Workshop dan Klinik Proposal Pengabdian kepada Masyarakat (PkM)

 Gontor– Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNIDA Gontor mengadakan workshop dan klinik proposal khusus Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Hibah Kemenristekdikti Tahun 2019-2020. Acara ini diadakan di Hall Gedung Sirah Centre UNIDA Gontor dari mulai pukul 10.30 hingga 15.00 WIB pada hari Selasa, 20 Agustus 2019 dan diikuti oleh seluruh utusan Program Studi (Prodi) di UNIDA Gontor.  Hadir sebagai perwakilan Prodi Studi Agama-Agama (SAA), al-Ustadz Indra Ari Fajari M.Ag selaku penanggung jawab LPPM Prodi dan al-Ustadz Kharis Majid, M.Ag, Redaktur Jurnal JRCS (Journal of Religious Comparative Studies).

Pelatihan yang mengundang Prof. Dr. Dra. Okid Parama Astirin, M.Si., Reviewer Program Pengabdian kepada Masyarakat Kemenristekdikti ini  dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah pemberian materi, sementara sesi kedua adalah praktik dan klinik pembuatan proposal PkM.  Dalam sambutannya, Dr. Fajar Pramono, Kepala Biro Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNIDA Gontor mengharapkan acara pada hari ini bisa mendepatkan keberkahan dan manfaat yang lebih luas. “Kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkan kualitas pengabdian pada masyarakat (abdimas) UNIDA Gontor.” Begitu Peneliti bidang Sosiologi Agama ini menyampaikan.

Serius – Prof Dr Dra Okid Parama Astirin, M.Si. menerangkan perihal Pengabdian kepada Masyarakat PkM kepada Dosen Hadirin

Sesuai yang disampaikan oleh Profesor Okid, berikut strategi yang perlu dikuasai guna mencapai pengabdian kepada Masyarakat:

  1. Skema program pengabdian kepada masyarakat perlu diketahui dan dipelajari
  2. Peneliti harus rajin men-survey lapangan sehingga menguasai permasalahan yang bisa ditemukan solusinya.
  3.  Berbeda dengan proposal penelitian, Sistematika penyusunan proposal pengabdian kepada masyarakat disusun to the point mada masalah. Tidak terlalu naratif atau deskriptif.
  4. Calon peneliti harus membuat proposal semenarik mungkin dan mudah dipahami oleh Reviewer karena Reviewer hanya memiliki waktu 2 minggu untuk membaca ribuan proposal yang masuk.
  5. Calon pengabdi harus memahami ‘produk andalan’ di lapangan kemudian menginovasi produk tersebut
  6. Penting untuk mempertimbangkan dana pengabdian karena terbatas.
  7. PkM memiliki sejumlah prinsip dasar yaitu: berbasis kewilayahan, terlaksana berdasarkan permasalahan, memperhatikan kebutuhan dan tantangan, sinergi multi disiplin dan bermitra, kegiatan terstruktur, berkelanjutan, tuntas dan bermakna.
  8. Formulasi di lapangan berbeda dengan formulasi laboratorium sehingga istilah dan narasisanya berbeda.
  9. Alih-alih mencantumkan kalimat  ‘uji coba’ dalam proposal, proposal PkM yang baik mencantumkan tulisan  “siap diaplikasikan”.
  10. Identifikasi masalah harus melibatkan mitra ekonomi produktif (aspek manajemen, produksi, pemasaran) dan mitra non ekonomi (aspek sosial, budaya, religi, kehidupan bermasyarakat, dll).
  11. Persyaratan umum pengajuan proposal adalah: NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK), pengusul dengan kompetensi multidisiplin sesuai dengan bidang yang diusulkan memiliki minimal 2 kompetensi.
  12. Sebagai ketua, Pengusul hanya boleh melaksanakan PkM sebanyak 3 kali.
  13.  Dalam setiap tahun (mono) PkM wajib menghasilkan: artikel yang terpublikasikan di Jurnal ilmiah, video, atau peningkatan level keberdayaan mitra.
  14.  Tujuan PkM adalah meningkatkan kemandirian, membantu menciptakan ketentraman, dan meningkatkan keterampilan berpikir
  15.  Mitra PkM terdiri dari  1 kelompok masyarakat umum, 1 masyarakat ekonomi produktif, dan 1 kelompok masyarakat mengarah ekonomi produktif.
  16. Kriteria dan pengusulan PkM berlangsung dalam periode waktu kegiatan 8 bulan dengan usulan dana maksimum 50 juta. PkM diharapkan memiliki satu mitra sasaran berjarak maksimum 200 km dari perguruan tinggi, serta mampu menangani minimal 2 bidang masalah mitra PkM (Indra Ari Fajari).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *