Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam Oleh PKU

Foto Bersama Pemateri dan Segenap Peserta Seminar

Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam Program Kaderisasi Ulama Universitas Darussalam Gontor.

Kamis(29/11), Dewan Mahasiswi (DEMA) Universitas Darussalam Gontor Kampus 5 Kandangan bekerja sama dengan Program Kaderisasi Ulama (PKU) UNIDA Gontor menggelar Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam. Kegiatan ini untuk menguatkan pemahaman tentang tantangan pemikiran Islam kontemporer. Pemikiran tersebut berasal dari ideologi, metodologi, dan filsafat Barat yang berupa westernisasi, globalisasi, liberalisasi, sekularisasi, pluralisme, relativisme dan yang lainnya.

Sesi Materi dalam Seminar Pemikiran dan Peradaban Islam di Kampus Kandangan

Seminar ini berbeda dengan seminar lainnya. Materi yang disampaikan pun adalah hasil penelitian para peserta program kurang lebih selama 6 bulan. Pemateri seminar yang juga peserta PKU ini mengangkat beberapa isu global kontemporer. Diantaranya saudari Ayu Arba Zaman dengan judul Kritik Definisi Kekerasan Seksual dalam RUU PKS. Saudari Mahfida Ustadzatul Ummah dengan judul Problem Komersialisasi dalam Pendidikan Islam. Judul terakhir adalah Konsep Kafir dalam Tiga Agama Besar (Islam, Yahudi, Kristen) yang dibawakan oleh saudara Faudzan Adzima. Judul diatas sangat mengundang antusiasme karena dirasa sangat bermanfaat, terlebih peradaban Islam tidak bisa dilepaskan dengan keilmuan. “Keilmuanlah yang membangun sebuah peradaban dan pengkajiannya menjadi sebuah dekonstruksi peradaban Islam” tutur salah satu pembimbing peserta PKU dalam sambutan pembukaan seminar.

Baca Juga : Narasi Perdamaian dan Toleransi dalam Dokumen Sejarah dan Budaya

Pada sesi materi, pemateri pertama mengemukakan bahwa isu terhangat yang terjadi di Indonesia. Isu tersebut adalah wacana akan rancangan RUU PKS tentang Kekerasan Seksual terhadap wanita yang tak kunjung disahkan olah DPR RI. Hal ini dikarenakan ada beberapa oknum masyarakat yang pro dan kontra terhadap hal tersebut. Kemudian pemateri kedua mengemukakan tentang alih-alih terminologi Kafir dalam 3 Agama besar yang berujung kepada westernisasi. Selain Westernisasi, kedok toleransi disini juga bersifat lebih mementingkan aspek sosial dari pada agama, sedangkan kebenaran setiap agama tidak bisa direlatifkan. Materi terakhir mengemukakan tentang kapitalisme dalam pendidikan Islam, contohnya saja yang saat ini terjadi mengenai Ideologi kapitalis yang masuk kedalam sistem pemikiran pendidikan Islam, sehingga mengikis arti sebenarnya dari hakikat seorang guru. Solusi yang ditawarkan untuk masalah ini ialah semua lembaga pendidikan Islam harus berpedoman kepada ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wassalam untuk mencari Ridho Allah.

Sebagai penutup dari kajian diakhiri dengan epilog yang disampaikan oleh al-ustadz Abdullah Musclih Rizal Maulana M.Ag mengenai hazanah keilmuan. Dan acara seminar pemikiran dan peradaban malam ini diadakan guna meningkatkan Intelektual dan menambah wawasan mahasiswa dalam memahami pemikiran peradaban Islam yang selalu menjadi topik yang renyah untuk diperbincangkan di era modern ini. (Redaktur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *