Pembukaan Masa Perkuliahan 1441/2020

Pembukaan Masa Perkuliahan

Pembukaan masa perkuliahan tahun ajaran 2020- 2021 di UNIDA Gontor.

Selasa pagi, 23 Juni 2020, Universitas Darussalam Gontor- Ponorogo kampus Siman melaksanakan upacara pembukaan tahun ajaran 2020-2021. Acara ini dihadiri oleh seluruh mahasiswa lama dan baru, serta jajaran dosen dan staf. Acara pertama diisi oleh Rektor UNIDA Gontor yaitu Prof. Dr. Amal Fathullah Zarkasyi M. A.

Al- Ustadz Amal membuka pidatonya dengan memberikan semangat kepada seluruh mahasiswa. Beliau mengungkapkan bahwa jajaran dosen sudah semangat bahkan sudah hadir di kampus tercinta sejak seminggu sebelumnya, maka mahasiswa juga harus lebih semangat lagi untuk menyongsong program- program perkuliah setahun kedepan.

Kampus Tangguh

Selain itu, Al- Ustadz Amal juga menjelaskan mengenai gelar ‘Kampus Tangguh’ yang baru saja didapat oleh UNIDA dari Kepala Polisi Resort Ponorogo. Meski demikian, segenap civitas akademika UNIDA Gontor harus tetap mengikuti protokol anti COVID-19 yang telah ditetapkan oleh dinas kesehatan.

Terakhir, beliau menyampaikan bahwa UNIDA Gontor harus ikut serta dalam mengajar dunia. Hal ini juga dibuktikan dengan dibukanya kuliah online dalam beberapa minggu terakhir. “Dalam situasi wabah seperti ini, kampus sudah sering melakukan kuliah online dengan peserta lebih dari seribu itu artinya kita telah berusaha dan berhasil untuk mengajar dunia dari UNIDA.”

lihat juga : Pembukaan Ospek Kampus Kandangan

Pidato selanjutnya diisi oleh Al- Ustadz Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil. Beliau menjelaskan bahwa Wabah Corona yang melanda seluruh dunia adalah musibah, maka dari itu umat manusia khususnya Muslim harus berbenah diri untuk menjadi lebih baik.

Apresiasi Non- KMI

Namun demikian, meskipun dunia dilanda Wabah, pada pembukaan masa perkuliahan ini UNIDA tetap menerima mahasiswa asing dengan sistem kuliah online sampai situasi dinilai kondusif. Selain itu, Al- Ustadz Hamid juga mengapresiasi atas prestasi dari mahasiswa Non- KMI atau reguler yang dapat bersaing dengan alumni KMI bahkan bisa masuk nominasi pilmapres setiap tahunnya. Hal ini menandakan bahwa mahasiswa regular dengan basic non pondok bisa beradaptasi di lingkungan kampus pesantren seperti UNIDA.

Point selanjutnya yang disampaikan adalah perubahan sistem diskusi pekanan Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Diskusi yang biasanya diadakan setiap Jum’at malam diubah menjadi Sabtu bersama masing- masing prodinya.

Selanjutnya, acara ditutup dengan do’a dan absen disiplin tiap- tiap prodi oleh BAAK.

Nur Rasyid Huda Setiawan, M.I.R.K.H/editor: Azzamul Azhar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *