Shalat Tahajud Menyembuhkan Berbagai Penyakit

shalat-tahajud-saa-unida-gontor-penyakit

oleh: Nurhayati, S.Pd/ Tenaga Kependidikan Prodi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Darussalam Gontor

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”. (QS. Al-Isro’:79)

Shalat Tahajud adalah ibadah sunah yang dilaksanakan di sepertiga akhir malam. Ibadah ini, ternyata tidak hanya memberikan pahala yang besar bagi siapapun yang melaksanakannya, namun juga bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dan menyembuhkan berbagai penyakit. Hal ini berdasarkan sebuah riwayat Hadits Baginda Nabi Muhammad shallalllahu ‘alayhi wa sallam: ”Shalat tahajud dapat menghapus dosa, mendatangkan ketenangan dan menghindarkan dari penyakit.” (HR. Tirmidzi).

Lantas bagaimana validitas hadist ini bisa dikonfirmasi secara medis? Hal ini dapat merujuk kepada sejumlah hasil penelitian, bahwa shalat tahajud yang dilakukan dengan tepat, ikhlas, dan khusyuk pada tiap malam dapat menurunkan kadar kortisol dalam tubuh manusia.

Baca Juga Seminar Kesehatan bersama Dr. Gamal Albinsaid M. Biomed

Kortisol (Glukokortikortropik hormon) merupakan kelompok hormon steroid yang disekresikan oleh kelenjar adrenal bagian korteks ginjal dan juga dipengaruhi oleh master gland hipotalamus. Hipotalamus mensekresikan hormone CRH (Corticotropin Releasing Hormone) yang akan merangsang melalui kelenjar hipofisis (pituitari), sebelum kemudian pituitari merespons perintah dari hipotalamus dengan mensekresikan hormone ACTH (Adreno Cortiko Tropin Hormone) yang akan merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan hormon-hormonnya, salah satunya adalah kortisol. Pelepas hormone adrenal ini masih berkaitan dengan kondisi yang mencekam dan stress. Selain berkaitan dengan stressor, pelepasan hormonn sangat dipengaruhi umpan balik negatif, perubahan musim, tahap perkembangan dan penuaan, sklus harian, serta waktu tidur.

Struktur Kimia Kortisol. Sumber.

Fungsi Kortisol dan Efek Shalat Tahajud

Aktivitas bangun malam untuk melakukan shalat tahajud bisa mempengaruhi siklus pengeluaran hormon. Kortisol, dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh tubuh, sebaliknya, apabila berlebihan bisa mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, shalat tahajud sangat berperan dalam membantu proses penyembuhan beberapa penyakit.

A. Shalat Tahajud membantu proses metabolisme karbohidrat dan asam amino dengan meningkatkan gula darah

Sholat tahajud yang rutin dijalankan terbukti dapat menghilangkan stress dengan hormone kortisol. Hormone kortisol adalah hormon yang sangat penting meningkatkan tekanan darah dan kadar gula darah. (Alfian, 2017).

B. Memperkuat kerja jantung dan merangsang epinefrin dan angiotensin II

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, hadist riwayat Imam Tirmidzi di atas terkait dengan situasi ketenangan yang hadir selama ritual shalat Tahajud. Ketenangan dapat meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan. Stress, secara signifikan akan menghilang. Menghilangkan stress, artinya juga mencegah seseorang terhadap infeksi, perkembangan sel kanker dan metastatis; penyakit yang biasa muncul dari stress. (Sholeh, 2007)

Baca Juga Seminar Shalat Tahajud dan Imunitas di Kampus Putri 5 Kandangan

C. Shalat Tahajud Menghambat ekskresi urine dan Menyebabkan perubahan EEG pada otak dan jiwa.

Proses Penyembuhan lebih cepat dilakukan dengan sholat tahajud mampu menyembuhkan kecemasan dan menimbulkan perasaan tenang (Musbikin, 2010)

D. Menghambat pembentukan limfosit

E. Muka bercahaya

Wajah yang bercahaya sangat terkait dengan kecantikan dan kesehatan fisik. Seorang yang rajin melaksanakan tahajud, niscaya melebihi lebih tampan dan cantik daripada manusia pada umumnya. Hal ini dikarenakan pertemuan suhu air dan udara di waktu tahajud tidaklah ditemukan di waktu yang lain. Shalat Tahajud, jadinya juga bermanfaat guna meningkatkan kesehatan dan kecantikan wajah manusia.

Hasan Al Basri yang ditanya oleh seseorang tentang kenapa muka orang sering melaksanakan sholat tahajud wajahnya bercahaya dan bagus. Sebab “Karena mereka menyendiri bersama Tuhan-nya pada malam hari, kemudian Allah memberikan mereka sebagian dari cahaya-Nya.” (Al-Maqrizi, Mukhtazar Qiyaamallail)

Referensi

Al – Qur’an

Rahmadi, Agus. 2019. Kitab Pedoman Pengobatan Nabi SAW. Jakarta: Wahyu Qolbu

A’la, Moh. Alfian Zidni Nuron. 2017. Penerapan Shalat Tahajud Terhadap Penderita Stroke Di Klinik Rumah Sehat Avicenna, Desa Tempurejo Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Jurnal. Vol 1 No. 1. Hal :  66

Sholeh, Moh. 2007. Terapi SHolat Tahajud. Bandung: PT Mizan Bubila.

Musbikin, Imam. 2010. Terapi Shalat Tahajud Bagi Penyembuhan Kanker. Yogyakarta: Mitra Pustaka

Sugiono. 9 Manfaat Sholat Tahajud bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui. https://www.dream.co.id/news/manfaat-sholat-tahajud-bagi-kesehatan-190828f.html. 3 April 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *