Immunity Tahajjud : Relasi Keajaiban Tuhan

seminar-kesehatan-terapi-tahajjud-immunity-kekebalan-rumah-sehat-avicenna-Universitas-Darussalam-Gontor-Kampus5-Kandangan

Kandangan- (Jum’at/24/1) Kesehatan merupakan nikmat bagi seluruh makhluk hidup, maka dari itu “SEHAT DENGAN TAHAJJUD” itulah tema yang diangka pada seminar kali ini. Kegiatan tersebut telah dikupas habis oleh Prof. Dr. Mohammad Soleh Drs. M.Pd selaku pembicara. Judul yang diangkat serta pembicara yang handal, cukup menyedot keingintahu-an seluruh mahasiswi ushuluddin di Universitas Darussalam Gontor Putri Kampus 5. Tidak hanya mahasiswi, turut hadir dalam seminar tersebut Al-Ustadz Hamim Syuhada’, M.Ud selaku bapak wakil pengasuh Pondok Modern Darussalama Gontor Putri Kampus 5, Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A.. M.Ls. selaku Dekan Fakultas Ushuluddin, Al-Ustadz Drs. H. M. Nuruddin Umar dan juga Al-Ustadz Kholid Karomi, M.S.I. selaku dosen senior di Kampus 5 Kandangan.

Prof. Dr. Mohammad Sholeh Drs. M.Pd. adalah seorang penemu dan peneliti immunity tahajjud (kekebalan tahajjud) ketika menjalani studinya di bidang kedokteran. Dalam kesempatan ini, dengan luar biasa beliau mampu membuat mata tidak terpejam sedikit pun ketika menunjukkan keajaiban shalat tahajjud ini. Tahajjud di sini bukan hanya sekedar qiyamu lail atau shalat yang setiap hari kita laksanakan. Pasalnya, praktek shalat tahajjud ini dilakukan sekitar 1-2 jam, sebagai bentuk terapi demi menyembuhkan berbagai penyakit khususnya penyakit kronis. Lebih tepatnya, kita diajak oleh beliau untuk meminta kesembuhan dari Yang Maha Memiliki Kesembuhan.

Pelajari : Sehat Dengan Sholat Khusyuk

“Bukan saya yang menyembuhkan! Semuanya saya ajak untuk meminta hanya kepada Allah… Allah..Allah…” begitu tuturnya dengan beberapa penekanan ketika bercerita tentang berbagai tuduhan masyarakat atas cara terapinya di ‘Rumah Sehat Avicenna’. Tempat tersebut berada di Kota Kediri, tepatnya di Desa Tempurejo Dsn. Kwangkalan Kec. Pesantren Kota Kediri. Di tempat tersebut, Beliau biasa menerapkan ilmu “Immunity Tahajjud”nya kepada para pasiennya.Terapi ini jelas terasa baru dan terasa terlalu ajaib karena penyakit kronis bisa sembuh karenanya. Penyakit yang dikatakan bahwa berbagai dokter telah menyerah atasnya. Namun berhasil sembuh ketika diajak untuk meminta kesembuhan lewat tahajjud kepada Allah SWT.

“Tidak ada yang mustahil di dunia ini ketika kita bersandar kepada Zat yang dengan mengatakan kun (jadilah) fayakun (maka jadilah)” Begitulah Prof.Dr. Mohammad. Sholeh, Drs. M.Pd. memberi wejangan. Lantas, mengapa kita masih ragu atas kekuasaan-Nya? Kita sendiri tahu bahwa Allah telah menciptakan seluruh bumi dan langit serta isinya. Jika hanya kesehatan yang kita pinta, apa yang sulit bagi-Nya. Maka keraguanlah yang menutupi mata kita dari kekuasaan-Nya. Dengan ini, mari kita bersama hanya bersandar kepada Allah. Karena tidak ada sandaran yang lebih pantas selain Dia. Mari kita memantaskan diri agar rahmat dan hidayah-Nya selalu mendampingi. Aamiin. (Mutiara Jannati/ SAA 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *