Live Streaming Tabligh Akbar UAS

Kandangan –(24/11). Tabligh Akbar oleh Al-Ustadz Abdul Somad di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo dan kunjungan beliau di beberapa kampus Ahad lalu merupakan momen membahagiakan bagi seluruh keluarga Pondok Modern Darussalam Gontor.  Menanggapi hal tersebut, Wakil Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 5 Kandangan,  Drs.H.Hamim Syuhada’ M,Ud, mengultimatum seluruh santriwati beserta Mahasiswi untuk ikut menyaksikan bersama tayangan live streaming Tabligh akbar bersama Ustadz Abdul Somad tersebut melalui channel Gontor TV. Dengan begitu para santriwati dan Mahasiswi dapat mengikuti jalannya acara yang berlangsung di Gontor Putra 1 Ponorogo , meskipun hanya dari kejauhan.

Pada hari itu, Shalat shubuh yang biasanya dilaksanakan berjamaah di rayon masing -masing, dialokasikan ke Auditorium Perkumpulan Gontor Putri kampus 5, dipimpin langsung oleh Bapak Wakil Pengasuh yang juga merupakan Dosen Pengampu mata kuliah Leadership dan Kepesantrenan di UNIDA kampus 5, serta diikuti para santriwati,mahasiswi guru dan guru-guru senior. Betapa penting dan berharga kesempatan ini bagi santriwati ditunjukkan dengan diliburkannya kegiatan belajar mengajar hari itu di Kulliyatul Mu’alimat Al-Islamiyyah hingga jam istirahat pertama.

Dengan adanya kebijakan menonton live streaming Tabligh Akbar bertajuk “Santri sebagai Khairu Ummah” ini membuat Santriwati dan Mahasiswi SAA Kampus 5 Kandangan tidak serta merta berkecil hati lantaran tidak dapat mengikuti pertemuan langsung bersama Ustadz Abdul Somad sebagaimana kampus-kampus lainnya, dikarenakan jarak yang tidak terjangkau. Hal ini sesuai dengan harapan Kyai H. Hasan Abdullah Sahal yang sempat disinggung dalam sambutannya di acara Tabligh Akbar tersebut, yaitu apa yang disampaikan Ustadz Abdul Somad diharapkan untuk membesarkan hati para santri Pondok Modern Darussalam Gontor.“Adanya kegiatan nonton bareng Tabligh akbar Ustadz Abdu Somad sepondok hingga tidak ada belajar pagi ini, lebih meneguhkan hati kami bahwa orang besar bukanlah mereka-mereka yang terkenal di kota-kota besar, tetapi ia adalah yang ikhlas berjuang meskipun hanya di daerah pelosok-pelosok.” begitulah pengakuan Nur Afifah Maharani Alfatihah, Mahasiswi UNIDA Gontor SAA kampus 5.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *