Masjid Cordoba; Sejarah dan Kontroversi Gereja

masjid-cordoba-saa-studi-agama-agama-ushuluddin-unida-gontor

Masjid Cordoba; Sejarah dan Kontroversi Gereja

oleh: Tamia Fauziyah/ Mahasiswi Program Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor Semester VII

Cordova- Masjid Cordoba (cordova) yang bertempat di semenanjung Iberia, Spanyol (Andalusia) merupakan salah satu peninggalan sejarah dari umat muslim. Monumen ini merupakan peninggalan sejarah kelam antara Islam dan Katolik yang mengundang kontroversi antara dua Agama tersebut. Keberadaan Gereja Katedral yang berposisi di atas masjid itu lah yang kini dipermasalahkan oleh pemerintahan Spanyol. Yang mulai dipertanyakan identitasnya oleh mereka sebagai masjid murni umat Islam atau Cathedral St.  milik umat Katolik yang berada di Spanyol.

Jika kita mempelajari sejarah ini maka kita telah memasuki kepada sejarah perkembangan perdaban di Eropa. Kota Cordoba dahulu adalah pusat dari pemerintahan Bani Umayyah pada tahun (711-1099 M). Kota Cordoba juga disebut juga sebagai “the greatest centre of learning” di Eropa. Disebut demikian karena Cordoba merupakan pusat keilmuan dan peradaban di dunia Islam, sementara di waktu yang sama, Barat mengalami masa kegelapan. Cordoba emiliki perpustakaan yang sering dikunjungi lebih dari 400.000 orang, dibandingkan dengan perpustakaan lainnya yang ada di Eropa yang seringkali dikunjungi kurang dari 1000 orang saja setiap harinya. Dimasa Kejayaannya abad (9-10 M), Cordoba memiliki 200.000 perumahan, 600 majid, 900 tempat mandi awam, 50 rumah sakit, dan banyak sekali pasar- pasar yang menjadi tempat perdaganagan di wilayah ini.

Terkait Masjid Cordoba Lihat Juga: Gema Adzan dari Hagia Sophia

Masjid Cordoba ini dulunya adalah sebuah gereja kecil yang dibina oleh bangsa Visigot[1], kemudian ditaklukkan oleh Umat Islam tahun 711 Masehidi bawah pasukan Thariq bin Ziyadh.[2] Abdurrahman I kemudian melanjutkan kepemimpinan Thariq dengan membagi tempat ini menjadi 2 kawasan yaitu kawasan untuk Muslim dan Kristian. Sehingga umat Kristian pada zaman itu masih boleh untuk melakukan ibadahnya dengan tenang, dan sesuai dengan kepercayaannya masing- masing. Namun pada tahun 787 Masehi, Abdurrahman I akhirnya membeli seluruh kawasan ini sehingga dijadikan sebuah masjid yang berdiri dengan sangat megah. Beliaulah yang berjasa meletakan fondasi dari pada masjid itu, dengan membeli sebagian tanah dari Gereja St. Vincent. Kemudian Abdurrahman II membina sebuah menara megah untuk dijadikannya tempat untuk mengumandangkan adzan disekitaran masjid Cordoba.

Baca: Masjid Kerisik dan Pusat Urusan Agama di Thailand

            Kini masjid Cordoba telah dipertentangkan oleh umat Kristiani, dikarenakan tanah yang menjadi bagian dari masjid tersebut dulunya adalah tanah milik umat Kristiani, yang ketika itu adalah sebuah gereja kecil. Jika kita lihat masjid ini secara lebih detail lagi, kini masjid Cordova diatasnya telah berdiri sebuah gereja Katedral. Yang sering disebut “Catedral Masquita Cordova” atau Catedral De Cordoba.

Mengapa Katedral itu dibangun diatas Masjid? Setelah menilik sejarah nya dan beberapa literatur, disana dijelaskan bahwa pada masa pemerintahan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella, mereka telah memberlakukan Inkuisisi -penyiksaan- di wilayahnya, dan melakukan perebutan wilayah beserta aset- asetnya, melakukan penjarahan hingga mengusir orang- orang yang ada di wilayah tersebut termasuk penduduk muslim.[3] Jadi disini tidaklah terjadi transaksi yang sah untuk memberdirikan gereja itu diatas bangunan sebuah masjid yang sudah dimiliki umat Islam. Hal ini merupakan sebuah contoh dari hegemoni atau penjajahan yang sangat keji yang dilakukan umat Kristiani dimasa itu. Inkuisisi yang dilakukan oleh Ferdinand[4] dan Isabella itu telah disetujui oleh pihak Vatikan itu sendiri  yang dimana pemberlakuan Inquisisi ini bertujuan untuk menghancurkan umat Islam.

Lihat Juga: Masjid Mahronnisa Gontor Putri; Masjid Wakaf Cinta

Sekiranya penting untuk melihat kembali sejarah guna mengetahui mengapa terdapat Katedral diatas masjid Cordoba[5] tersebut. Lumrah dipahami oleh seluruh masyarakat yang ada di Eropa bahwa baik agama Kristen maupun Katolik semakin hari semakin runtuh, dikarenakan, ateisme, sekularisme, dan agnotisisme, yang berkembang dengan pesat di Eropa; sementara Islam justru malah semakin berkembang pesat sana. Maka sudah semestinya keberedaan gereja yang ada diatas masjid itu perlu ditinjau Kembali. Tampaknya pemerintah daerah Spanyol ini sudah mulai mempertanyakan, “apakah ini masjid atau gereja?”. Namun, jika dilihat dari sejarah pembangunan masjid ini, maka sudah semestinya masjid adalah sah menjadi milik umat Islam yaitu ketika sudah berlaku transaksi yang baik antara umat muslim dan Kristen ketika itu, yaitu ketika wilayah Kristiani sudah dibeli oleh Umat Islam.  

REFERENCE

  1. Hasan Asari, Menyingkap Zaman Keemasan Islam, (Bandung,  Mizan, 2007.
  2. Sahputra Dedi Napitupulu, Pendidikan Islam Muslim Minoritas (Kasus di Eropa Barat), Jurnal Pendidikan Islam Vol.5, No 01,2020.
  3. Nur Fitriyana, Inkuisisi Gereja Katolik Terhadap Umat Islam Di Spanyol, Jurnal Ilmu Agama  Desember 2016 /Th 17, Nomor 2 , UIN Raden Fatah, Palembang, ISSN:2443-0919.
  4. https://www.eldiadecordoba.es/cordoba/gobernante-emiratos-arabes-mezquita-musulmanes_0_1483951755.html, diakses pada Kamis, 6 Agustus 2020, pukul 21:59.
  5. https://www.hola.com/viajes/20200717172215/la-mezquita-de-cordoba-mas-bella-a-la-caida-de-la-noche/, diakses pada Kamis, 6 Agustus 2020, pukul: 22:27.

[1] Hasan Asari, Menyingkap Zaman Keemasan Islam,(Bandung,  Mizan, 2007), hlm.5.

[2] Sahputra Dedi Napitupulu, Pendidikan Islam Muslim Minoritas ( Kasus di Eropa Barat), Jurnal Pendidikan Islam Vol.5, No 01,2020, hlm. 40.

[3]  Nur Fitriyana, Inkuisisi Gereja Katolik Terhadap Umat Islam Di Spanyol, Jurnal Ilmu Agama  Desember 2016 /Th 17, Nomor 2 , UIN Raden Fatah, Palembang, ISSN:2443-0919. Hlm 219.

[4] https://www.eldiadecordoba.es/cordoba/gobernante-emiratos-arabes-mezquita-musulmanes_0_1483951755.html, diakses pada Kamis, 6 Agustus 2020, pukul 21:59.

[5] https://www.hola.com/viajes/20200717172215/la-mezquita-de-cordoba-mas-bella-a-la-caida-de-la-noche/, diakses pada Kamis, 6 Agustus 2020, pukul: 22:27.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *