Kajian Pemikiran Muhammad Arkoun

muhammad-arkoun-saa-studi-agama-agama-unida-gontor

Kajian Pemikiran Muhammad Arkoun tentang Dialog Antar Agama di UNIDA Gontor Kampus 5.

Jum’at (6/9), Mahasiswi Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin Unida Gontor Putri Kampus 5 Kandangan mengadakan acara Bedah Skripsi  “Interfaith Dialogue According to Muhammad Arkoun” yang dibawakan oleh penulis, Alhini Zahratana S.Ag.

Kajian ini membahas tentang dialog antar umat beragama dari perspektif Muhammad Arkoun. Seorang Tokoh Muslim kontroversial yang lahir di Aljazair dan besar di Prancis. Dalam pandangan Muhammad Arkoun, dialog antar agama hanya dapat dilakukan pada 3 agama saja, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.

Lihat Juga: Problem Dialog antar Agama Perspektif Muhammad Arkoun

3 Agama besar tersebut juga didefinisikan sebagai Abrahamic Faith atau millah Ibrahim. Hal ini dikarenakan menurut Arkoun ketiga agama ini mempunyai kesamaan dalam dua sisi, yaitu Geneological (keturunan yang sama) dari Nabi ‘alayhissalam dan Theological (konsep ketuhanan monoteisme) yang juga sama yaitu menyembah Allah.

Penjabaran seperti ini tentu saja tidak bebas dari masalah. Pertama, konsepsi Ibrahim ‘alayihissalam di tiap-tiap agama sendiri sudah berbeda. walhasil, sangat minim kemungkinan untuk memetakan kesamaan genealogis itu. Pun jikalau ada, konsepsi yang lahir niscaya berbeda. Kedua, monoteisme yang digambarkan Arkoun pun meninggalkan sejumlah pertanyaan? Apakah Monoteisme yang dianut umat Kristiani masih diakui dan absah dalam pandangan teologis mereka? Apakah Konsepsi yang berbeda antara Yahweh, trinitas Kristen, dan Allah dalam Islam bisa disamakan dan dipertemukan?

Baca Juga: Ghazali, Izutsu hingga Arkoun

Dalam kesempatan ini, mahasiswi SAA juga mengenal bagaimana Arkoun membawa dialog antar agama dalam ranah teologis. Padahal semestinya, dialog antaragama dilakukan berdasarkan skala prioritasnya di ranah sosiologis. Hal ini berdasarkan asumsi Arkoun yang menyatakan bahwa dialog antar Agama sebagai bentuk toleransi. Pasalnya, Arkoun mengatakan bahwa Islam itu tertutup dan bersifat superior. Kajian ini kemudian ditutup dengan sejumlah catatan dan kritik atas pemikiran Muhammad Arkoun.

Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswi dan wisudawati ke-33 Universitas Darussalam Gontor Putri Kampus 5. Tujuan dari agenda ini adalah untuk meningkatkan kualitas mahasiswi, khususnya dalam bidang keilmuan di ranah Studi Agama-Agama. (Redaktur)

saa-unida-gontor-alhini-zahratana-muhammad-arkoun
Bahagia- Alhini Zahratana, S.Ag. (kiri), menerima penghargaan dari Dewan Mahasiswa (DEMA) UNIDA Gontor Kampus 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *