April Mop: Sejarah dan Lelucon Barat

april-mop-muslim-granada-saa-studi-agama-agama-unida-gontor

April  Mop: Sejarah dan Lelucon Barat

Oleh: Nur  Afifah Ramadhanty/ Mahasiswi Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor Semester VI

Seringkali terdengar di telinga kita ketika  menjelang bulan april dengan sebutan “April mop…!”, yang bertujuan untuk membohongi seseorang dengan dalih ‘candaan’. Lelucon ini, terdengar remeh dan biasa-biasa saja memang. Namun nyatanya, Istilah April Mop itu sendiri ternyata  mempunyai maksud tersendiri yang kental dengan sejarah dan pandangan hidup Barat.

 April Mop sebenarnya merupakan budaya Barat yang diperingati setiap tanggal 1 April disetiap tahunnya. Kata Mop merupakan istilah belanda yang berarti ‘lelucon’ seringkali dipergunakan untuk menipu orang-orang terdekat, teman, sahabat, keluarga bahkan musuh sekalipun untuk dipermalukan apalagi ditujukan kepada orang-orang yang mudah tertipu. Parahnya, orang yang melakukannya menganggap ‘tipuan’ tersebut adalah hal yang biasa-biasa saja; wajar, bahkan tidak merasa bersalah sama sekali. Sebagai seorang Muslim, kita harus berhati-hatilah terhadap budaya ini karena faktanya, banyak di antara kita yang tidak mengetahui kenyataan pahit dibalik sejarah hari 1 April ini.

Baca Juga: Pasang Surut Hubungan Kristen Islam di Indonesia

Sejarah dan asal muasal  istilah April Mop ini juga dinilai sebagai hari lahir dan juga wafatnya Yudas Iskariot sang penghianat Yesus, dimana Yudas diidentikkan sebagai sang raja iblis yang pembohong. April Mop kemudian juga dihubungkan juga dengan musim semi di zaman romawi dan Celt yang perayaannya dengan cara mengadakan sebuah festival buruk “ All Fool Day” yang muncul di Eropa pada abad pertengahan.

April Mop dan Pembantaian Muslim Granada

Di Perancis, April Mop sudah jauh dikenal sejak 1582 di masa Pemerintahan Raja Charles IX. Paus Gregogy XIII membuat perombakan pada kalender yang mulanya 1 tahun hanya terdiri dari 10 bulan menjadi 12 bulan seperti kalneder masehi yang sekarang.  Kendati  dengan menetapkan tanggal 25 Maret sebagai perayaan tahun baru berlangsung selama seminggu hingga sampai puncaknya pada 1 April yang kemudian dimajukan ke tanggal 1 Januari. Sayangnya, masyarakat tidak setuju dengan perubahan ini dan terus melajutkan perayaan pada tanggal 1 April yang justru malah ditertawakan oleh masyarakat dengan ledekan serta memerikan lelucon berupa menyebarkan undangan palsu beserta alamat yang palsu juga.

 Di beberapa Negara banyak yang mendefinisikan bahwa April Mop adalah momentum untuk’ tipu-menipu’ dengan berbagai macam versi serta sejarahnya masing-masing. Teori-teori lainnya juga mengungkapkan bahwa tradisi ini bermula pada zaman Romawi Kuno dengan berbagai versi pula. Kendati demikian perayaan ini tidak mempunyai kejelasan secara ilmiah.

Baca Juga: Muslim Tertindas ketika Minoritas, Benarkah? 

Lalu bagaimana  Islam menanggapi tradisi April Mop, yang juga sebagian dari Umat Muslim sering melakukan hal tersebut?, termasuk sejarah memilukan yang pernah terjadi pada Umat Muslim yaitu pada masa pembebasan Islam abad ke- 8 Hijriyah (Abad ke 15 M) yang intinya adalah hari dimana ribuan umat Muslim disembelih, dibantai  serta disiksa oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Seluruh Muslim di Pelabuhan Spanyol habis dibunuh dengan keji. Laut yang semulanya berwarna biru merubah warna menjadi kehitam-hitaman. Tragedi yang memilukan ini bertepatan dengan tanggal 1 April yang diperingati oleh Barat sebagai perayaan atas kemenangan terutama Kristen yang dikenal dengan sebutan The Aprils Fool Day . Oleh sebab itu sangat tidak pantas jikalau umat Islam yang turut serta melakukan apalagi merayakan tradisi April Mop.

April Mop dan Tadabbur Qur’an dan Sunnah

Di dalam Islam sendiri ajaran untuk berhati-hati terhadap tipu daya orang Kafir sangatlah jelas. Allah berfirman: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS Albaqarah 2 : 120). Di ayat lainnya, “Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.” (QS Ath Thaariq 86 : 15)

Dikalangan cendekiawan Muslim Mualaf , salah satunya Dr. Yusuf Estes menegaskan bahwa tradisi ini adalah rangkaian membodohi umat Islam. Hal ini merupakan suatu sikap yang tidak sepantasnya dilakukan oleh kaum Muslim, karena dalam islam April Mop disebut dengan Qaul al-Zuur (perkataan dusta). Allah berfirman:

Artinya: “……maka jauhilah olehmu (penyembahan) berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan dusta.” (QS. Al-Hajj: (22) 30) 

Dari berbagai pemaparan diatas, dapat kita simpulkan bahwa perayaan April Mop dengan tipu-menipu terhadap saudara-saudara kita (umat muslim) sangat tidak pantas apalagi kemudian ikut-ikutan ( تقليد الأعمي). Yang sesungguhnya perayaan tersebut adalah kemenangan bagi Kristen atas pembantaian umat Muslim di Spanyol.

“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya, kecelakaan untuknya, kecelakaan untuknya.” (HR. Abu Daud & Tirmidzi) (Editor: Abdullah Muslich Rizal Maulana)

Referensi

Harvey, L. P. Muslims in Spain, 1500 to 1614. Chicago: University of Chicago Press, 2005.

Muhammad Thaef Asshiddiqi, Hoax Dalam Al-Qur’an, 2019, UIN SUMATERA UTARA MEDAN

Mazmur Sya’roni, Mengenang Perjuangan Muhammad Natsir, dalam Jurnal Multikultural & Multireligius Vol. VIII, No. 32

Stepanus Sigit Pranoto, Inspirasi Al-Qur’an dan Hadis dalam menyikapi informasi Hoax, dalam Jurnal Studi Al-qur’an an Hadits, Vol. II, No. 1, 2018.

https://elorganillero.com/blog/2005/08/14/the-al-andalusian-truth-behind-april-fools/

https://ummahsonic.com/fake-news-origins-april-fools-day/

https://www.history.com/topics/holidays/april-fools-day

https://www.voa-islam.com/read/liberalism/2010/04/01/4646/april-mop-hari-pembantaian-salibis-terhadap-ribuan-muslim-spanyol/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *