Bumbu ‘Agama’ Sepanjang Sejarah Kerusuhan India

aurangzeb-saa-studi-agama-agama-unida-gontor-kerusuhan-india

Kerusuhan India, sejak kapan bermula?

oleh: Abdullah Muslich Rizal Maulana, MA/ Dosen Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor

Perseturuan antar kelompok agama di India jumlahnya boleh jadi sangat masif. Konstetasi politik yang dibumbui itu dapat kita dapati  semenjak di era Aurangzeb tahun 1671 dan berlangsung selama sepuluh tahun setelahnya! Tantangan sang Khalifah Mughal ini memang terutama hadir salah satunya dalam bidang hubungan antar agama, Hindu dan Sikh, sebagai agama pra-Islam adalah yang di antaranya.[1]

Sepanjang pra abad-19, Kerusuhan India telah melibatkan Muslim dan Hindu sebagai counterpart berkali-kali; dari mulai kerusuhan di Bombay (1832), Mumbai (1857), dan Salem (1882). Yang terakhir ini secara cukup dahsyat untuk ‘menahan’ peran otoritas kolonial Inggris selama 3 hari, yang berakhir dengan dirubuhkannya masjid komunitas Muslim di Sevvoypettai, Kota Salem.[2]

Di tahun 1900-an ke atas, kerusuhan hampir berlangsung sepanjang tahun. Baik yang terjadi ketika Muharam di Bengal, Punjab, dan Multan (1921), Kohat, (1924), menjalar ke berbagai kota (1925), hingga akhirnya jatuh korban meninggal sejumlah 44 orang dan 584 luka-luka di Kalkuta (1926). Korban datang dari Muslim dan Hindu.[3]

Kerusuhan India berlanjut. Di berbagai kota, masyarakat rusuh akibat publikasi buku Rangila Rasul (1927). Di dalam buku kontroversial ini, Pandit M.A. Chamupati mengisahkan  pernikahan Nabi Muhammad dengan istri-istrinya. Sebuah ‘sindiran’ yang cukup memantik lebih 100 orang meninggal dunia dan 1100an orang luka-luka. Di tahun yang sama, Nagpur memanas. 22 orang meninggal dunia dari Umat Hindu dan Muslim, dan 100 orang luka-luka. [4]

Korban Kerusuhan di 1946 Calcutta Killings. Sumber: Dokumen India

Mulai 1928, kurang lebih ada 22 kerusuhan dengan yang terbesar di Bombay. Umat Islam tertuduh menistakan Umat Hindu dengan merayakan Bakr al-Id atau Id al-Qurban karena menyembelih sapi sebagai hewan suci Umat Hindu. Hampir 350 orang meninggal dunia dengan total korban luka-luka 1000 orang. Di tahun 1931, kerusuhan kembali mencabut hampir 500-an korban meninggal dunia. [5]

Direct Action Day, atau yang juga dikenal dengan 1946 Calcutta Killings memakan lebih 4000 orang meninggal dunia dan 100,000 penduduk kehilangan tempat tinggalnya di Calcutta.[6] Menurut Hermann Kulke dan Dietmar Rothermund, asas pertikaian ini adalah kecurigaan The Muslim League atas ingkarnya Indian National Congress  dalam mengikuti  Lahore Resolution[7] yang disepakati pada tahun 1940.[8]1946 Calcutta Killings adalah salah sebuah fondasi berpisahnya India dan berdirinya Negara Pakistan.[9] Bersambung ke Bagian Kedua…


Catatan Kaki

[1] Ali, A Vindication of Aurangzeb, Khususnya Bab V.

[2]John Holland Rose, et. Al, The Cambridge history of the British Empire, Volume 7, Part 1. (Cambridge: Cambridge University Press, 1929), 269.

[3] B.R. Ambedkar, Pakistan or Partition of India (Bombay: Thacker and Company Limited, 1945), 155-156.

[4] Ambedkar, 156-158.

[5] Ambedkar, 158-159.

[6] Das, Suranjan. “The 1992 Calcutta Riot in Historical Continuum: A Relapse into ‘Communal Fury’?” Modern Asian Studies 34, no 2 (2000), 281–306. doi:10.1017/S0026749X0000336X.

[7] https://pbase.com/bmcmorrow/image/140584822 ; http://en.banglapedia.org/index.php?title=Lahore_Resolution ; https://web.archive.org/web/20060427082236/http://www.storyofpakistan.com/articletext.asp?artid=A043&Pg=1

[8] Hermann Kulke and Dietmar Rothermund, A History Of India, 4th ed. (New York: Routledge, 2004), 319-320.

[9] Yasmin Khan, The Great Partition The Making of India and Pakistan (London: Yale University Press, 2017), 68.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *