Monoteisme Agama Hindu: Ketuhanan Yang Maha Esa

monoteisme-agama-hindu-ketuhanan-yang-maha-esa-hinduisme-spl-studi-pengayaan-lapangan-ushuluddin-saa-kandangan-Universitas-Hindu-Negeri-I-Gusti-Bagus-Sugriwa-Denpasar-2

Monoteisme Agama Hindu: Ketuhanan Yang Maha Esa

Kandangan- Rabu (9/2), berlanjut sesi keempat pada acara Studi Pengayaan Lapangan (SPL) Mahasisiwi Program Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Semester 6 kampus Kandangan. Kajian siang ini sangat menarik yaitu “Konsep Ketuhanan Prespektif Hindu” yang dipaparkan oleh Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M,Si selaku pemateri pada siang hari ini yang juga menjabat sebagai ketua PHDI Bali dan juga Rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa.

Terkait Monoteisme Agama Hindu Baca Juga Konstruksi Agama di Indonesia

Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M,Si memulai pembahasan dengan menyampaikan bahwa Agama Hindu sering disinggung mengenai konsep Tuhan yang diyakini oleh masyarakat non-Hindu memiliki berbagai macam Tuhan. Pada pembahasan kali ini, Bapak I Gusti Ngurah Sudiana selaku pemuka agama Hindu di Bali menjelaskan bahwasanya Umat Hindu mengenal bahwasanya Tuhan sejatinya hanya satu atau Esa namun memiliki banyak nama. Diibaratakanya dengan matahari yang memiliki berbagai macam nama seperti “Srengenge” di Jawa, “Sun” di Barat, “Ai” di bali, walaupun dengan berbagai macam nama tetapi wujudnya tetap satu yaitu matahari. Begitulah ajaran hindu mengenalkan konsep ketuhanan kepada pengikutnya.

Lihat Juga Artikel tentang Hinduisme

“Tidak ada Tuhan yang 2.” Tegas Pemateri. Tuhan bisa memiliki 1000 nama akan tetapi hakikatnya tetap satu yaitu “Sang Hyang Widhi Wasa”. Walau namanya berbeda tetapi tetap satu seperti yang dikenal dalam jargon dalam “Bhinneka Tunggal Ika”. Inilah konsep Monoteisme dalam Agama Hindu.

Di akhir pertemuan, banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh mahasiswi mengenai hal-hal yang terkait dengan materi pada siang hari ini. Salah satu pertanyaan yang dilontarkan oleh Intan Baeduri mengenai arah ritual agama Hindu seperti halnya Islam yang beribadah mengarah ke Kiblat. Dalam menjelaskan ini, Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M,Si menyampaikan: “Hindu memiliki arah ritual untuk memuja Sang Hyang widhi, pertama,  arah Utara atau kearah gunung karena gunung merupakan tempat paling tinggi dan dianggap suci, kedua, arat Timur atau kearah matahari terbit yang mana matahari dianggap suci oleh Agama Hindu atau yang dikenal dengan Sang Hyang Surya,” Maknanya adalah bahwa Tuhan dapat disembah di 4 arah mata angin menyesuaikan tempat yang disucikan oleh Umat Hindu. (Reporter: Linda Alfionita/ Editor: Abdullah Muslich Rizal Maulana)