Pembekalan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Kampus Putri Mantingan

SPL kampus putri MANTINGAN 2019 DEKAN

Pembekalan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Kampus Putri Mantingan

Mantingan – Pasca Ujian Tengah Semester (UTS), kegiatan di perguruan tinggi justru semakin dinamis. Dengan banyaknya kegiatan yang ada, tentu diperlukan SDM yang mumpuni untuk mengawal berbagai kegiatan. Di lain sisi, Dosen-Dosen Fakultas Ushuluddin nyatanya ditak hanya memiliki satu pekerjaan di satu sektor saja,namun justru bertanggung jawab ganda di berbagai posisi dan bagian di UNIDA. Karenanya, tidak salah bila Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pernah bertuah bahwa ‘Tugas kita lebih banyak dari waktu yang kita miliki’.

Begitupun yang terjadi pada mahasiswi Fakultas Ushuluddin. Mereka telah diamanahi untuk melaksanakan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) sebagai salah satu syarat akademik. Tanpa kegiatan ini, maka terpenuhinya seluruh SKS sebagai syarat menyelesaikan Tugas Akhir (skripsi) tidak dapat terpenuhi. Oleh karenanya itulah, anggapan yang sungguh keliru bila menilai SPL ini hanya sebagai ajang jalan-jalan dan rekreasi semata.

Baca Juga: Dialog Islam Yahudi di Manado

Kamis (29/08), Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor mengadakan pembekalan kegiatan SPL bertempat di Aula Aisyah Gontor Putri 1, Mantingan, Ngawi. Pada tahun ajaran ini, objek SPL Prodi Akidah dan Filsafat Islam (AFI) adalah Jakarta, Prodi Studi Agama-Agama (SAA) akan menuju Lombok dan Bali, dan prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir (IQT) akan bertolak menuju Malaysia. Bertempat di Kampus Putri Mantingan, acara pembekalan ini dihadiri langsung Oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A., M.Ls.. Kegiatan ini juga dikawal oleh ketiga Kaprodi Fakultas Ushuluddin dan sejumlah perwakilan dosen dari tiap-tiap Prodi. Pembekalan ini diikuti oleh seluruh Mahasiswi semester 5 Kampus Putri  Mantingan.

Dalam sambutannya, al-Ustadz Syamsyul menegaskan kembali tujuan dari diadakannya kegiatan ini. “Sedikitnya ada 5 tujuan utama dari kegiatan yang berlangsung selama 1 minggu ini. Tujuan pertama adalah menyediakan sumber yang dapat memperkaya info yang lebih faktual akan pengetahuan yang telah ada di bangku perkuliahan. Pelajaran di kelas akan lebih berarti setelah terjun ke lapangan”.

Alumni International Islamic University Pakistan ini kemudian melanjutkan, “Tujuan kedua adalah mengembangkan sifat ingin tahu dalam diri mahasiswa. Karena dengan sifat inilah kesempatan untuk mengembangkan diri terbuka lebar. Tujuan selanjutnya adalah menyediakan pengalaman melihat objek karena hal tersebut sangat mahal. Keempat, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempertajam kesadaran dan kepekaan (sensitiveness) terhadap lingkungan sekitar. Tujuan terakhir adalah mengenalkan pada bidang kerja dan karir yang dapat menjadi cita-cita para mahasiswa. Semoga setelah kegiatan ini tujuan-tujuan tersebut dapat tercapai”.

kampus putri mantingan spl muttaqin
Pengarahan – al-Ustadz Muttaqin, M.Ud beserta para dosen fungsionaris Fakultas Ushuluddin menerangkan mekanisme monev pada mahasiswi Fakultas Ushuluddin Kampus Putri Mantingan

Baca Juga: Studi Akademik sebagai Continous Learning University

Selanjutnya, Fakultas juga menuntut adanya tindak lanjut dari kegiatan ini. Al-Ustadz Syamsyul berharap setiap mahasiswa membawa buah tangan dari berbagai objek. Buah tangan, tersebut, bukanlah cinderamata ataupun marchendise. Buah tangan yang diharapkan Bapak Dekan adalah masalah akademis (academic problem) yang dapat dikaji secara ilmiah dan diajukan sebagai judul proposal penelitian Tugas Akhir.  Dalam target Bapak Dekan, seluruh mahasiswa sudah mampu mengajukan semua judul proposal penelitian tugas akhir telah disetujui oleh Fakultas di akhir semester 6 nanti. Artinya, judul proposal tersebut sudah lulus di Mata Kuliah Penelitian keprodian yaitu Materi Metode Penelitian Agama (MPA), Metode Penelitian Tafsir (MPT), dan Metode Penelitian Filsafat (MPF).

Kaprodi Prodi AFI, al-Ustadz Isom Mudin, M.Ud menekankan kemudian bahwa kegiatan ini diharapkan tidak melenceng dari tujuan-tujuan yang sudah disebutkan oleh Bapak Dekan. Sementara al-Ustadz Ali Mahfuz Munawar, Lc., M.Hum. mewakili Kaprodi IQT juga berpesan bahwa melalui acara ini, para mahasiswa dituntut untuk dapat menyelesaikan berbagai permasalah sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Al-Ustadz Ali juga menegaskan bahwa niat dalam melaksanakan kegiatan ini perlu ditata sebaik mungkin.

Di akhir sesi pembekalan, diadakan pembekalan singkat tentang tata cara penulisan laporan kegiatan SPL sebagai bentuk monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan akademik oleh al-Ustadz Muttaqin, M.Ud. Monev tersebut dilaksanakan dalam bentuk laporan yang ditulis oleh setiap mahasiswa terkait objek-objek yang telah dikunjungi. Menurut Al-Ustadz Muttaqin, penulisan laporan ini dapat menjadi salah satu event latihan dalam menulis skripsi. Yaitu berdasarkan kunjungan dari  berbagai objek-objek yang tercantum dalam daftar, akan ada banyak topik dan tempat yang memungkinkan untuk menjadi objek penelitian skripsi. (Yuangga Kurnia Yahya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *