Prodi SAA melaksanakan Penyuluhan Korban Bencana Puting Beliung di Ngawi

penyuluhan-saa-unida-gontor-ushuluddin-pengabdian-masyarakat-bencana-ngawi

Ngawi – Jum’at (28/02) Program Studi Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melaksanakan penyuluhan dan spiritual healing bagi masyarakat korban paska bencana alam angin puting beliung di Dusun Cerme, Desa Gentong, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini dipimpin oleh al-Ustadz Muhammad Nur Rosyid Huda Setiawan, MIRKH berserta dua orang mahasiswa Prodi SAA.

Musibah angin puting beliung ini menimpa masyarakat tersebut pada tanggal 17 Februari 2020 lalu. Kejadian yang berlangsung sangat cepat itu merusak parah sejumlah rumah warga. Salah satu rumah warga yang terkena dampak yakni rumah milik ibu Siti Fathonah. Seluruh bagian rumahnya hancur dan hanya menyisakan bangunan bagian depan rumahnya saja. “Rumah-rumah yang lainnya juga rusak, yang meluluhlantakkan bagian atap dan genteng” Jelas Bapak Priyo Prayitno selaku Kepala Desa Gentong. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Baca Juga: Penyuluhan dan Pengabdian Masyarakat Prodi SAA di Islamic Centre Nganjuk

korban-bencana-penyuluhan-pengabdian-masyarakat-saa-unida-gontor-ngawi
Situasi rumah penduduk yang rusak karena puting beliung

Ibu Siti Fathonah adalah ibu dari 4 anak yang bekerja sebagai pedagang jajanan di pasar. Ia hanya bisa pasrah dan bersyukur masih bisa selamat dari bencana angin putting beliung tersebut. Beliau berharap kejadian ini tidak menimpanya untuk kedua kalinya. Harapan beliau agar bisa kembali berjualan lagi seperti biasanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suatu bentuk kepedulian oleh aparat desa juga memberikan bantuan baik dalam tempat tinggal dan sembako. “Beberapa warga ikut membantu dalam membenahi bangunan rumah yang terkena dampak angina puting beliung termasuk anggota TNI, POLRI, BPBD serta relawan SAR kami bersama rekan-rekan lain langsung melakukan evakuasi” Demikian Pak Priyo kembali menjelaskan.

Adapun penyuluhan tersebut dilaksanakan guna memotivasi para korban paska bencana dengan menebarkan dakwah Islam agar selalu bertawakkal dan mempunyai harapan untuk bisa kembali semangat dalam menjalani kehidupan. “Ujian yang menimpa manusia adalah bentuk kecintaan Allah terhadap hamba-Nya, serta sebagai kesempatan kita untuk selalu introspeksi diri agar terus berada di jalan yang benar” jelas Al-Ustadz M. Nurrosyid H. Setiawan, MIRKH, Dosen Prodi SAA. Kegiatan penyuluhan berlangsung semenjak siang bada Jum’at hingga sore hari bersama sejumlah korban dan turut dihadiri perangkat Desa Gentong. (Nur Afifah Ramadhanty/ Editor: Abdullah Muslich Rizal Maulana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *