Organisasi ala GPIB Jemaat Immanuel

Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel WR. Sufratman

GPIB Jemaat Immanuel

Kamis, 5 September 2019

Obyek kunjungan Mahasiswi Studi Agama- Agama, Universitas Darussalam Gontor  selanjutnya adalah Gereja Protestan Indonesia Barat Jema’at Immanuel.

Gereja ini merupakan salah satu yang masih kental dengan peninggalan Belanda dan Portugis. Sebutan GPIB bukan berarti secara geografis di wilayah barat, melainkan berorientasikan pada catatan historisnya. Portugis dan Belanda yang pertama datang ke Indonesia, dengan membawa salah satu misinya, yakni menyebarkan ajaran Gereja. Setelah Belanda dan Portugis meninggalkan Indonesia timbul permasalahan yang serius mengenai nasib Gereja- Gereja yang telah berdiri. Hal ini adalah awal dari pembentukan Gereja Protestan Indonesia Barat.

Gereja yang berletak di jalan W.R. Supratman ini berpusat di Mataram. Anggota Gereja ini tergolong banyak karena telah mencapai 1400-an kepala keluarga. Pusat GPIB berada di Gambir, Jakarta. Saat ini, GPIB tersebar di  27 propimsi di luar Papua, Ambon, Minahasa dan NTT. GPIB bukanlah hasil penginjilan, namun sejak dulu memang sudah ada jemaatnya.

Keorganisasian GPIB

Sistem organisasi GPIB seperti sistem pemerintahan, yang mana terdapat golongan, gaji tetap, dan pekerjaannya. Gereja ini juga memiliki program kerja tahunan. Salah satu program kerja tahun ini adalah “Membangun masyarakat sejahtera demi kesejahteraan umat dan kekuatan bangsa”. Program kerja ditentukan melalui sidang tahunan. Adapun yang dibahas dalam sidang tersebut adalah mengevaluasi program kerja tahunan dan merancang tema atau program kerja penggantinya.

gereja imanuel WR. Sufratman
Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Immanuel WR. Sufratman

Sedangkan dari perbedaharaannya telah terstruktur. Pembiayaannya mandiri dari umat, sehingga setiap tahunnya ada setoran ke pusat guna disalurkan kepada para jema’at yang kekurangan dari segi ekonomi. Pembiyayaan ini juga disalurkan baik untuk personal jema’atnya maupun untuk kepentingan gereja tersebut. Dengan begitu para jema’atnya terbantu dari sumbangan para jema’at yang lainnya.

Kepemimpinan gereja akan berganti setiap lima tahun sekali. Sistem ini diadopsi dari sistem demokrasi yang sudah ada. Gereja juga memberikan jalan keluar terhadap permasalah yang dihadapi umat. Contoh permasalahan yang sering diberikan jalan keluar adalah LGBT, Transgender, pernikahan beda agama. Sebab permasalahan ini cukup ramai di masyarakat. Dengan fungsinya sebagai penengah bagi masyarakat, gereja hadir untuk memberikan solusi dengan memberika jalan keluar.

Yang menjadi ciri khas Gereja Protestan adalah masing- masing memiliki logo sendiri. Hal ini sebagai salah satu cara untuk menyampaikan nilai pada jemaatnya melalui simbol-simbol tersebut. Gereja Imanuel sendiri memiliki simbol yang terdiri dari gambar perahu, burung merpati, ranting, dan pelangi. Dan setiap simbol tersebut memiliki makna yang diwakiliknya. Seperti perahu yang menggambarkan seperti gereja yang sedang mengarungi samudra dan masih banyak lagi makna dari setiap simbol tersebut.

Rahmah Intan Muslimah dan Hidia Tarauni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *