You are currently viewing Mengupas Makna Spiritualitas Kristen Bersama Pendeta Yakub Susabda

Mengupas Makna Spiritualitas Kristen Bersama Pendeta Yakub Susabda

Mengupas Makna Spiritualitas Kristen Bersama Pendeta Yakub Susabda

Kandangan-Rabu (3/2),  Mahasiswi  Program Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Semester 2  Kampus  Kandangan  mengadakan  Studi  Akademik (SA) secara daring.  Acara ini dibimbing langsung oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Ushuluddin, al-Ustadz Asep Awaludin, M. Ag dan dilaksanakan dalam  empat sesi pertemuan via online.

Meskipun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dalam hal pelaksanaan seperti kunjungan ke berbagai tempat peribadatan yang dialihkan dengan pembelajaran melalui video, bukti antusias dan semangat mahasiswi tetap dapat terlihat. Pada sesi pertama siang hari ini, mahasiswi mengenal dan mempelajari  tentang  Spiritualitas Kristen yang dipaparkan oleh Pendeta Yakub Susabda.

Terkait Pendeta Yakub Susabda lihat juga Studi Akademik di Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik St. Fransiskus Assisi Katolik

Dalam paparannya, Pendeta Yakub Susabda mengemukakan bahwa setiap agama memiliki konsep spiritualitas masing-masing. Dalam Agama Kristen, salah satu kegiatan yang mempunyai peran penting dalam perkembangan individu adalah spiritualitas. Kata spiritualitas sendiri berasal dari bahasa Latin spiritus artinya roh , jiwa atau semangat, yang memiliki padanan arti dengan bahasa Ibrani ruach atau bahasa Yunani pneuma yang berarti angina atau napas dan dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai “semangat yang menggerakkan”

Pembahasan kali ini juga mengungkapkan bahwa tujuan Agama Kristen dalam meningkatkan spiritualitas adalah untuk mencapai pengenalan Yesus lebih dalam terutama dalam hal peribadatan. Spiritualisme juga harus turut hadir di berbagai aspek kehidupan umat Nasrani sendiri. Spritualitas Kristen mencakup setiap metode untuk menguji penghayatan, meditasi, doa-do’a yang berkaitan dengan jiwa dan seluruh kegiatan spiritual.

Baca Juga: Studi Akademik sebagai Continous Learned University

Konsep spiritualitas disini juga berkaitan dengan ruh dan jiwa. Pendeta Yakub Susabda menjelasakan bahwa ruh bukanlah jiwa, namun jiwa, di lain sisi adalah manisfestasi dari tubuh. Jiwa diberikan tak lain untuk memfungsikan tubuh dalam melakukan pekerjaan. Roh manusia merupakan esensi yang sesungguhnya yang diciptakan dan tidak akan pernah berakhir, menyiapkan jalan dengan menggunakan pikiran untuk menemukan hati yang bersih, mencari dan menemukan Allah lalu mengagungkannya sebagai keselamatan jiwa.

Pada akhir pemaparan, Pendeta Yakub Susabda mengatakan “Keimanan dalam spiritualitas tidak akan cukup tanpa adanya pengetahuan (ilmu) juga penguasaan diri”. (Reporter: Annisa Syifa/ Editor: Abdullah Muslich Rizal Maulana)