Abdimas Kurban 1440 H Dosen Studi Agama-Agama

Abdimas Kurban 1440 H Dosen Studi Agama-Agama

Jawa Timur-  Sebagai bentuk dari pengabdian masyarakat (abdimas) Dosen Program Studi (Prodi) Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor pada hari raya Idul Qurban tahun ini, 1440 H/2019, sejumlah dosen Prodi SAA tercatat melaksanakan abdimas sebagai panitia atau amil kurban di sejumlah kota di Jawa Timur. Para Dosen ini adalah dosen yang terutama berdomisili di luar wilayah kampus pusat UNIDA Gontor di Siman, Ponorogo.

di Ponorogo, ada al-Ustadz Yuangga Kurnia Yahya, M.A. dan al-Ustadz Kharis Majid, M.Ag. al-Ustadz Yuangga, melaksanakan tugasnya sebagai panitia kurban di  kediaman beliau di Desa Nglambon, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.Bersama masyarakat sekitar dan karang taruna dusun setempat, al-Ustadz Yuangga menyembelih 6 ekor kambing.

Sementara al-Ustadz Kharis Majid, menyembelih 6 ekor kambing di yayasan yang beliau bina di desa Jonggol, kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo. Yayasan tersebut adalah MI al-Hikmah yang memiliki 139 orang siswa yang dididik dengan skema beasiswa parsial. Daging yang disembelih kemudian dibagikan untuk para siswa.

abdimas kurban SAA
BEKERJA- Suasana Abdimas Kurban di Masjid Baiturrahman, Kediri bersama al-Ustadz Abdul Haris Nasution, M.Pd.

Di Kabupaten Madiun, al-Ustadz Rizal Maulana, M.A. juga bersumbangsih sebagai panitia kurban.Tepatnya di Pondok Pesantren Modern Babussalam, Desa Kerjo Mojorejo, Kecamatan Kebonsari. Pondok Pesantren yang memiliki 60 santri mukim putra dan putri ini menyembelih 4 ekor kambing dan seekor sapi.

Abdimas Kurban di Kediri pun tidak kalah semarak. al-Ustadz Abdul Haris Nasution, M.Pd. Dosen Pengajar kampus Kediri ini melaksanakan tugasnya sebagai Ketua Ta’mir di Masjid Baiturrahman, Jl. Penanggungan 11-13 Kota Kediri. Pada Ahad malam kemarin, 11 Agustus 2019, beliau bersama seluruh panitia dan masyarakat menyembelih 11 ekor sapi dan 6 ekor kambing. Daging hasil sembelihan kemudian dibagikan kepada para mustahik dan donatur Kurban (Rizal Maulana).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *