Penutupan Simposium dan Konferensi Nasional ke-VII Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) serta Pelantikan Pengurus Baru

ASAI PENUTUPAN

Penutupan Simposium dan Konferensi Nasional ke-VII Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) serta Pelantikan Pengurus Baru

Surabaya – Sudah berjalan 2 hari dan 2 malam kegiatan berlangung, Simposium dan Konferensi Nasional ke-VII Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) pun ditutup secara resmi. Penutupan ini dirangkai dalam hearing  laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2015-2019 dan dilanjutkan dengan pemilihan ketua pengurus yang baru untuk periode 2019-2023.

Ketua pengurus periode 2015-2019, Ahmad Muttaqin, M.Ag, M.A, Ph.D bersyukur akan adanya perbaikan terus menerus dari tahun ke tahun kepengurusan, “Dari sisi keanggotaan ASAI masih didominasi oleh dosen, sejatinya kita juga mengajak seluruh elemen yang memiliki konsen pada Studi Agama Agama untuk bergabung pada ASA.” Jelas Sosiolog Agama lulusan University of Western Sydney ini. Beliau juga menambahkan, bahwa  asosiasi ini menjadi tempat diskusi kemajuan prodi SAA antar perguruan tinggi dan itu berdampak positif. Sebagai buktinya bahwa tren akreditasi prodi SAA mengalami peningkatan dimana pada tahun 2015 yang meraih nilai akreditasi A ada 4 prodi sementara pada tahun 2019 bertambah menjadi 7 prodi.

Hal lebih penting lainnya adalah bahwa ASAI telah menyatakan kesepakatan bersama ada 10 mata kuliah wajib pada prodi SAA. 10 Mata kuliah itu adalah: Pengantar Studi Agama, Sejarah Agama-Agama, Agama-Agama Dunia, Hubungan Antar Agama, Ilmu Perbandingan Agama, Religi dan Budaya Lokal Nusantara, Metodologi Penelitian Agama, Teori-teori Sosial Agama, Dialog Antar Agama, dan Resolusi Konflik Sosial Keagamaan. Ahmad Muttaqin, M.Ag, M.A, Ph.D kembali menegaskan bahwa tantangan besar prodi SAA saat ini adalah bagaimana bisa merespon era revolusi industri 4.0 yang berbasis pada dunia digital dan big data telah mempengaruhi berbagai lini kehidupan, termasuk kehidupan keagamaan.

ASAI PENGURUS BARU
SERIUS – Peserta Simposium dan Konferensi mendengarkan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus ASAI periode 2015-2019

Setelah selesai laporan pertanggungjawaban pengurus lama, acara dilanjutkan dengan pemilihan ketua pengurus yang baru. Atas kesepakatan bersama, Ahmad Muttaqin, M.Ag, M.A, Ph.D terpilih kembali menjadi nahkoda kapal ASAI untuk periode 2019-2023. Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Surabaya, Dr. Kunawi, M.Ag dalam sambutan penutupan acara ini memberikan ucapan selamat kepada ketua pengurus yang baru untuk kembali melanjutkan program kerja ASAI. “Kita mesti bisa menjadikan prodi SAA ini adalah juga kebutuhan masyarakat, sehingga mereka dengan suka cita datang berbondong ke kampus karena butuh prodi SAA” demikian samnbutan beliau.

Semoga ke depan Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) ini dapat terus berkembang dan berkontribusi besar untuk kemajuan prodi SAA khususnya dan menjawab tantangan zaman modernisasi dan globalisasi ini untuk tetap kuat dalam i’lai kalimati robbi. Aamiin ya rabbal’ alamin. (Nur Rosyid Huda Setiawan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *