Pesan Ust. Syarif Abadi tentang Gelar Sarjana

ust-syarif-abadi-gelar-sarjana-saa-unida-gontor

Gelar Sarjana, Di Gontor, adalah sebuah amanah agung yang patut dipertanggungjawabkan. Tidak seyogyanya bermakna seorang yang sudah memiliki tingkatan pengakuan akademi berilmu lebih luas daripada Guru-Gurunya. Namun justru, sarjana, artinya adalah tuntutan untuk lebih banyak khusyu‘ dalam beribadah dan beramal untuk kemaslahatan umat.

Salah sebuah kisah terkait amanah yang diemban dalam gelar sarjana adalah kisah yang diturunkan dari al-Ustadz Syarif Abadi, seorang Guru Senior Pondok Modern Gontor yang hingga hari ini bertempat tinggal di Perumahan Guru terletak di sebelah selatan Kompleks Gedung Saudi Pondok Modern Gontor. Suatu ketika, al-Ustadz Syarif Abadi berkata kepada seorang Santri Pengabdian (Ustadz) telah diwisuda sarjana:

“Le,” Panggil beliau dengan bahasa Jawa. Artinya ‘nak’. “Kamu sudah lebih pinter dari pada saya.”

Santri “Lho kenapa ustadz? kok bisa saya dianggap lebih pinter dari antum?

Ya karena antum sudah wisuda S1 dan bertitel (akademik). saya saja tidak punya titel!” Begitu Ustadz Syarif menjelaskan.

Santri tersebut menjawab, “Tidak ustadz. Antum yang ngajari kami Bidayatul Mujtahid. antum yang mengajarkan Usul al-Fiqh untuk pertama kalinya dalam hidup kami. bagaimana mungkin, saya bisa merasa lebih pintar dari antum?

Ustadz Syarif kembali menyampaikan, “Saya ini cuma guru Gontor. guru kampung. sekolahnya ya cuma di sini, di Gontor. Hanya, Gontor memberikan lebih banyak hal dari pada apa yang saya berikan. saya bisa ke Kendari karena Gontor menugaskan saya. saya bisa ke Mesir karena Gontor menugaskan saya. saya bisa seperti saat ini karena Gontor memberikan banyak hal kepada saya. jadi apa yang bisa saya berikan ke Gontor, saya akan berikan,”

Santri itu terisak haru, “Antum lebih dari guru bagi saya.”

Ustadz Syarif dengan senyumnya menepuk bahu Santri itu sembari berkata, “Inget ya le. jika suatu hari titel pendidikanmu berendet panjang koyo sepur, artine kualitas ibadahmu juga harus imbang dengan titel kesarjananmu.” (Rizal Maulana/ dari berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *