Religiusitas Kristen Model Tikala: Belajar bersama Gereja Advent Hari Ketujuh

advent studi agama-agama unida gontor

Religiusitas Kristen model Tikala: Belajar bersama Gereja Advent Hari Ketujuh

Gereja Advent Hari Ketujuh terletak di Tikala, Manado. Objek ini menjadi destinasi ketiga dari kegiatan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Prodi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor (Sabtu, 24/08/2019). Dalam kesempatan ini,  sivitas akademika Prodi SAA di bawah bimbingan Bapak Kaprodi, al-Ustadz Asep Awaludin, M.Ag, dan Dosen Pembimbing Akademik, al-Ustadz Kholid Karomi, M.Si berkesempatan untuk menemukan sejumlah keunikan dari sekte yang lahir di Amerika Serikat ini.

Di antara keunikannya adalah sejarah kelahiran Gereja Advent Hari Ketujuh (Seventh-day Adventist Church) yang sangat religius. Ilham Syarif, Pendeta Gereja yang ditemui sivitas akademika SAA menyampaikan bahwa asal muasal kemunculan sekte ini berakar dari krisis keimanan masyarakat Amerika pada abad 19. Tatkala itu, sangat banyak sekali umat Kristen yang keluar dari agamanya menjadi ateis. Di kala itulah, William Miller, seorang militer mengajak umat Kristiani yang masih bertahan untuk kembali mempelajari Al-Kitab dan berusaha memperbaiki ajaran-ajaran yang sudah pernah dipelajari.

Sekte ini akhirnya lahir secara resmi pada 22 Oktober 1984. Gereja Advent Hari Ketujuh, jadinya, berawal dari sebuah gerakan religiusitas yang berupaya mengajak umat Kristiani kembali pada Tuhan dan mempertahankan nilai-nilai ajarannya.

Keunikan yang lain yang dimiliki oleh sekte ini adalah, adanya sejumlah tradisi atau ritual yang berbeda dengan Katolik, terutama. Misalnya, Gereja Advent Hari Ketujuh tidak merayakan Sakramen Ekaristi yang major dilaksanakan umat Katolik. Sakramen Ekaristi atau Ekaristi (disebut juga dengan Misa) adalah ritual Katolik yang ditandai dengan memakan sebuah roti dan meminum anggur menyimbolkan daging dan darah Yesus.  Menurut Umat Katolik, Ekaristi dilaksanakan berdasarkan sejumlah ayat dalam Perjanjian Baru yaitu: Matius 26-28; Markus 14:22-24; dan Lukas 22:19-20. Penganut Gereja Advent, tidak melaksanakan itu.

Kristen Advent juga tidak merayakan Hari Natal, karena menurut mereka tidak ada rujukan yang valid kapan kelahiran Yesus Kristus, dan dalam Alkitabpun tidak disebutkan. Umat Gereja Advent menolak tanggal 25 Desember sebagai tanggal kelahiran Yesus.  Natal (Christmas) diambil dari Bahasa Inggris kuno ‘Christmesse’, yang maknaya  Misa Kristus.  Dalam pandangan Gereja Advent, sejarah perayaan Kristen tidaklah jelas. Sebagaimana fakta sejarah menyatakan bahwa perayaan kelahiran Yesus dimulai oleh umat Kristiani sejak abad ke-4 Masehi. Beberapa umat Kristiani menghitung tanggal kelahiran-Nya  berdasarkan hari kematian Kristus (Paskah) yaitu tanggal 25 Maret.

Di lain sisi, Hari Natal senantiasa dikaitkan dengan adat Romawi Kuno tentang Sol Invictus, Dewa Matahari. Dalam pandangan umat Advent, ada kemungkinan besar  bahwa umat Kristiani mengambil dan mengadaptasi perayaan pagan (penyembah berhala). Bukan justru murni tanggal kelahiran Yesus. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan kenang-kenangan dan photo bersama di altar Gereja. (Bilqis/Humaira/Ainun)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *