Gema Adzan dari Hagia Sophia

hagia-sophia-saa-ushuluddin-unida-gontor

Gema Adzan dari Hagia Sophia (Rachmah Intan Muslimah/ SAA VII)

Hagia Sophia kembali menjadi saksi sejarah dunia. Bangunan bersejarah tersebut pada tahun ini diresmikan kembali menjadi sebuah masjid oleh Presiden Turki Recep Thoyyib Erdogan. Berubahnya fungsi Hagia Sophia dari museum menjadi masjid menuai banyak kontroversi terutama dari kalangan Yunani dan Gereja Kristen Ortodoks Rusia yang mengungkapkan kekecewaan atas berubah fungsinya Hagia Sophia menjadi masjid. Bahkan UNESCO akan meninjau ulang statusnya sebagai Situs Warisan Dunia kedepannya  jika difungsikan menjadi masjid.[1]

Hagia Sophia adalah gereja pertama yang berdiri pada tahun 360 M pada masa pemerintahan kaisar Konstantius II oleh uskup dari Antioka. Bangunan itu mengalami kerusakan parah akibat pemberontakan Nika. Oleh karenanya Kaisar Justunian memrintahkan untuk melakukan pembongkaran Hagia Sophia dan menugaskan Isidoros dan Anthemios untuk membangun desain basilika baru pada 532.[2]

Surat Keputusan Recep Tayyip Erdogan akan dibukanya kembali Hagia Sophia menjadi Masjid.

Pada tahun 1453 Hagia Sophia Konstentinopel berhasil ditaklukan oleh kesultanan Ottoman dibawah pimpinan Sultan Mehmed II. Penaklukan ini juga sekaligus mengubah fungsi Hagia Sophia dari gereja menjadi masjid. Sultan Mehmed II melengkapi arsitektur Hagia Sophia dengan menambahkan minbar dan mihrab. Lantai Hagia Sophia dilengkapi dengan karpet dan simbol simbol Islam lainnya.[3]

Baca Juga: Erdogan Mengecam Batas Negara Israel

Pada tahun 1935 sendiri Hagia Sophia kembali berubah fungsi menjadi museum di bawah Presiden Kemal Ataturk. Konon katanya semenjak diresmikan menjadi museum, Hagia Sophia menerima banyak kunjungan wisatawan dari berbagai mancan negara. Oleh karenanya, Hagia Sophia resmi menjadi situs warisan dunia.

Namun keputusan itu resmi dibatalkan pada 10 Juli 2020 oleh Pengadilan Administrasi Utama Turki.[4] Erdogan kembali mengeaskan bahwa Hagia Sophia akan resmi difungsikan menjadi masjid pada 24 Juli mendatang dengan pelaksanaan shalat Jum’at[5] perdana di Hagia Sophia. Tidak dapat dipungkiri bahwa keputusan ini menimbulkan banyak pertentangan dikalangan umat Kristen. Banyak yang menyayangkan keputusan ini, termasuk Gereja Ortodoks Rusia yang mengatakan kekecewaannya atas keputusan otoritas turki.[6] Tidak hanya dari kalangan Gereja Ortodoks Rusia, Yunani, Perancis, Amerika Serikat juga menyatakan kekecewaannya terhadap keputusan ini. Kendati demikan, Erdogan juga menegaskan bahwa Hagia Sophia tetap dibuka untuk umum, termasuk wisatawan non-Muslim tetap diperkenankan untuk mengunjungi Hagia Sophia.[7] Juru bicara Kementrian Luar Negeri Turki mengeluarkan pernyataan bahwa Hagia Sophia adalah urusan internal Turki sebagai bagian dari hak kedaulatan Turki sendiri.[8] Pernyataan ini juga sekaligus menjawab gelombang protes yang terjadi diberbagai kalangan.

Terkait Hagia Sophia, Lihat Juga Buku Kurikulum Pendidikan Islam di Turki

Respon negatif dari sebagian Negara adalah hal wajar. Dikutip dari Republika, menurut Prof. DR. Abdul Hadi WM, respon negatif tersebut diakibatkan Islamophobia yang terbentuk dalam benak mereka.[9]  Dengan berubah tidaknya fungsi Hagia Sophia menjadi masjid, bangunan bersejarah tersebut tetap memiliki makna mendalam bagi setiap mata yang memandangnya. Suka cita tengah mewarnai hati setiap umat muslim saat ini. Wallahu a’lam bishawab. (Rachmah Intan Muslimah/ Editor: Abdullah Muslich Rizal Maulana)


[1] https://indianexpress.com/article/explained/explained-why-hagia-sophias-return-as-mosque-puts-turkeys-secular-credentials-on-a-prayer-6500819/ diakses pada Senin, 13 Juli 2020 pukul 14.43.

[2] https://dunia.tempo.co/read/1364070/sejarah-hagia-sophia-dari-gereja-masjid-hingga-museum?page_num=1 diakses pada Ahad, 12 Juli 2020 pukul 12.20.

[3] Joan M. Toro and Erik Lindstrom, Encyclopedia of the Ottoman Empire, (USA: Lybrary of Congress Cataloging-in-Publication Data), 243.

[4] https://www.npr.org/2020/07/10/889691777/turkish-court-ruling-clears-way-for-hagia-sophia-to-be-converted-to-a-mosque diakses pada Ahad, 12 Juli 2020 pukul 12.31.

[5] https://www.nst.com.my/world/world/2020/07/607843/erdogan-defiant-face-global-anger-over-hagia-sophia-conversion diakses pada 12 Juli 2020 pukul 12.33.

[6] https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/11/183000165/beragam-respons-dunia-atas-perubahan-status-hagia-sophia-menjadi-masjid?page=all diakses pada Ahad, 12 Juli 2020 pukul 12.35.

[7] https://www.nst.com.my/world/world/2020/07/607843/erdogan-defiant-face-global-anger-over-hagia-sophia-conversion diakses pada 12 Juli 2020 pukul 12.33.

[8] https://www.middleeastmonitor.com/20200710-hagia-sophia-will-become-a-mosque-again-it-is-both-turkeys-and-an-islamic-right/ diakses pada Senin, 13 Juli 2020 pukul 14.50.

[9] https://republika.co.id/berita/qdbcjm385/hagia-sophia-mesquita-alhambra-bila-erdogan-abaikan-barat-part1 diakses pada Senin, 13 Juli 2020 pukul 14.54.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *