Dugaan Perniagaan Gelap Organ Tubuh Kelompok Uyghur dan Falun Dafa

uyghur-persecution-muslim-saa-unida-gontor

Jenewa- Pada pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (Selasa, 24/09) kemarin, Pemerintah Cina dituduh telah melakukan kejahatan pengambilan paksa dan jual beli organ tubuh kelompok minoritas di Cina: Muslim Uyghur dan Falon Gong (Falun Dafa). Tuduhan tersebut dilayangkan oleh Juru Bicara China Tribunal, Hamid Sabi. dalam kesempatan dialog panas di Rapat Dewan Hak Asasi Manusia PBB kemarin, Sabi menyampaikan sejumlah tuduhan terkait dugaan tindakan pemerintah Cina yang mengambil organ tubuh masyarakat minoritas Cina yaitu Muslim Uyghur dan pemeluk Falon Gung dari mulai hati, ginjal, paru-paru, hingga kornea dan kulitnya.

Tuduhan itu ditolak dengan sangat keras oleh pemerintah Cina. Sementara Hamid Sabi sendiri, menyatakan memiliki bukti-bukti terkait dalam dugaan kejahatan itu. Sebagaimana dikutip oleh Businnessinsider, Sabi menyampaikan, “Forced organ harvesting from prisoners of conscience, including the religious minorities of Falun Gong and Uyghurs, has been committed for years throughout China on a significant scale.” Artinya, “Pengambilan organ secara paksa dari tahanan kepercayaan, termasuk kelompok agama minoritas Falun Dafa dan (Muslim) Uyghur telah terjadi di seluruh penjuru Cina dalam skala yang signifikan.”

Tegang- Hamid Sabi (tengah), Juru Bicara dan Ahli Hukum China Tribunal mengeluarkan pendapatnya di Majelis Hak Asasi Manusia PBB (Selasa, 24/9)

Tuduhan tersebut kemudian diakhir dengan, “killed to order… cut open while still alive for their kidneys, livers, hearts, lungs, cornea and skin to be removed and turned into commodities for sale”; “Korban dibunuh sesuai pesanan… dilukai hidup-hidup untuk ginjal, hati, paru-paru, kornea, dan kulitnya dipisahkan untuk kemudian dijual.”

China Tribunal sendiri, adalah organisasi pengadilan independen yang concern terhadap isu pengambilan organ manusia di Cina. Secara struktural, China Tribunal diinisasi oleh International Coalition to End Transplant Abuse in China (ETAC), sebuah organisasi nirlaba asal Australia. China Tribunal dipimpin saat ini oleh Sir Geoffrey Nice, mantan Profesor Hukum di Gresham College. Sir Geoffrey Nice tercatat pernah memimpin kasus tuntutan atas Slobodan Milosevic, mantan Presiden Serbia dalam kasus kejahatan Internasional di UN’s International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia antara 1998 dan 2006.

Sementara Hamid Sabi, sebagai seorang Juru Bicara juga merupakan ahli hukum internasional dalam bidang hak asasi manusia, arbitrasi, dan litigasi. Sebelum ini, Sabi pernah menyelidiki kasus pembunuhan masal tawanan politis Republik Iran di era 1980-an.

uyghur-falun-gong-falun-dafa-saa-studi-agama-agama-unida-gontor https://www.aljazeera.com/mritems/imagecache/mbdxxlarge/mritems/Images/2019/9/25/c494dc73f1834b74a00504e00a1d1719_18.jpg
Persekusi- Demo anti persekusi masyarakat Falun Gong di Cina

Komoditi Organ Tubuh Uyghur dan Falun Gong: Genosida Model Baru?

Dalam catatan independent.co.uk, kejahatan ini, jika kemudian terbukti bisa dikenai pasal genosida. Sabi juga membandingkan model kejahatan ini dengan persekusi rasial keagamaan yang terjadi di era-era sebelumnya. Menurutnya, aksi ini mirip seperti yang sudah terjadi pada umat Yahudi oleh Nazi, Pembantaian Komunis Khmer Rouge di Kamboja, atau genosida Rwanda dan Tutsi. “Ini merupakan kewajiban legal negara anggota PBB untuk menyelidiki tindakan kriminal ini.” Demikian katanya lagi.

Muslim Uyghur adalah umat Muslim minoritas beretnis Turki yang tinggal di wilayah Barat Jauh Provinsi Xinjiang, Cina. Persekusi atas Suku Uyghur, dalam catatan dimulai semenjak tahun 1930 namun memanas terutama dikarenakan aturan pemerintah Cina terkait penyatuan kultural Cina. setelah tahun 70-an. Persekusi itu juga didukung dengan tuduhan keterlibatan etnis tersebut sejumlah gerakan terorisme antar Benua seperti tingkah Turkistan Islamic Party (TIP) di Perang Sipil Suriah. Hari ini, tercatat kurang lebih 100.000 penduduk Uyghur berada di ‘kampung konsentrasi’ Pemerintah Cina.

Sementara Falun Gong/Falun Dafa adalah grup spiritual berdasarkan meditasi yang telah dibubarkan Cina semenjak 20 tahun lalu setelah sepuluh ribu orang anggotanya berdemonstrasi di Beijing dalam demonstrasi sunyi (silent protest). Ribuan anggotanya pun telah dipenjara hingga saat ini.

Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor terus berupaya meneliti topik ‘Hubungan antar Agama’ ; termasuk ‘hubungan mayoritas-minoritas umat beragama’ berdasarkan pandangan hidup Islam sebagai bagian dari riset akademik berkelanjutan dalam rangka dakwah Islamiyah. (Rizal Maulana/dari berbagai sumber)

Referensi

https://www.businessinsider.com/china-harvesting-organs-of-uighur-muslims-china-tribunal-tells-un-2019-9?r=US&IR=T&utm_content=buffer410b3&utm_medium=social&utm_source=facebook.com&utm_campaign=buffer-bi&fbclid=IwAR1S-rCY-rmmDe346rxlO35-FZtyxHB7thmr5nBeJSZ2BWwFL76qUeZPlxI

https://www.aljazeera.com/news/2019/09/urged-investigate-forced-organ-harvesting-china-190925081434736.html

https://www.independent.co.uk/news/world/asia/china-religious-ethnic-minorities-uighur-muslim-harvest-organs-un-human-rights-a9117911.html?fbclid=IwAR32AnCX5gp7O1gaA7yn4tBSbZtiJsgZWXy46gzljJyVthLCiBjez5FB9_M

https://apps.cndls.georgetown.edu/projects/borders/exhibits/show/the-xinjiang-conflict/current-independence-movement

https://www.hrw.org/reports/2005/china0405/china0405.pdf

https://web.archive.org/web/20120229150459/http://www.cacianalyst.org/newsite/newsite/?q=node%2F364

chinatribunal.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *