Belajar Hinduisme Mahasiswa Prodi SAA lakukan Studi Akademik ke STAH Shantika Dharma Malang

sekolah-tinggi-agama-hindu-santika-dharma-saa-studi-agama-agama-unida-gontor

Belajar Hinduisme Mahasiswa Prodi SAA lakukan Studi Akademik ke STAH Shantika Dharma Malang

Malang- Mahasiswa sebagai  penuntut Ilmu  tidak melulu mengkaji keilmuan di dalam kelas atau dengan membaca literatur di Perpustakaan saja. Penguatan kualitas akademik mahasiswa mampu dilakukan sebagaimana yang dilakukan oleh  Mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor. Guna memperluas cakrawala dan wawasan keilmuan tentang  Hinduisme, mereka melakukan Studi Akademik di Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Shantika Dharma Malang-Jawa Timur (Rabu, 4/9). Acara dalam bentuk seminar ini dilaksanakan di mini Hall STAH Shantika Dharma dan disambut oleh sivitas akademika STAH.

Al-Ustadz Sufratman, M.Ag, Dosen Pembimbing kegiatan menyatakan dalam sambutannya. bahwa momentum ini sangat penting. Sebab, untuk memahami lebih dalam bagaimana realitas fenomena keagamaan yang sedang terjadi dan berkembang di Masyarakat Hindu, dibutuhkan kajian langsung di lapangan.

“Selain untuk menjalin Ukhuwah wathaniyah mempererat ikatan persaudaraan kebangsaan, sebagaimana layaknya (kita) sebagai warga Indonesia, juga menjadi wadah-kesempatan besar bagi Mahasiswa untuk memperluas cakrawala keilmuannya tentang Hinduism dengan cara berinteraksi-berkomunikasi langsung dengan umat Hindu.” Demikian beliau menjelaskan.

santika-dharma-supe-sekolah-tinggi-agama-hindu-saa-studi-agama-agama-unida-gontor
Cinderamata – al-Ustadz Sufratman, M.Ag (kanan) bertukar cinderamata dengan Dr. I Wayan Giawan (kiri)

Berbalas sambutan, Wakil Ketua Majelis Agama Hindu dari Kampus STAH, Dr. I Wayan Giawan mengaku sangat mengapresiasi kegiatan akademik yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Prodi SAA ini. “Jikalau memang nanti UNIDA membutuhkan informasi mengenai Agama Hindu, akan kami siapkan tenaga pengajar, bahkan hingga kita melakukan studi banding lagi, kita siap.”

Dosen Fungsionaris STAH yang juga merupakan salah satu Dosen aktif di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (UM) juga mengatakan, bahwa mempelajari Agama-agama sangat penting sebagai upaya harmonisasi antara umat beragama. “Studi Agama ini penting untuk dipahami dalam rangka menciptakan harmonisasi di antara umat beragama.”

Dalam hal toleransi, beliau menyatakan bahwa antara konsep agama yang satu dengan agama yang lain tidak bisa disamakan satu sama lain. “Tidak ada satupun agama yang bisa disamakan, pasti berbeda satu sama lain. Di dalam Islam juga, pasti berbeda konsep dengan Hindu. Dan itu harus dihargai.” (Sufratman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *