Aliran Darah Manusia di India

direct-action-day-1946-calcutta-riots-kerusuhan-india-saa-unida-gontor

“darah manusia, ternyata ‘murah’ di India.”

Sambungan dari Bagian Pertama…

Tak lama usai Calcutta Killings, seorang politisi provokator muncul. Golam Sarwar, anggota legislatif Bengali, memprovokasi umat Islam dengan mengisahkan kekejaman yang terjadi di Kalkuta. Sebagai bentuk balas dendam, menurutnya, semua Umat Hindu harus dipaksa memeluk Islam. Kejadian mengerikan akhirnya memuncak tepat satu minggu usai konflik di Kalkuta bertempatkan di Noakhali, Bengali Timur. Ratusan perempuan Hindu diperkosa, dan ribuan dipaksa masuk Islam. Dalam catatan Yasmin, ada lebih kurang 5000 orang korban mayoritas Hindu tewas. Tidak hanya itu, Demonstran menistakan kuil-kuil Hindu dengan menyembelih sapi di dalam kuil dan membiarkan darahnya mengalir di situ. [1] Hampir 75 ribu pengungsi bertebaran di Comilla, Chandpur, Agartala, dan sejumlah kota lainnya.[2] Balas dendam kembali terjadi. Di Bihar, Timur India, ribuan Muslim dibunuh dan 400,000 orang mengungsi.[3] Di Kashmir, tercatat 30,000 orang Muslim meninggal dunia dan 100,000 mengungsi.[4] Di antara semua kerusuhan, di Kashmir ini disinyalir paling berdarah. Darah Manusia Muslim.

kerusuhan-kashmir-darah-manusia-india-saa-unida-gontor
Korban Kerusuhan Kashmir. Sumber: Freepress Kashmir.

Lihat Juga: Kerusuhan di India “Dia Dibunuh karena Muslim”

Hingga 50 tahun selanjutnya, kerusuhan terus berlangsung sepanjang tahun; dengan kasus yang beragam, namun darah manusia tetap mengucur deras membanjir. Di tahun 2002, Gujarat muntab. Lebih dari 1,000 orang meninggal dunia dan 2,500 terluka. Di antara seribu korban meninggal, 790nya adalah Muslim.[5] Sumber lain menyatakan bahwa korban meninggal lebih dari 2000 orang.[6] Sumber kerusuhan disinyalir adalah tuduhan yang disematkan atas umat Islam yang ricuh hingga membakar Kereta Godhra yang membawa 59 umat Hindu yang baru beribadah dari Ayodhya.[7] Dugaan itu terkesan kontroversional. Meskipun Pengadilan sudah menjatuhkan hukuman atas 31 orang tersangka,[8] The Concerned Citizens Tribunal (CCT) menyatakan bahwa api yang muncul dari dalam kereta[9] dan membumihanguskan penumpangnya adalah ketidaksengajaan belaka, bukan dari kerusuhan yang muncul dari massa.[10] Artinya, tuduhan atas Umat Islam sangat berpotensi tidak tepat.

kerusuhan-gujarat-2002-darah-manusia-saa-unida-gontor
Kerusuhan Gujarat 2002. Sumber: NY TIMES

Terakhir, di tahun 2020, amandemen CAA menyisihkan pengungsi Muslim dari hak-hak kewarganegaraannya. Protes yang mengalir itu menginisiasi kerusuhan yang mencabut nyawa 53 orang. Mayoritas di antaranya Muslim.[11] Di India, ternyata darah sangat mudah mengalir. Sudah barang tentu, Muslim mendominasi list nama-nama korban sebagai minoritas yang tertindas. Pertanyaannya, sampai kapan darah akan terus mengalir di India?

Catatan Kaki:


[1] Yasmin Khan, The Great Partition The Making of India and Pakistan (London: Yale University Press, 2017), 68..

[2] Dinesh Chandra Sinha, Ashok Dasgupta, 1946: The Great Calcutta Killings and Noakhali Genocide. (Kolkata: Himangshu Maity, 2011) 278–280.

[3] Khan, The Great Partition The Making of India and Pakistan, 71.

[4] Khan, 135.

[5] http://news.bbc.co.uk/2/hi/south_asia/4536199.stm

[6] Christophe Jaffrelot, “Communal Riots in Gujarat : The State at Risk?,” 2003.

[7] https://timesofindia.indiatimes.com/india/Death-for-11-life-sentence-for-20-in-Godhra-train-burning-case/articleshow/7600059.cms?referral=PM

[8] https://timesofindia.indiatimes.com/india/Godhra-verdict-31-convicted-in-Sabarmati-Express-burning-case/articleshow/7543495.cms?referral=PM

[9] http://archive.indianexpress.com/news/bjp-welcomes-verdict-on-gohdra-train-burning-case/753287

[10] Concerned Citizens Tribunal, “Crime Against Humanity An Inquiry into the Carnage in Gujarat Findings and Recommendations,” vol. II (Gujarat, 2002).

[11] https://www.nytimes.com/2020/03/01/world/asia/india-modi-hindus.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *