Pondok Modern Gontor dari Generasi ke Generasi

Pondok-Modern-Gontor-dari-Generasi-Ke-Generasi-SAA-Studi-Agama-Agama-Ushuluddin-UNIDA

Gontor- Sabtu (25/07), Bagian Ketenagaan Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kembali melaksanakan Perkumpulan Dwipekanan Bersama Dosen dan Tenaga Kependidikan (UNIDA) Gontor. ini, al-Ustadz H. Syamsyul Hadi Untung, M.A., M.Ls, Dekan Fakultas Ushuluddin membawakan materi bertemakan ‘Pondok Modern Darussalam Gontor dari Generasi ke Generasi’.

Al-Ustadz Syamsyul Hadi Untung memulai materi dengan refleksi sejarah berdasarkan pandangan Ibnu Khaldun, “Ada Empat Generasi; Generasi Pertama sebagai Perintis, Generasi Kedua sebagai Pejuang, Generasi Ketiga sebagai Penikmat, dan Generasi Keempat sebagai Penghancur. Pertanyaannya, kita Generasi apa?” Urutan Generasi ini, umumnya absah dan dipahami sebagai putaran yang berlaku di setiap Peradaban. Terkait dengan itu, Ustadz Syamsyul Hadi Untung mewanti-wanti agar kita sebagai Generasi Gontor senantiasa ingat akan upaya-upaya yang dilakukan oleh Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.

Baca Juga: Pembukaan OSPEK UNIDA Gontor Kampus Kandangan

Beliau menyampaikan satu persatu penjabaran sejarah pahitnya ikhtiyar Trimurti Pondok Modern Darussalam Gontor dari mulai berdirinya Gontor di tahun 1926, dilanjutkan dengan perjuangan KMI yang mulai di tahun 1936, hingga menghadapi pemberontakan PKI di tahun 1948 bersama Perang Dunia pertama dan Kedua. Ustadz Syamsyul juga mengutip kalimat KH Ahmad Sahal tentang, “Pondok Modern Darussalam Gontor adalah milik Umat Islam seluruh dunia. Maka kemajuan dan perkembangan Pondok Modern Darussalam Gontor bergantung kepada seluruh Umat Islam.” Pesan ini disampaikan oleh Kiyai Sahal bahkan sebelum deklarasi Piagam Wakaf Pondok Modern Gontor yang diselenggarakan tepat di peringatan Empat Windu Pondok Modern Darussalam Gontor pada tanggal 12 Oktober 1958.

al-Ustadz Yuangga Kurnia Yahya mendapatkan penghargaan dari LAZISWAF UNIDA Gontor sebagai Donatur teladan

Usai diwakafkan, Pondok Modern Darussalam Gontor membentuk YPPWPM (Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Wakaf Pondok Modern) pada tanggal 18 Maret 1959. Yayasan bermaksud untuk memperkuat, menjaga, dan mengembangkan kekayaan wakaf yang dimiliki oleh Pondok Modern Darussalam Gontor. Usai pendirian YPPWPM, Trimurti Pondok Modern Darussalam Gontor mendirikan Perguruan Tinggi Darussalam (PTD) pada tanggal 17 November 1963. PTD yang sebelumnya hanya memiliki Program Studi Perbandingan Agama dan Pendidikan Agama Islam, pada hari ini telah menjadi Universitas Darussalam Gontor dengan 7 Fakultas dan 17 Program Studi. Refleksi sejarah ini penting agar kita Generasi Penerus UNIDA Gontor semakin menyadari perjuangan Para Trimurti Pondok Modern Gontor yang merupakan Generasi Perintis, sementara kita adalah Generasi Penikmat yang wajib melanjutkan rintisan dan perjuangan Pondok Modern Darussalam Gontor di berbagai seginya.

Dalam acara ini, Al-Ustadz Yuangga Kurnia Yahya, MA, Dosen Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor juga menerima penghargaan sebagai Donatur Teladan LAZISWAF. (Abdullah Muslich Rizal Maulana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *