You are currently viewing Mencari Akar Masalah Ketuhanan Yesus bersama Ahmad Kainama

Mencari Akar Masalah Ketuhanan Yesus bersama Ahmad Kainama

Mencari Akar Masalah Ketuhanan Yesus bersama Ahmad Kainama

Kediri-Selasa (26/01) sesi kedua Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Mahasiswa semester 6 Program Studi Studi Agama-Agama kampus Kediri maish berlanjut. Kali ini kajian dilakukan bersama Ahmad Kainama, salah seorang mantan pendeta yang telah memeluk agama Islam. Kajian secara daring ini dimulai pukul 19.30 WIB dan bertempat di aula pertemuan gedung Iraq Pondok Modern Gontor Kampus Gontor 3.

Dalam kajiannya, Bapak Ahmad Kainama menjelaskan, untuk melihat akar ketuhanan Yesus kita harus melihat ke 3 tipologi sejarah Kristologi:

  1. Kristologi dilihat pada zaman hidupnya Isa al-Masih
  2. Kristologi setelah abad pertengahan masehi usai mendapatkan distorsi dari Helenisme
  3. Kristologi pasca konsili Nicea 325 M
Ahmad Kainama

Menurut Bapak Kainama, dalam mengkaji Kristologi, seseorang tidak boleh mengkaji dari bagian kedua dan ketiga sebab di bagian itu akidah kristen telah diubah oleh tangan para pemeluknya dan ambiguitas dibangun dibagian ini juga.

Terkait Ketuhanan Yesus Baca Juga Sejarah April Mop

Pak Kainama menjelaskan bahwa terma Kristologi terdiri dari dua kata yaitu Kristos dan logos. Kristos berarti nabi atau kata yang disandingkan kepada seseorang. Sedangkan logos berarti perkataan atau ilmu. Kata ini juga berasal dari Injil Kitab Yohanes 1:1 berbahasa Yunani. Oleh karena itu, Kristologi bisa dimaknai sebagai ‘kata-kata Yesus’. Yesus adalah seorang nabi dan memiliki kata-kata yang disebarkan dan disebut logos atau kata-kata atau ajaran.

Yesus tidak pernah menjadi Tuhan dalam Kristen dan bahkan tidak pernah menjadi inkarnasi Tuhan.  Hal ini sebagaimana dapat kita lihat dalam Kitab Yohanes 11:42, “yang berbunyi Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini p mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku” dalam ayat ini sudah bisa kita simpulkan bahwa ada dua pribadi, yaitu pribadi yang meminta dan pribadi yang mendengarkan.

Ayat di atas pun dikuatkan dengan ayat dalam Yohanes 4:19,  “Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.” Jelas dikatakan bahwa engkau yang dimaksud adalah utusan Tuhan yang disebut nabi.

Baca Juga Penistaan Figur Suci dalam Agama Samawi

Dalam kajian malam itu, banyak ditampakkan oleh Ahmad Kainama perihal ketidak-konsistenan paham Yesus adalah Tuhan. Pada berbagai pasal disebutkan bahwa Yesus melakukan ibadah berupa sholat, lihat Lukas 6:12, Lukas 5:16, Markus 11:25, Kejadian 3:1, Metius 26:39, Kejadian 3:1 dalam Bibel berhasa Arab.

Bahasa asli Yesus adalah bahasa Aramea dialeknya Siriak. Bahasa yang masuk kedalam rumpun bahasa Semitik, satu rumpun dengan bahasa Ibrani, Suryani, dan Arab. Maka dewasa ini yang paling dekat dengan bahasa yang digunakan Yesus dahulu adalah bahasa Arab.

Bapak Ahmad Kainama berpesan sebagai penutup, ” jangan terjebak dalam pemahaman Dogmatis. Karena pemahaman dogmatis tidak membawa seseorang untuk mencapai tujuan Kristologi. Tunjukkan toleransimu dengan pemahamanmu terhadap agama lain.” Acara ini ditutup dengan perfotoan bersama pemateri dan mahasiswa. (Reporter: Arramadhan Abad/ Editor: Abdullah Muslich Rizal Maulana)