Sasaran dan Strategi Pencapaian

Sasaran dan Strategi yang akan dicapai oleh Program Studi Studi Agama-agama dirancang berdasarkan visi dan misi. Dengan mekanisme sebagai berikut:

A. SASARAN

Melahirkan lulusan terdepan dalam kualitas dan kuantitas karya ilmiah, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang Studi Agama-agama.

 

B.  STRATEGI PENCAPAIAN

Dalam upaya untuk mencapai visi, misi, tujuan, dan sasaran adalah dengan strategi menyosialisasikannya mulai dari awal calon mahasiswa mengenal fakultas, melalui media cetak dan elektronik. Kemudian dilanjutkan dengan orientasi fakultas yang diberikan pada saat Masa Orientasi Mahasiswa (MOS) baru.

 

Sosialisasi visi, misi, tujuan, dan sasaran, juga dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pada Kuliah Kerja Nyata (KKN), Studi Pengayaan Lapangan (SPL) dan kegiatan-kegiatan pembinaan masyarakat lainnya.

 

Sosialisasi juga dilakukan secara tertulis dengan memanfaatkan jaringan website, banner-banner (spanduk), dan brosur.

 

Pencapaian visi, misi dan tujuan dapat diwujudkan pada saat mahasiswa menyelesaikan tugas akhir. Sedangkan untuk mencapai program studi yang unggul ditargetkan pada 10-15 tahun mendatang.

 

Untuk tercapainya sasaran program studi, perlu dirumuskan strategi pencapaian yang secara umum sedang dilaksanakan sebagai berikut:

1.  Peningkatan Mutu dan Relevansi Pendidikan

a.  Meningkatkan Mutu Pembelajaran

1)  Memperkuat kualitas dosen dari segi keilmuan, meningkatkan fasilitas akses informasi dan memperkenalkan serta mendorong pemanfaatan metode pengajaran terkini.

2)  Meningkatkan suasana akademik, melalui penyediaan sarana-sarana interaksi antara dosen dan mahasiswa, agar tercipta suasana kondusif bukan hanya pada bidang pembelajaran namun juga pada bidang-bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

3)  Memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi komunikasi dalam proses pembelajaran.

4)  Mendorong peran aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran dengan melibatkan setiap dosen untuk memotivasi serta memicu kemandirian mahasiswa.

 

b.  Penajaman Kurikulum Berbasis Kompetensi

1)  Memperkuat kurikulum program studi sesuai konsentrasi keilmuan dengan mempertimbangkan relevansi kebutuhan stakeholders, sejalan dengan tujuan dan sasaran program studi.

2)  Melibatkan dosen, pakar, dan narasumber yang sukses dan berpengalaman, baik berasal dari kalangan akademisi maupun praktisi untuk melengkapi materi kurikulum.

3)  Membuka peluang sekaligus meningkatkan kerjasama, baik secara formal maupun informal, dengan berbagai institusi dan organisasi profesi untuk membuka wawasan serta mendekatkan mahasiswa dengan dunia kerja dan dunia usaha lainnya.

 

 

c.  Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu

1)  Membentuk dan terus memperkuat struktur unit penjaminan mutu.

2)  Mengembangkan sistem penjaminan mutu, dari tahapan rekruitmen dan seleksi mahasiswa sampai dihasilkannya lulusan yang bermutu untukprogram studi. Selain itu sistem penjaminan mutu juga mengembangkan standar kriteria-kriteria tertentu untuk rekrutmen tenaga pengajar dan tenaga pendukung.

3)  Mengembangkan kerjasama dan kemitraan dengan instansi-instansi terkait dalam pengendalian mutu.

 

d.  Peningkatan Daya Serap Lulusan

1)  Mengembangkan jaringan dan kerjasama dengan instansi pengguna output lulusan (user), baik dari instansi pemerintah maupun swasta, sehingga dapat memperpendek masa tunggu kerja.

2)  Mempelajari kebutuhan aplikasi dari pihak user, serta mempertimbangkan serta menyertakan aspek-aspek terkait dalam desain kurikulum, paling tidak dalam RPS materi perkuliahan.

3) Selain mempertajam kompetensi, mahasiswa juga dilengkapi dengan materi-materi softskill yang dirasa sangat penting untuk bisa segera beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.

 

2.  Peningkatan Mutu Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

a.  Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

1)  Mendorong dan memotivasi dosen untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat (abdimas) dengan sistem reward & punishment. Output penelitian dan abdimas ini juga akan dievaluasi untuk dikaitkan dengan persyaratan jabatan akademik.

2)  Mendorong keterlibatan mahasiswa bersama-sama dengan dosen untuk melakukan kegiatan penelitian dan abdimas, melalui sistem insentif tertentu.

3)  Memberikan training atau workshop untuk meningkatkan kemampuan meneliti, baik bagi para dosen maupun mahasiswa.

4)  Bekerjasama dengan organisasi di luar PT yang terkait, agar kegiatan penelitian dan abdimas dapat lebih terarah dan lebih berbobot.

 

b.  Peningkatan Publikasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

1)  Menyediakan serta meningkatkan status jurnal atau media lainnya sebagai wadah internal bagi publikasi hasil penelitian.

2)  Menginformasikan dan menyosialisasikan hasil penelitian dan kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat agar dapat men-stimulus stakeholders.

3)  Menjadikan kegiatan diseminasi hasil penelitian dosen dan mahasiswa, sebagai bagian dari kurikulum program studi.

 

 

3.  Pengembangan Pengelolaan Program Studi

a.  Mengoptimalkan Struktur Organisasi dalam Kerangka Good Government

1)  Mengembangkan organisasi yang transparan dan solid. Selain efisien dan produktif, organisasi juga harus bersifat adaptif dalam mengantisipasi perubahan lingkungan.

2)  Struktur dirancang demi tercapainya visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi.

3)  Membangun sistem tata pamong yang memenuhi aspek transparansi, akuntabilitas, bertanggung-jawab dan berkeadilan.

 

b.  Mengoptimalkan Pengelolaan masing-masing Program Studi

1)  Mengembangkan sistem informasi untuk membantu pengambilan keputusan di masing-masing fungsi dan tingkatan Studi Agama-agama sehingga pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan institusi.

2)  Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan penyelenggaraan program studi.

3)  Membuat SOP dari perekrutan mahasiswa sampai dengan pelacakan lulusan, agar organisasi dapat dievaluasi secara berkala demi peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan.

 

4.  Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia

a.  Penataan Jenjang Karir dan Peningkatan Kesejahteraan SDM

1)  Menata kembali sistem jenjang karir dan kesejahteraan yang diterima karyawan (tenaga pendukung) sesuai dengan persyaratan tertentu).

2)  Menyesuaikan kembali sistem kompensasi bagi para dosen tetap, dengan lebih mempertimbangkan aspek jabatan akademik, sertifikat pendidik, serta prestasi yang ditunjukkan dalam proses belajar mengajar.

3)  Mengembangkan sistem kompensasi bagi keterlibatan berbagai pihak (dosen tetap/tidak tetap, nara sumber, mahasiswa) dalam setiap aktivitas akademik, baik berupa pendidikan/pengajaran, penelitian dan abdi masyarakat.

 

b.  Meningkatkan Kualitas dan Profesionalisme Dosen dan Karyawan

1)  Mengalokasikan anggaran intern bagi dosen-dosen tertentu untuk studi lanjut ke jenjang lebih tinggi. Selain itu membantu dalam proses mendapatkan beasiswa baik yang berasal dari pihak swasta maupun pemerintah.

2)  Memberikan pelatihan atau pembekalan bagi para dosen secara berkala untuk meningkatkan kemampuan mengajar dan meneliti, baik yang terkait dengan metode pengajaran, metode penelitian, penguasaan bahasa asing, pemanfaatan teknologi informasi, maupun materi-materi softskill lainnya.

3)  Memberikan pelatihan atau workshop bagi karyawan secara berkala sesuai dengan lingkup pekerjaan mereka, agar mereka lebih terampil dan profesional.

4)  Melakukan kegiatan-kegiatan penyegaran untuk membangun semangat dan etos kerja dosen dan karyawan.

 

5.  Penggalian Sumber Dana dan Pengembangan Sarana Prasarana

a.  Penggalian Sumber dana

1)  Mengupayakan sumber-sumber dana alternatif selain dari mahasiswa, baik yang bersifat internal maupun eksternal.

2)  Mengembangkan produk-produk pendidikan lainnya agar memberikan pemasukan tambahan bagi institusi, seperti: mengadakan training, workshop, seminar, konsultan, riset, dll.

3)  Mengadakan kerjasama dalam berbagai aktivitas dengan stake-holders agar tercipta kontribusi finansial.

4)  Mengembangkan sistem pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel, serta mempersiapkan strategi keberlanjutan pengadaan dan pemanfaatan dana.

 

b.  Pengembangan Sarana Prasarana

1)  Optimalisasi pengelolaan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana prasarana yang telah tersedia.

2)  Ketersediaan gedung/kampus, ruang kuliah, ruang diskusi, ruang organisasi mahasiswa, perpustakaan dan laboratorium yang representatif.

3)  Menyempurnakan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

6.  Pengembangan Jaringan Kerjasama

a.  Memaksimalkan Peran Organisasi Alumni dalam Mendukung Institusi

1)  Memperkuat keberadaan organisasi alumni, dengan mendukung terbentuknya database alumni yang valid, lengkap dan up-to-date.

2)  Aktif memberikan informasi serta melibatkan alumni dalam berbagai kegiatan yang diadakan institusi.

3)  Mendorong partisipasi alumni dalam memberikan kontribusi baik yang bersifat finansial maupun nonfinansial, misalnya kontribusi yang bernuansa promosi.

4)  Memanfaatkan jaringan alumni dalam menciptakan peluang-peluang kerjasama dengan instansi terkait.

 

b.  Meningkatkan Efektivitas Kerjasama dan Kemitraan

1)  Mengoptimalkan kerjasama atau kemitraan yang telah terbentuk, sehingga terbentuk citra yang positif, dan diharapkan adanya keberlanjutan kerjasama yang bersangkutan.

2)  Meningkatkan kuantitas dan kualitas mitra kerjasama, yang berasal dari lingkungan akademik, baik yang terkait dengan aspek pembelajaran, penelitian dan abdi masyarakat.

3)  Mengembangkan juga kerjasama dengan berbagai pihak dalam mendukung aspek finansial dan kelengkapan sarana prasarana.