Peringatan G30S/PKI di UNIDA Gontor

peringatan-g30s-pki-saa-studi-agama-agama-unida-gontor

Peringatan G30S/PKI di UNIDA Gontor

Gontor- Senin (30/9), Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melaksanakan peringatan G30S/PKI di Hall lantai 4 Gedung Utama UNIDA Gontor. Acara tahunan ini dilaksanakan berdasarkan instruksi langsung yang disampaikan oleh Bapak Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi dan dihadiri oleh segenap sivitas akademika UNIDA Gontor.

Dalam sambutannya, Profesor Amal menyampaikan, bahwa mahasiswa UNIDA harus waspada akan bahaya laten komunis, terutama yang saat ini disampaikan dengan gaya-gaya baru. Gaya baru ini, menurut beliau, menjadikan komunisme semakin sulit dilacak tetutama oleh generasi muda.

Adapun sejarah Pondok Modern Gontor sendiri sangat dekat dengan tragedi penyerangan PKI. Di antaranya adalah ketika Pondok Modern Darussalam Gontor terancam diserang oleh PKI pada tahun 1948. Dalam perjalanan melarikan diri bersama santri ke Kediri, jalur Trenggalek ternyata sudah dikuasi PKI. Kiyai Ahmad Sahal dan Kiyai Imam Zarkasyi, dua dari Trimurti Pondok Modern Darussalam Gontor pun ditangkap dan disiksa oleh PKI di kecamatan Sooko, Ponorogo

Tatkala menunggu eksekusi, terjadilah dialog sebagaimana disampaikan oleh Profesor Amal kepada wartawan:

Ben aku wae sing mati..Uduk kowe Zar, kowe isih enom, ilmu-mu luwih akeh, bakale pondok iki mbutuhne kowe timbangane aku. Aku wis tuwo, wis tak ladenani PKI kuwi..Ayo pak Zar, njajal awak mendahno lek mati…”

Artinya, “Biar saya yang mari, bukan kamu (karena KH Imam Zarkasyi adalah adik kandung beliau). Kamu lebih muda, ilmumu lebih banyak, pesantren ini lebih membutuhkan kamu daripada saya. Saya sudah tua, biar saya hadapi PKI-PKI itu. Ayo pak Zar, mencoba badan, walau sampai mati…”

Di depan segenap sivitas akademika UNIDA Gontor, Putra KH Imam Zarkasyi ini menyampaikan juga sejarah bagaimana dulu K.H. Shoiman Luqmanul Hakim memperjuangkan tanah wakaf di Mantingan. Tanah wakaf itu, adalah yang kemudian dijadikan PLMPM ( Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat) di bawah asuhan Dr. Ridho Zarkasyi, yang saat ini menjadi Kampus Pascasarjana Kampus Mantingan.

“Di Gontor itu juga, di samping ASPHO, ada penduduk rumahnya di situ. Dia PKI. Dia menjadi mata-mata yang menyampaikan rencana pembunuhan Kiyai kepada PKI.” Demikian Profesor Amal juga menyampaikan.

ASPHO itu sendiri adalah singkatan dari Asia Photocopy. Salah satu unit usaha pondok yang terletak tepat di pinggir jalan desa Gontor, di samping Gerbang Timur Pondok.

“Waspadai kejamnya PKI. Jelilah terhadap sejarah. Jelilah terhadap fakta.” Profesor Amal menutup sambutannya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan fakta kronologis kekejaman PKI hingga pasca pemberontakan G30S/PKI oleh Sekretaris Universitas, al-Ustadz Yuangga Kurnia Yahya, S.Th.I., M.A. dan menonton besama ‘Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI’ . (Rizal Maulana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *