Peringatan Peristiwa 19 Maret (PERSEMAR) di Gontor Putri 1

persemar-pondok-modern-gontor-putri-1-saa-unida-gontor-19-maret

Peringatan Peristiwa 19 Maret (PERSEMAR) Penegasan Nilai-nilai ‘Kesakralan’ Pondok Pesantren.

Mantingan – Kamis, 12 Maret 2020 yang bertepatan dengan 17 Rajab 1441, Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 tidak mengadakan serangkaian Ujian Lisan sebagaimana biasanya melainkan memperingati Peristiwa Sembilan Belas Maret 1967 (PERSEMAR). Peringatan Peristiwa Sembilan Belas Maret 1967 ini disampaikan langsung oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Al-Ustadz K.H. Hasan Abdullah Sahal dan dihadiri oleh jajaran Dewan Guru serta santriwati Gontor Putri Kampus 1 dan 2.

Peringatan ini bertujuan untuk memperingati peristiwa bersejarah Pondok Modern Darussalam Gontor. Peringatan yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 11.15 ini mengingatkan peristiwa pemberontakan santri terhadap Trimurti Pondok Modern Gontor yang mengakibatkan dipulangkannya seluruh santri yang pada saat itu kurang lebih berjumlah 1500 orang. Dari sejumlah santri yang diusir itu, hanya sebagian yang kembali dipanggil dan berhak kembali belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor.

Terkait Persemar Baca Juga Peringatan G30S/PKI di UNIDA Gontor

Adapun himbauan penting yang disampaikan oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal adalah “Keunggulan pondok pesantren adalah ‘sakral’, yang merupakan pemahaman bukan kharismatis, bukan kyai yang suka jampi-jampi, cara-cara bukan tauhid akan tetapi uswah, amanah serta keikhlasan. Kyai tidak boleh mengaggap dirinya suci, akan tetapi meminta do’a agar tetap ikhlas ini yang disebut dengan ‘sakral’”. Demikian beliau menjelaskan.

Pesantren harus mengungkapkan yang benar adalah benar, yang salah adalah salah, yang bathil adalah bathil, dan yang haq adalah haq. Jikalau Kyai-Kyai, Da’i-Da’i, Guru-Guru, Ulama-Ulama, dan Pemerintah tidak mengungkapkan atau menyatakan kebenaran adalah benar dan kesalahan adalah salah maka itu adalah syirik . Maka orang-orang tersebut akan menjadi orang yang paling depan masuk neraka.

Dr. K.H. Fairuz Subakir Ahmad, M.A ., Direktur KMI PMDG putri Kampus 1 menyampaikan Maklumat serta Piagam Wakaf  1958.

Lihat Juga: Gontor Pengawal Karakter Umat dan Bangsa

Beliau juga menegaskan bahwa dunia sekarang sudah terbalik, pasalnya, fakta membuktikan banyak anak-anak tidak taat kepada orang tua, murid-murid menentang gurunya, polisi merusak keamanan para warga, berbuat baik masuk penjara, sedangkan berbuat jahat masuk istana. Dalam hal ini beliau mengatakan ini adalah ujaran kecintaan bukan ujaran kebencian karena saling mengingatkan. 

Disela-sela penyampaian beliau, Al-Ustadz K.H. Ahmad Suharto, M.Pd.I selaku Wakil Pengasuh PMDG Putri Kampus 1 membacakan secara singkat kronologi kejadian peristiwa sembilan belas maret 1967. Usai itu, al-Ustadz  Dr. K.H. Fairuz Subakir Ahmad, M.A selaku Direktur KMI PMDG putri Kampus 1 menyampaikan Maklumat serta Piagam Wakaf  1958.

Di penghujung acara peringatan tersebut, K.H. Hasan Abdullah Sahal, menyampaikan kalimat motivasi

الاَخلاّءُ يومئذ بعضهم لبعض عَدٌوٌّ إلاّ المتّقين

“Teman-teman karib itu akan saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa” (Q.S Az-Zukhruf: 67), beliau menegaskan agar saling mengingatkan dalam menghidupkan amar ma’ruf nahi munkar. (Nur Afifah Ramadhanty/ SAA 6)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *