Tragedi Cinta dan Valentine

valentine-saa-unid-gontor-charles-duke-of-oerlans-640px-fleury-franc3a7ois_richard_-_valentine_of_milan_mourning_her_husband_the_duke_of_orlc3a9ans

(Sambungan dari bagian I) Valentine diabsahkan sebagai ‘Hari Kasih Sayang’ secara resmi di tangan seorang Seniman Inggris, Geoffrey Chaucher (w. 1400). Pada tahun 1375, dia menuliskan puisi tentang musim perkawinan burung yang selalu mulai di tanggal 14 Februari.[1] Dalam pepatah Inggris kuno, kita biasa mendengar ‘Lovely Bird’; sebuah ungkapan yang menunjukkan pasangan muda-muda yang kasmaran, merujuk kepada legenda ini. Puisinya adalah sebagai berikut:

  A garden saw I, full of blossomy boughs
    Upon a river, in a green mead,
    There as sweetness evermore enough is,
    With flowers white, blue, yellow, and red,
    And cold well-streams, nothing dead,
    That swimming full of small fishes light,
    With fins red and scales silver bright.

    On every bough the birds heard I sing,
    With voice of angels in their harmony;
    Some busied themselves birds forth to bring;
    The little coneys to here play did hie.
    And further all about I could see
    The dread filled roe, the buck, the hart and hind,
    Squirrels, and beasts small of gentle kind.

    Of instruments of strings in accord
    Heard I so play a ravishing sweetness,
    That God, that maker is of all and lord,
    Had heard never better, as I guess.
    Therewith a wind, scarcely it might be less,
    Made in the leaves green a noise soft
    Accordant to the fowls’ song aloft.

    Th’air of that place so a-temperate was
    That never was grievance of hot nor cold.
    There wax also every wholesome spice and grass;
    No man may there wax sick nor old;
    Yet was there joy more a thousandfold
    Than man can tell; never would it be night,
    But always clear day to any man’s sight
[2]

Sementara ucapan ‘Selamat Valentine’ sendiri, baru muncul hampir setengah abad setelahnya. Kembali diabadikan dalam bentuk puisi oleh Charles, Duke of Orleans pada tahun 1415. Puisi itu dikirimkan oleh sang pangeran yang berumur 21 tahun kepada istrinya, Bonne dari Armagnac, Prancis, putri dari Rajar Bernard VII yang baru berumur 11 Tahun!! Charles, yang waktu itu menghadapi pertikaian politik, harus mengeluhkan kisah kasihnya kepada sang istri, dari balik jeruji penjara di London. Sang Istri pun, tengah menjadi korban tawanan perang Agincourt dan menunggu surat itu di dalam penjara.[3]

Perninkahan Charles Duke of Orleans dan Bonne of Armagnac. Sumber: ECOLES

Menarik memang untuk melihat betapa peliknya hubungan pernikahan Kerajaan di Peradaban Barat Pertengahan. Sebab, pernikahan di zaman itu, memang tidak lagi hanya perkara hati, namun terkait diplomasi dan marwah kerajaan. Penderitaan Charles sebetulnya memuncak dari pernikahan politik yang telah dilakukan 9 tahun sebelumnya. Ketika dia berumur 12 tahun, Charles dinikahkan dengan  Isabella, Putri dari Raja Charles VI yang berumur 17 tahun (1410). Setahun kemudian, Isabella meninggal dunia karena melahirkan putri pertama mereka, Joan.

Surat tersebut, sebagaimana terdokumentasikan adalah sebagai berikut:

My very gentle Valentine,

Since for me you were born too soon,

And I for you was born too late.

God forgives him who has estranged

Me from you for the whole year.

I am already sick of love,

My very gentle Valentine.[4]

Tragis kemudian, Charles tidak pernah mendengar balasan dari istrinya. Bonne wafat antara 1430-1435 tanpa pernah melihat lagi wajah Suaminya.

Charles, dibebaskan bertahun-tahun setelah istrinya wafat. Pada umurnya yang 46, dia menikahi Mary dari Cleves yang berumur 14 tahun dan memiliki 3 orang anak. Charles kemudian meninggal pada tahun 1465.[5]

Peringatan Valentine, Perlukah?

Kisah-kisah di atas merupakan titik reflektif yang penting dibaca. Pasalnya, lagi-lagi, sejumlah anak muda tidak hanya merayakan tanpa memahami asal-usul dari hari tersebut, namun juga mengabsahkan hubungan yang tidak layak antara lelaki dan perempuan. Konsistensi pertahanan konsep cinta itu sendiri, seyogyanya telah direkonstruksi dengan pemahaman yang keliru atas Valentine. Berikut sejumlah catatan yang dapat kita rangkum dari hasil kajian ini:

Pertama, peringatan Valentine tidak lain tidak harus dirujuk kepada asalnya yaitu upacara Lupercalia yang didasari konsepsi Pagan dari mulai abad 6 SM. Dalam perkembangannya, Valentine juga sangat lekat dengan tradisi kristianitas yaitu wafatnya St. Valentine. Di abad 3 M.

Kedua, menginjak awal abad ke-14, barulah istilah Valentine ‘diperbaharui’ dalam konteks percintaan secara lebih spesifik, berdasarkan karya-karya Geoffrey Chaucher dan tragedi Charles Duke of Orleans. Betapa dapat kita amati, sungguh kehidupan cinta yang ditonjolkan telah merupakan korban dari konflik politik antar kerajaan. Cinta bukannya menjadi bahasa hati, namun simbol-simbol kepentingan yang direkayasa demi keuntungan sejumlah pihak.

Ketiga, dalam pandangan hidup Islam, tentu tidaklah perlu menjadikan hanya satu hari saja sebagai simbol cinta kasih. Secara teologis, cukuplah kalimat Ar-Rahman Ar-Rahim di dalam Basmalah itu diafirmasi sebagai fondasi kasih sayang disetiap waktunya. Pasalnya, kalimat Basmalah diperintahkan Allah untuk diucapkan di setiap awal kegiatan keduniaan maupun ritual ukhrawiyah. Poin terpentingnya, adalah, bahwa di setiap perbuatannya, Umat Islam harus mendahulukan cinta pada Tuhan. Cinta kepada umat manusia, tidak bisa diakui sepenuhnya sebagai sebuah Cinta yang Hakiki, kecuali dengan pengakuan cinta kepada Tuhan. Bismillahirrahmanirrahim…


[1] Robert DeMaria, Jr., Heesok Chang, Samantha Zacher, eds, A Companion to British Literature, Volume 2: Early Modern Literature, 1450–1660, (John Wiley & Sons, 2013) 

[2] http://www.potw.org/archive/potw313.html

[3] McLeod, Enid. Charles of Orleans: Prince and Poet. (Viking Press, 1971), 129.

[4] https://www.history.com/news/historys-oldest-known-valentine-was-written-in-prison

[5] Norma Lorre Goodrich, Charles of Orléans: A Study of Themes in his French and in his English Poetry, (Librairie Droz., 1967), 11.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *