Ujian Tahfidz al-Qur’an Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor

menyetor-hafalan-karantina-ujian-tahfidz-al-qur'an-saa-studi-agama-agama-unida-gontor

Ujian Tahfidz al-Qur’an Mahasiswa Universitas Darussalam Gontor

Jum’at (27/09), seluruh mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Agama Agama Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengikuti Ujian Tahfidz al-Qur’an. Acara  yang merupakan syarat kelulusan semester ini dimulai tepat pada pukul 07.00 WIB di kampus masing-masing. Mulai dari Kampus Pusat UNIDA Siman, Kampus Rabithah, Kampus Mantingan, Kampus Kediri, dan Kampus Kandangan serentak melaksanakan kegiatan ini. Ujian Tahfidz dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing dan Sarjanawan SI UNIDA Gontor sebagai Muhafizh dan Muhafizhah serta dikontrol langsung oleh Pusat al-Qur’an (Markaz al-Qur’an).

                Dalam ujian ini, setiap mahasiswa menyetorkan hafalan sesuai dengan yang telah ditentukan oleh Pusat al-Qur’an UNIDA Gontor kepada Muhafizh/Muhafizhah di sejumlah tempat sesuai dengan kelompok Tahfidz. Setiap Mahasiswa UNIDA, berkewajiban untuk menyetorkan setengah juz pertahun. Artinya, setiap sarjanawan UNIDA memiliki modal hafalan minimal 2 juz di samping Juz ‘Amma.

                “Ujian Tahfidz Al-Qur’an, diantara upaya UNIDA Gontor utk menyelaraskan olah pikir dan dzikir seluruh penghuninya. Semoga kampus kita benar-benar menjadi universitas bersistem pesantren yang bermutu dan berarti, sebagai pusat pengembangan Ilmu Pengetahuan yang berorientasi pada Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer dan sebagai pusat kajian bahasa al-Qur’an untuk kesejahteraan umat manusia, sesuai dengan visi yg dicanangkan. Aamiin.” Demikian al-Ustadz Muhammad Faqih Nidzom, M.Ud., menjelaskan.

Karantina Tahfidz al-Qur’an Prodi Studi Agama-Agama

                Setiap Program Studi memiliki strategi masing-masing dalam meningkatkan kualitas hafalan mahasiswanya. Di antaranya adalah ‘Karantina Tahfidz’. Metode ini dinilai efektif dalam memperkuat konsentrasi Mahasiswa dalam menghafal. Tidak hanya itu, mahasiswa tentu saja dibiaskan untuk berkhalwat ala par Sufi; meninggalkan koneksi handphone dan perkara duniawi lainnya guna memahami betul bahwa hafalan al-Qur’an bukanlah hanya untuk ujian. Namun justru, bekal tambahan sebagai calon Ulama pemimpin umat.

                Mahasiswa Prodi Studi Agama-Agama (SAA) Kampus Pusat Siman, misalnya. Menghabiskan setengah hari penuh untuk menghafal di Hall CIOS (Kamis, 27/9). Inisiatif ini datang dari mahasiswa SAA sendiri dan disambut baik oleh Dosen Fungsionaris Prodi SAA.

muhafizhah-karantina-ujian-tahfidz-saa-studi-agama-agama-unida-gontor
Serius- Pengarahan Muhafizhah Tahfidz Mahasiswi Prodi Studi Agama-Agama UNIDA Gontor di Kampus Putri Kandangan bersama al-Ustadz Kholid Karomi, M.Si.

“Semoga dengan ujian tahfidz ini para mahasiswa dan mahasiswi menjadi terbiasa untuk menyimpan ayat-ayat Allah di hati mereka. Kami sebagai dosen merasa bersyukur apabila dari mereka ada yang meneruskan kebiasaan baik ini  hingga pada masanya kelak mewariskan tradisi menghafal ini kepada generasi mendatang.” Demikian Kaprodi SAA, al-Ustadz Asep Awaludin, M.Ud, menyampaikan. (Rizal Maulana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *