Berdialog dengan Yahudi Manado di Synagogue Shaar HaShamayim

yahudi-manado-Synagogue-Shaar-HaShamayim

Berdialog dengan Yahudi Manado di Synagogue Shaar HaShamayim

Di Indonesia, tepatnya di Manado, kita bisa bertemu dengan sekelompok jemaat Yahudi. Umat Yahudi Manado berpusat di Synagogue Shaar HaShamayim, bertempat di Watulambot, Tondano, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pada hari Sabtu lalu (24/08/2019), mahasiswi Prodi Studi Agama-Agama (SAA) UNIDA Gontor berkesempatan kembali berkunjung guna melaksanakan dialog akademik dalam rangka Studi Pengayaan Lapangan (SPL) bersama komunitas Synagogue tersebut. Dalam kali kunjungan ketiga ini, mahasiswi SAA kembali disambut oleh pemimpin Synagogue, Rabbi Yaakov Baaruch.

Bersama Bapak Kaprodi SAA, al-Ustadz Asep Awaludin, M.Ag, serta Dosen Pembimbing Akademik al-Ustadz Kholid Karomi, M.Si., dialog berjalan dengan sangat antusias. Di awal sambutannya, al-Ustadz Asep menyampaikan bahwa lagi-lagi kunjungan ini bertujuan tidak lain untuk silaturahim dan belajar  Yudaisme langsung dari para pemeluknya. “Kami menyampaikan salam dari Bapak Dekan Fakultas Ushuluddin, al-Ustadz Syamsyul Hadi Untung, M.A., M.Ls yang sudah sebelumnya membimbing kunjungan mahasiswi kami sebelumnya.” Demikian Mahasiswa Doktoral UNIDA Gontor ini menyampaikan.

SPL yang terlaksana pada hari Sabtu ini kebetulan bertepatan dengan perayaan Sabath yang tengah dilakukan oleh Rabbi Yaakov dan umat Yahudi di sana. Sehingga, peserta SPL dapat secara langsung mengobservasi dan meneliti ritual peribadatan hari Sabath ini sampai selesai.

Baca Juga: Melacak Jejak Yahudi bersama Menachem Ali

“Hari Sabath adalah salah satu dari 6 perintah yang ada pada mishna. Dan merupakan sebuah perayaan dan salah satu hari dimana mereka beribadah, yang di laksanakan mulai dari matahari terbenam pada hari jum’at hingga tibanya malam pada hari Sabtu.”  Demikian Rabbi Yaakov menjelaskan. Ibadah Sabath juga, ternyata diawali dengan berpuasa pada hari Jum’at sebelumnya.

Mishna itu sendiri, adalah kodifikasi hukum oral umat Yahudi yang tertua dan paling otoritatif di antara semua kitab suci. Bersama Gemara, Mishna membentuk Talmud  sebagai pelengkap Torah. Menurut Rabbi Yaakov, Talmud itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Talmud Yerussalem dan Talmud Bavly (Babylonia). “Perbedaan (antara kedua) Talmud ini adalah jika Talmud Bavly itu lebih panjang dan lebih beragam. Dia turun sekitar setengah tahun setelah Talmud Yerussalem dan ditulis dengan bahasa Aramean Barat. Sementara Talmud Yerussalem, isi nya lebih duluan turun dari pada talmud Babylonia. Ia disusun pada abad ke -4  menggunakan bahasa Aramean Timur.” 

Ortodoksi Masyarakat Yahudi Manado: Vis a vis Zionisme

Dalam dialog selanjutnya, Rabbi Yakoov menyinggung Zionisme sebagai isu  kekinian yang selalu dikaitkan dengan agama Yahudi. Padahal, kenyataannya, Zionisme dan Yudaisme itu berbeda.  Yudaisme  adalah agama, sementara Zionisme merupakan sebuah gerakan yang diperkenalkan pertama kali oleh Theodore Herzl di Jerman. Menurut Rabbi Yakoov, agama Yahudi sendiri khususnya Yahudi Ortodoks sangat menolak adanya Zionisme. “Sampai para Rabbi yang berada di Amerika, mengirim surat penolakan untuk gerakan Zionisme.”

ini artinya,  agama Yahudi terdiri dari beberapa sekte atau golongan. Agama Yahudi di Manado itu sendiri, merupakan golongan agama Yahudi ortodoks yang sangat berpegang teguh kepada Torah atau kitab suci agama Yahudi yang diturunkan kepada Musa. Torah adalah kitab suci yang paling benar dan perintah dari Tuhan yang paling benar pula. Komunitas Yahudi Manado, jadinya adalah komunitas Yahudi Ortodoks yang sangat menolak Zionisme. Termasuk kolonialisme Israel atas Palestina.

Acara kemudian ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dan photo bersama umat Yahudi Synagogue Shaar HaShamayim. (Hasyeem/Tamia/Rinda/Dewi)

yahudi-manado-Synagogue-Shaar-HaShamayim-indonesia
Mesra – al-Ustadz Kholid Karomi menyerahkan kenang-kenangan pada pihak Synagogue Shaar HaShamayim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *