Peringatan PERSEMAR UNIDA Putri Mantingan

Peringatan-Persemar-Unida-Mantingan-Putri-Gontor-Gambar-Utama

Peringatan PERSEMAR UNIDA Gontor Putri Mantingan

Mantingan (25/03)-. Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Kampus Putri Mantingan Memperingati Peristiwa Sembilan Belas Maret (PERSEMAR). Acara yang dimulai pada pukul 07.30 hingga pukul 11.45 ini dihadiri oleh Jajaran Rektorat Universitas Darussalam Gontor, Dosen-Dosen, serta seluruh Mahasiswi Unida Kampus Putri.

Rektor UNIDA Gontor, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. menceritakan tentang asal mula tragedi Peristiwa 19 Maret yang dilanjutkan gambaran singkat Persitiwa oleh WAREK I, Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasy, M.Ed. M.Phil. Warek 2 dan 3 UNIDA Gontor, Al-Ustadz Dr. Setiawan bin Lahuri, M.A. dan Al-Ustadz Dr. Abdul Hafid Zaid, Lc, M.A. membacakan Piagam Wakaf Pondok Modern Gontor.

Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi, REKTOR Universitas Darussalam Gontor

Peringatan Persemar UNIDA Gontor Putri Mantingan bertujuan guna mengingat perjuangan para Trimurti dalam menghadapi pemberontakan para santri. ” Peristiwa ini merupakan hal yang sangat mengecewakan, memalukan, sekaligus perbuatan orang-orang jahiliyah. Kejadian bersejarah yang amat sangat memilukan ini jangan sampai terulang kembali. ” Demikian Professor Amal Fathullah Zarkasyi menegaskan.

Baca Juga: Peringatan Persemar Gontor Putri 1

Guru Besar bidang Akidah Filsafat Islam itu bercerita, betapa para santri yang memberontak itu berdemo, menuntut perhatian, membunyikan lonceng semaunya sendiri, tidak mau diajari gurunya dan tidak mau masuk kelas. Pemberontakan itu tidak hanya dilakukan oleh para Santri, namun juga diinisiasi oleh sebagian guru yang menjadi ‘Dalang’ atau Otak di balik peristiwa itu bersama para Santri dari kelas Ekxperiment (Intensif). Mereka menuntut untuk bekerjasama dengan partai yang diusung, mengganti prinsip gontor yang berdiri diatas dan untuk semua golongan menjadi satu golongan saja, bahkan menuntut Kyainya diganti dan diancam dibunuh. “ini adalah sikap dan tingkah laku yang kurang ajar dan durhaka.” Tegas Beliau Lagi.

PERSEMAR Ala Mahasiswa: Mengenang Peristiwa ‘Rabu Kelabu’

Dalam peringatan ini juga diselenggarakan Peringatan ‘Rabu Kelabu’ sebagai hari peristiwa kelam yang pernah dialami UNIDA Gontor pada tahun 2001, yang saat itu masih bernama ISID (Institut Studi Islam Darussalam). Peristiwa tersebut mirip dengan apa yang terjadi pada PERSEMAR, hanya saja, pelakunya adalah para Mahasiswa dan Mahasiswi yang pada saat itu masih satu kampus di Siman Ponorogo.

Al-Ustadz Nur Hadi Ihsan, Ph.D., Dekan Kulliyatul Banat Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri

Pertemuan antara mahasiswa dan mahasiswi yang seharusnya tidak pada tempat dan waktunya membuat para dekan menegur hal tersebut. Namun, sayangnya teguran tersebur tidak serta merta diindahkan oleh mereka sehingga ketika terjadi ‘peneguran tegas’ yang ternyata tidak diterima oleh para mahasiswa. Terjadilah aksi demo di kawasan Gedung Terpadu lama (di samping timur lapangan hijau), aksi coret mencoret sana-sini, menuntut agar DEMA juga agar ikut dalam perkumpulan Badan Wakaf dan berhak turut serta dalam pemilihan Rektor.

Dengan keadaan yang seperti ini maka Pimpinan Pondok dan Bapak Rektor memutuskan untuk meliburkan dan memulangkan semua mahasiswa dan mahasiswi selama tiga bulan lamanya kemudian, dipanggil kembali dengan menyetujui semua persyaratan untuk melanjutkan pendidikan, serta pemisahan kampus mahasiswa dan mahasiswi dengan menetapkan bahwa kampus mahasiswa tetap di Siman dan untuk kampus putri berada di Mantingan. “Kejadian tersebut dinamai dengan “Rabu Kelabu” karena bertepatan dengan Rabu, 17 April 2001.” Demikian Al-Ustadz Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH, Dekan Kulliyatul Banat UNIDA Gontor menjelaskan.

Lihat Juga: Pesan untuk Sarjawanan UNIDA Gontor dari Ustadz Syarif Abadi

Acara ini memberikan himbauan penting kepada seluruh Mahasiswi untuk mendalami dan memahami dengan segenap kesadaran agar peristiwa yang kelam dan memilukan tersebut tidak terjadi lagi. Untuk itu, para sivitas Akademika UNIDA Gontor harus memahani nilai-nilai Pondok Modern Darussalam Gontor dengan segenap peraturan disiplin serta sistem yang berlaku di dalamnya. Dipenghujung acara peringatan, Bapak Rektor UNIDA Gontor, Al-Ustadz Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi menyampaikan pesan singkat yaitu:

وَ الَّذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلناَ و إنّ الله لمعَ المحسنينَ

“Dan Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik”. (QS. Al-Ankabut (29): 69). (Nur Afifah Ramadhanty A/ Editor: Abdullah Muslich Rizal Maulana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *