim yang justru tidak Islami.

” When Salah scores I think he’s scoring for the faith. When he won the Champions League I said to my friend that was a victory for Islam. After each of his goals Salah practises the sujood (prostration) and exposes a very Islamic symbol to the world. How many people watch the Premier League every week? Millions globally. “

Mohamed-Salah-menginspirasiku-berislam-saa-studi-agama-agama-unida-gontor-champion-putri
Penyayang- Mohamed Salah beserta putrinya usai memenangkan juara Liga Primer Musim lalu.

Mohamed Salah dan Islamophobia

Seorang Mohamed Salah jadinya tidak hanya mencetak gol, namun juga memperjuangkan keislaman di kancah global. Menurut sebuah riset yang diadakan Stanford University’s Immigration Policy Lab , kehadiran Salah telah menurunkan level Islamophobia dari tahun 2015 hingga 2018 sebanyak 18.9 persen. Studi ini mengambil sampel besar data dari 25 departemen kepolisian di Inggris dan analisa kekerasan dunia maya sejumlah 15 juta tweets dari Twitter.

Berkat Mohamed Salah, Liverpool jadinya menjuarai dua Piala sekaligus. Piala Liga Champhions Musim lalu, sekaligus Piala di hati Umat Islam. Semoga! (Rizal Maulana)

Referensi:

https://www.theguardian.com/football/2019/oct/03/mohamed-salah-inspired-me-become-muslim-liverpool-islam

https://www.legit.ng/1262765-mohamed-salah-nottingham-forest-fan-ben-bird-admits-egyptian-helped-convert-islam.html

http://english.ahram.org.eg/NewsContent/6/53/352112/Sports/Talents-Abroad/Mohamed-Salah-inspired-me-to-become-a-Muslim,-form.aspx

https://gulfnews.com/world/mohamed-salah-showed-me-that-you-can-be-normal-and-a-muslim-1.1570112512868

https://www.thenational.ae/world/europe/mo-salah-may-have-caused-fall-in-islamophobia-in-liverpool-says-report-1.869695

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *