Pinokio Muslim Mungkinkah?

pinokio-saa-studi-agama-agama-unida-gontor

Pinokio dalam Sejarah

Pinokio (Pinocchio) adalah karakter fiktif dari sebuah novel besutan Carlo Collodi[1], penulis Italia berjudul Le Avventure Di Pinocchio (The Adventures of Pinocchio) pada tanggal 16 Februari 1882 yang kemudian terus dipublikasi hingga Januari 1883. Dikisahkan dalam novel tersebut, Pinokio adalah boneka kayu yang dibuat oleh Gepetto di desa Tuscan. Ajaibnya, Pinokio hidup dan bermimpi untuk menjadi anak lelaki manusia yang hidup, bukan sekedar boneka kayu. Pinokio selalu identik sebagai simbol atau olok-olokan anak-anak agar tidak berbohong. Sebab, dikisahkan Pinokio, setiap kali berbohong, bertambah panjang hidungnya. Olok-olokan itu, sepertinya masih sangat relevan untuk digunakan hingga saat ini. [2]

 Pinocchio pun sejatinya merupakan kelanjutan dari sebuah seri ‘The Story of the Puppet’ di majalah mingguan ‘Giornale per i bambini’ yang nyaris mati suri di pertengahan 1881. Pinocchio, setelah terbit paripurna periodik setahun, The Adventures of Phinoccio diterbitkan kembali dalam satu jilid buku di Februari 1882. Di tahun 1890, Collodi wafat. Meninggalkan novel besutannya yang sudah dicetak hingga edisi kelima itu menjadi salah satu dari sekian banyak karakter literatur masa kecil yang masih, sedang, dan akan terus terkenang.[3] Salah satu adaptasi yang paling mashur tentu saja kartun animasi produksi Walt Disney: Pinocchio (1940).

Lihat Juga: Katedral Aachen Saksi Bisu Perjuangan Habibie di Jerman

Pinokio dan Tradisi Keislaman

Namun tahukah anda, bahwa dalam literatur yang digunakan di kurikulum akademik Turki, Pinokio digambarkan sebagai tokoh fiksi beragama Islam. Di dalam buku berstempelkan Kementerian Pendidikan Turki itu, Pinokio digambarkan meminta roti kepada Gepetto atas nama Allah. Usai makan roti, Pinokio pun mengucapkan “Thanks be to Allah” yang pada umumnya diucapkan dengan “Alhamdulillah.” Tidaklah berlebihan kemudian jika dipahami bahwa dengan langkah ini, Pinokio digambarkan sangat dekat dengan tradisi keislaman. Atau bahkan Pinokio -memeluk agama Islam- [4]

Pinokio tidak sendirian. Ada sejumlah figure seperti Three Musketeers, Pollyyanna, Heidi, dan Tom Sawyer yang digambarkan dalam penokohannya sangat identik dengan ciri khas keislaman. Heidi, sebagai karakter original buatan Johanna Spyri asal Swiss ini (1881), dikisahkan dalam buku itu berdoa kepada Allah agar mendapatkan ketenangan. Tom Sawyer, tokoh dalam The Adventurse of Tom Sawyer (1845) karya Mark Twain, ditunjukkan kemalasannya dalam mengerjakan tugas dari gurunya, namun rajin menghafal doa-doa Islam dan bahasa Arab. Sebagaimana dilansir telegraph.uk.: “He is given a “special treat” for learning the Arabic words.”[5]

Langkah yang dilaksanakan oleh sejumlah penerbit di Turki ini terlacak pada tahun 2006. Diasumsikan, penerbit-penerbit ini ingin membuat kesan Turki lebih ‘islami’ dari pada sebelumnya. Sayangnya, inisiatif ini dianggap ilegal karena dilaksanakan tanpa koordinsi kepada Kementerian Pendidikan. Dalam catatan Spiegel.de., koran elektronik Jerman, menulis: “Recently, the ministry of education itself was outraged over the fact that several publishing companies had, on their own initiative, rewritten children’s books that the ministry had recommended for classroom use.” [6]Menurut Kementerian, langkah lebih lanjut juga akan dilakukan atas penerbit-penerbit tersebut jika didapati melakukan publikasi ilegal atas nama Kementerian Pendidikan.

Bagaimana pendapat Kawan-Kawan? Setujukah anda dengan model ‘modifikasi’ buku kurikulum semacam ini? Sejauh mana Pemerintah memiliki otoritas dalam memberikan kebijakan dalam alur proses ilmu pengetahuan? (Rizal Maulana)


References

[1] https://www.theguardian.com/culture/2009/may/03/pinocchio-carlo-collodi

[2] https://www.newyorker.com/books/page-turner/original-pinocchio-really-says-lying

[3] http://www.pinocchio.it/fondazionecollodi/en/the-adventures-of-pinocchio/

[4] https://www.telegraph.co.uk/news/1527697/Pinocchio-and-friends-converted-to-Islam.html

[5] https://www.nysun.com/foreign/pinocchio-tom-sawyer-now-muslim-in-new-turkish/38865/

[6] https://www.spiegel.de/international/spiegel/turkey-in-transition-less-europe-more-islam-a-446163.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *