Ujian Untuk Belajar, Bukan Belajar Untuk Ujian

Ujian Untuk Belajar, Bukan Belajar Untuk Ujian” adalah kalimat yang sering dikumandangkan ketika akan atau sendang berlangsung Ujian di Universitas Darussalam Gontor. Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A (Rektor UNIDA Gontor) selalu berulang-ulang kali menyampaikan pepatah ini. “Ping sewu” artinya sampai seribu kali. Maksudnya adalah mahasiswa harus terus diingatkan berulang-ulang, atau bila perlu sampai 1000 kali. Tujuannya agar para mahasiswa UNIDA Gontor ingat dan juga paham filosofi dibalik pepatah yang singkat tersebut. “Bosen” adalah kalimat selanjutnya yang akan bergetar didalam lisan mahasiswa. “memang harus sampai bosen, karena bosen adalah tanda bahwa dia telah hafal dan paham dengan makna pepatah tersebut” begitulah kalimat yang selalu menemani mahasiswa dikala kejemuhan datang bersamaan dengan kalimat tersebut.

Dalam rangka mengevaluasi pendidikan dan pengajaran yang sudah berjalan satu semester, maka tepat pada hari Sabtu, 28 April 2018 Universitas Darussalam Gontor melaksanakan Ujian Akhir Semester Genap. Ujian serentak ini diikuti oleh 7 fakultas yang terdiri dari: Ushuluddin, Tarbiyah, Syari’ah, Ekonomi dan Menejemen, Humaniora, Sains dan Teknologi dan Kesehatan. Suasana berjalan lancar. Terlihat dari beberapa hari sebelum ujian, para mahasiswa berbondong-bondong memenuhi perpustakaan guna mempersiapkan Ujian Akhir Semester Genap. Di sisi lain Panitia Ujian sibuk mempersiapkan berbagai keperluan saat ujian nanti. Mulai dari persiapan ruangan, lembar soal dan jawaban, penyusunan pengawas ujian, konsumsi bagi pengawas ujian, dan lain-lain. Semua itu dalam rangka memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi segala pihak, khususnya mahasiswa.

Terlebih khusus lagi Program Studi Agama Agama pun berusaha andil dan berperan demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini. Beberapa dosen terlihat sibuk di kantornya, mempersiapkan lembar ujian dan berbagai urusan lain. Mahasiswa-mahasiswa terlihat duduk di bangku taman sambil membaca buku atau berjalan kemari sambil membawa banyak buku ditangannya. Pintu Kantor Program Studi tak henti terbuka dan tertutup oleh mahasiswa dan para dosen dengan berbagai urusannya masing-masing. Terlihat sebuah pergerakan dari berbagai element yang melambangkan sebuah dinamika. “taharrok! Fainna fil harokati barokatun” menjadi mata air dari segala aliran dinamika yang tak kenal henti itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *