Studi Akademik Program Studi Agama Agama ke Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Internasional Kristen

Mahasiswa Program Studi Agama Agama mengadakan Studi Akademik ke Sekolah Tinggi Teologi Internasional Sangkakala Kristen. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 27 Februari 2018 di Jl. Raya Salatiga, Kopeng, Getasan, Semarang, Jawa Tengah. Sekolah ini beraliran Menometik Karismatik dan memiliki dua jurusan, yaitu Theologi Kristen dan Pendidikan Kristen . Pada mulanya sekolah ini adalah Sekolah Tinggi Al-Kitab dan berkembang menjadi ATM (Akademik Teologi Meranata) dan yang terakhir menjadi STAK (Sekolah Tinggi Agama Kristen).

Acara sharing dan diskusi diadakan di Aula Sekolah Tinggi Teologi Internasional Sangkakala Kristen. Pematerinya adalah Pak Yusuf selaku Ka Prodi Theologi Kristen yang dibantu oleh Saudara Febri sebagai pembantu ketua 1. Dari kunjungan ini, dijelaskan dalam Kristen itu memiliki beberapa konsep yang apabila kita mengkritisinya akan menemui jalan buntu. Seperti halnya yang disampaikan oleh Pak Yusuf bahwa Yesus (Nabi Isa A.S) itu 100% manusia dan 100% tuhan. Dikarenakan Yesus itu tuhan makanya, ia sanggup untuk menentang kematian itu yang kemudian bangkit kembali. Protestan beranggapan bahwa keselamatan itu ada hanya dengan mengimani bahwa Yesus itu adalah tuhan. Dan kebajikan yang dilakukan umat Kristen Protestan itu dalam rangka untuk mengisi anugrah yang diberikan Yesus kepada kita, bukan dalam rangka untuk memperoleh ataupun mendapatkan.

Sedangkan ditinjau dari sejarahnya sekilas bahwa Protestan itu timbul karena adanya pemberontakan kepada Katolik yang sudah melenceng dari alurnya. Karna Kristen itu pernah mengalami masa kegelapan dan pelencengan-pelencengan dari para pastor atau pendeta mereka. Para imam mereka pernah mengeluarkan fatwa bahwa siapa yang sanggup untuk membeli sebuah gulungan kertas yang dikeluarkan oleh pihak greja maka dosa-dosa yang ia miliki akan terhapuskan. Dan pelencengan pihak gereja tidak sampai disitu saja bahwa al-kitab (bibel) hanya bisa dibaca oleh orang-orang besar Kristen seperti pihak kerajaan atau pun pihak gereja. Sehingga orang-orang biasa tidak bisa untuk membaca al-kitab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *